Diktator, Fasis, dan Otoriter jadi Pahlawan?

 Diktator, Fasis, dan Otoriter jadi Pahlawan?

mbah subowo sukaris

Bumi Manusia itu sebuah buku yang menarik, mengisahkan jaman kolonial Belanda. Dan apa yang terjadi....dibreidel di jaman Suharto. Ya, atas perintah Suharto pada menteri P dan K, waktu itu Sjarief Thayeb.

     Bumi Manusia karya salah seorang tahanan Orde Baru yang dibuang ke Pulau Buru, tanpa sidang pengadilan. Begitu juga ribuan tahanan politik lainnya diangkat jadi anggota PKI oleh rejim Suharto, kemudian diasingkan ke Pulau Buru, Plantungan, Salemba, dan bui-bui lainnya. Pantaskah rejim yang mem-PKI-kan simpatisan/pengikut/pemuja Presiden Sukarno diberi gelar pahlawan?

    Lewat Suharto jadi anggota PKI jadi gampang (dikit-dikit terlibat g30s), sebab menurut orang PKI ori, susah banget jadi anggota penuh PKI, harus melalui berbagai tahapan, tidak semudah makan di warteg.

     Pembunuhan dalam perang saudara yang terjadi pada 1965 antara PKI dan NU tidak dihentikan oleh Suharto selaku orang yang memegang "Supersemar", pantaskah diberi gelar pahlawan? Dan paling miris pada serangan 6 jam di Yogya, menurut cerita Kol. Abdul Latief, bahwasanya Suharto enak-enakan makan soto sementara anak buahnya menyabung nyawa (Abdul Latief 1999: Suharto terlibat G30S).

     Begitulah sedikit mengenai sepak terjang "Bapak Pembangunan" yang mau diberi gelar pahlawan. Kalau jadi dapat gelar pahlawan, penulis khawatir, banyak tapol-tapol yang dipenjarakan dengan tuduhan ngawur "terlibat g30s" akan bangkit dari kubur!!!

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 12:49 PM

Apa ide awal makan bergizi gratis?

 Apa ide awal makan bergizi gratis?

mbah Subowo

Ide awal dari wacana di atas ialah mengontrol kekayaan ekonomi NKRI untuk tujuan tertentu. Bagaimana caranya? Seperti kita lihat sejak "makan bergizi gratis" digulirkan lantas timbul berbagai langkah dan alasan seperti efisiensi birokrasi pemerintahan, pengurangan anggaran di berbagai sektor, lembaga, departeman, dan sebagainya. Dan lantas mendirikan lembaga keuangan semacam Danantara, bank emas. Itu semua adalah cikal bakal munculnya ide "makan bergizi gratis". Itu semua yang terjadi adalah sebaliknya dan bukan alasan adanya program "makan bergizi gratis".

    Jadi bukan karena ide "makan bergizi gratis" lantas dilakukan efisiensi birokrasi akan tetapi "makan bergizi gratis" adalah semacam kompensasi daripada semua kebijakan di atas era pemerintahan 2024-2029.

    Untuk mengetahui tujuan sebenarnya semua yang disebut di atas, mari kita lihat dan tunggu saja hasilnya hingga 2029. Apa sekadar persiapan untuk memenangkan periode kedua? Apakah ada perbaikan taraf hidup rakyat jelata? Apakah ada kebijakan yang menguntungkan rakyat semacam salah satu contohnya: sertifikat tanah gratis, penghapusan tunggakan pajak kendaraan, diskon token listrik, dan paling utama apakah rezim ini kelak mampu berdikari di bidang ekonomi, kebudayaan, dan politik?

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 10:57 AM

Kisah Prabowo Sang Penerus Jokowi

Kisah Prabowo Sang Penerus Jokowi

Mbah subowo

Melalui jalan berliku jauh sebelum berdirinya Partai Gerindra besutan Prabowo berbagai narasumber menyaksikan Prabowo mencari semacam platform tentang citra diri dan calon partainya agar tampil mulus di depan publik, mengingat citra yang melekat kuat pada dirinya ialah sebagai pemimpin militer  sekaligus anak-mantu Soeharto. Soeharto tampil berkuasa setelah sukses dengan “creeping coup d’etat” melengserkan kekuasaan Bung Karno dan menjebloskan para pendukungnya ke dalam bui tanpa proses pengadilan.

     Ia (Prabowo) bertanya, “Apa saja yang perlu digaungkan lanjut dikerjakan agar Aku bisa diterima segala macam kalangan, baik pendukung Soeharto maupun lawan politik Soeharto?”

    Jawaban yang paling pas dan diterima oleh Prabowo ialah semacam usul agar sejak awal tampil di hadapan public menggambarkan dirinya sebagai “Sukarno Kecil” alias mengamalkan dan mendukung segala ajaran Bung Karno antara lain “Trisakti Bung Karno”.

   Lima tahun silam, pada usai gelaran pilpres 2019 Jokowi tak pelak lagi dan tanpa ragu ambil ancang-ancang kelak pilih Prabowo sebagai suksesor (pengganti) melanjutkan programnya sekaligus menjadi tameng terhadap para lawan politiknya.

    Langkah awal Jokowi yang menggegerkan tatkala Jokowi-Prabowo mengisap pipa perdamaian mengingat mereka baru saja ber“dapuk” sebagai musuh bebuyutan pada pilpres 2019.

    Dengan mengisap pipa perdamaian maka “rebut-ribut kecurangan” usai, selanjutnya Jokowi menganugerahkan posisi menteri  pertahanan pada rivalnya itu.

   Kini menjelang akhir jabatan Jokowi 2024 dan Prabowo yang tahu diri didukung oleh Jokowi sengaja tanpa ragu memasang strategi “balas budi” dengan memilih Gibran yang “lolos” dari lubang jarum “MK” sebagai pasangan dalam pilpres yang kemudian dijuarainya itu.

    Prabowo yang tampak seolah begitu “tergantung” pada Jokowi masih merasa perlu mendongkrak Kaesang ambil bagian pilgub DKJ. Dengan demikian kelak andai Kaesang sukses memimpin salah satu provinsi itu maka lengkap sudah kekuatan dan kerjasama Jokowi-Prabowo ala “glembuk solo” dalam mengendalikan dan mengamankan segala kebijakan politik baik semasa Jokowi berkuasa hingga selanjutnya masa pemerintahan di tangan Prabowo.

    Menengok kilas balik sebelum Prabowo meraih kemenangan: kepiawaian Jokowi “cawe-cawe” tidak diragukan -- begitu piawai dan andal -- bukan hanya mengatur “keluarganya” tapi juga partai-partai pendukungnya, dan lebih dari itu mampu mengeliminir atau “mengkhianati” partai pengusung dirinya yang telah berjasa dalam pilpres 2014.

    “Cawe-cawe” Jokowi memang jos-gandos, seorang presiden mampu hampir menguasai berbagai macam partai lain, mengatur dan mengarahkan ketua partai mereka, dan seterusnya. Jokowi “tegel” mengorbankan partai pendukungnya sendiri. Ia tidak ambil peduli dicap “tidak tahu” diuntung, "tidak tahu" berterima kasih oleh kalangan petinggi partai yang amat-sangat berjasa memberikan “pulung gaib wahyu keprabon” guna menduduki kursi singgasana RI 1.

    Strategi Jokowi cs (bersama keluarganya) yang kompak seirama dalam memisahkan diri mereka dari ikatan partai yang begitu besar jasanya boleh jadi hanyalah salah satu varian daripada taktik dan strategi “ala glembuk solo”.

     Boleh juga diberi gelaran taktik dan strategi “gelembuk solo” tingkat dewa, mirip sekilas akan tetapi beda dengan strategi yang dijalankan oleh presiden RI kedua dalam meraih takhta dan singgasana RI 1 yang memakan begitu banyak korban.

    Jokowi bukan hanya berhasil memukau rakyat Indonesia dengan citranya yang “pro” dia juga sekaligus mengendalikan hampir semua para petinggi partai pendukungnya dalam menjalankan roda pemerintahan.

   Semua hal di atas itulah yang telah menerbitkan keheranan sekaligus kekaguman Prabowo pada sepak-terjang Jokowi.

    Akhir kata “glembuk solo” adalah “kecerdasan” orang-orang solo dalam upaya untuk survive di jagad persilatan kehidupan maupun dalam dunia lain semacam politik praktis.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 11:10 AM

Ramalan Joyoboyo tentang Gibran

 Ramalan Joyoboyo tentang Gibran

mbah subowo

Gibran ikut pilpres karena punya popularitas di atas rata-rata, mengapa Gibran begitu terkenal dan populer? Jawabannya dia anak presiden, lantas kalau bukan anak presiden.....? Demikian pertanyaan boleh dibuat maupun dijawab seterusnya.

   Fakta dalam sejarah: sosok manusia pilihan di bumi, entah raja, kaisar, presiden, orang suci, dan tokoh pemimpin lainnya, siapapun dia punya satu mata ujian dalam kehidupan atau semasa dia berkiprah: bagaimana kelak dari sifat dan watak keturunannya. Atau lebih lebih tepat perilaku anak-anaknya. Apakah mencoreng buruk muka ortunya, atau justru melukis keindahan pada wajah ortunya. Atau paling tidak apakah sang anak sekadar merepotkan ortunya, atau justru anugrah bagi ortu dan masyarakatnya, dan sebagainya.

    Orang tua bisa mendidik anaknya dengan segala kemampuan yang dimilikinya, tidak mudah untuk mengarahkan anak sendiri. Malah terkadang orang tua "nyerah" dengan kehendak sang anak. Dengan kata lain tiap ortu belum tentu mampu mengontrol sepenuhnya kehidupan dan masa depan sang buah hatinya. Anak yang baik kelak akan berguna bagi masyarakatnya, dan sebaliknya.

   Di jaman medsos serba canggih ini popularitas lebih mudah diraih di satu sisi, di sisi lain ialah mendompleng sosok ortunya. Sebagai gambaran di atas, salah satu indikator mengukur popularitas seseorang bisa dilihat dari keaktifannya di medsos dan dari jumlah pengikut pada akun medsos seseorang. Dukungan politik pada tokoh idola atau "ngefans" di jaman sekarang bisa diraih melalui gawainya, dengan kata lain popularitas serta kekuasaan cukup mudah digapai dalam dunia maya. 

   Fenomena Gibran anak presiden ikut nyapres, bisa dinilai sebagai bukti bahwa memanfaatkan medsos dengan bijak serta baik, dalam dunia digital khususnya, adalah upaya maksimal lingkaran kekuasaan saat ini untuk menjaga kesinambungan program para penguasa tertingginya. Dan juga mengamankan diri mereka bagi yang bersalah maupun bagi yang tidak bersalah selama berkuasa dari tuntutan hukum apapun kelak di masa depan.

   Kembali pada judul di atas, Joyoboyo yang didapuk sebagai peramal ulung di Nusantara pada salah satu bait syair ramalannya: "sing suwarane seru oleh pengaruh" bisa diterjemahkan kelak di masa depan barang siapa yang populer, paling terdengar suaranya atau punya pengikut dalam jumlah besar di medsos akan memiliki pengaruh di dunia nyata, juga dalam menggapai kekuasaan politik.

    Sebagai contoh kasus masa kini (menjelang pilpres 2024) anak penguasa Nusantara yang begitu populer: Gibran. 

    Untuk menilai apakah Gibran memiliki sikap dan kenegarawan atau pemimpin yang baik (jika kalah atau menang dalam pilpres 2024), bagaimana kelakuan dan wataknya jika kalah atau menang, maka kita tunggu saja agar sang waktu kelak yang akan menjawabnya. 

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 5:55 AM

Inilah bedanya Ganjar dan Prabowo

 Inilah bedanya Ganjar dan Prabowo

mbah subowo

Ganjar tidak pernah meminta dirinya menjadi capres 2024. Ganjar "kebetulan" terpilih oleh ketua umum parpol di mana dirinya bernaung. Sosok Ganjar kali ini pemimpin yang tidak meminta diri sendiri menjadi seorang pemimpin ataupun penguasa nomor satu di NKRI. Itulah sekadar mengenai Ganjar.

    Prabowo mencalonkan dirinya sendiri dengan dukungan elit partai yang dipimpinnya. Dengan sadar Prabowo mencalonkan dirinya berulang selama beberapa kali pilpres di masa sebelumnya. Sayang sekali ia belum mendapat hasil maksimal. Prabowo memang tangguh dan tidak pernah mengenal berputus asa untuk maju berkali-kali dalam pilpres.

    Dari perbedaan di antara kedua kontestan pilpres 2024, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.

   Awam menganggap Ganjar cuma "wayang" partai. Sebaliknya Prabowo sungguh independen. Jika ditelaah lebih lanjut mana yang lebih baik: seorang yang sengaja mengangkat dirinya sendiri jadi calon penguasa atau seorang yang tidak berniat menjadi penguasa NKRI namun dipilih sebagai calon  penguasa oleh institusinya?

   Sekali lagi jika ditilik secara subyektif dari sudut pandang berbagai jurusan hasilnya tentu dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dari kedua tokoh kontestan pilpres di atas. Selamat memilih!

   Sekian untuk sekali ini.

****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 8:53 AM

Benarkah Ukraina "Nazi"

 Benarkah Ukraina "Nazi"

mbah subowo

1939 Partai Komunis Uni Soviet memutuskan untuk berperang melawan Nazi Hitler. Tentara Merah Soviet telah mengorbankan jutaan orang dalam pertempuran melawan Pasukan Tank Nazi Jerman hingga wilayah sejauh di St. Petersburg. Nazi Jerman terlalu jauh memasuki wilayah Soviet tanpa dukungan logistik memadai. Hingga dengan susah payah Tentara Merah berhasil memukul mundur pasukan Blietzkrieg Nazi. Apalagi setelah turun pasukan Bangsa Kozcak ke medan perang mereka bermodal alutsista serba terbatas mengetahui pasukan Jerman telah menjadi lemah. Pasukan Merah yang satu ini mampu mengalahkan ribuan pasukan tank Jerman yang telah kehabisan tenaga.

    Itulah perjuangan Soviet Rusia membantu kaum Yahudi dari keganasan Nazi. Alih-alih Ukraina yang notabene banyak keturunan Yahudi mau berdampingan hidup dengan penutur bahasa Rusia, malahan mereka memusuhi orang-orang perbatasan dengan teritorial Rusia.

    Yahudi Ukraina yang direpresentasikan Presiden Zelensky yang notabene punya keluarga di Israel kini justru melupakan sejarah dan pengorbanan pasukan Soviet dalam perang dunia kedua.

     Nasionalisme Ukraina melawan penutur Rusia di wilayah perbatasan kedua negara ini yang disebut-sebut Rusia dengan tindakan pasukan Ukraina setara pasukan Nazi Hitler Jerman yang ingin memusnahkan bangsa Yahudi di Eropa demi "Lebensraun".

     Itulah pokok utama terjadinya konflik berkepanjangan Yahudi Ukraina  yang anti penutur Rusia, di wilayah Donetsk, Donbass dan sekitarnya. 

     Balatentara Rusia menyerbu Ukraina 24 Februari 2022 dalam rangka "deNazifikasi" militer Ukraina. 

    Dalam konflik antara militer Ukraina melawan pemberontak pro Rusia di wilayah perbatasan sebagaimana biasa mendukung para pemberontak yang melawan Kiev. Persetujuan Minsk di ibukota Belarusia berusaha mengatasi masalah ini. Namun Ukraina terbukti bersikukuh alias "keukeuh" memerangi kaum penutur bahasa Rusia.

    Sikap Ukraina yang anti Rusia itu dianggap Moskow mirip dengan Nazi Jerman anti bangsa Yahudi.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 8:47 AM

Inilah lawan terberat Ganjar

 Inilah lawan terberat Ganjar

mbah subowo

Ganjar memang tidak berpengalaman dibanding Prabowo. Namun Ganjar punya satu modal dukungan besar dari "Jawa". "Jawa" pada akhirnya yang menentukan kemenangan dan kekalahan para capres. Siapa pun orangnya.

     Dengan munculnya ketiga capres belum resmi terdaftar, rasanya lawan Ganjar yang sejati belum muncul hingga detik ini. Prabowo dan Anies memiliki pendukung yang berbeda dengan pendukung Ganjar.

     "Serangan fajar" ataupun "serangan lainnya" biasanya sangat menentukan arah pilihan rakyat mengambang. Pada hari H itulah arah dukungan para pemilih seolah digiring atau merasa tersihir untuk memilih calon tertentu dengan kriteria dan alasan tertentu. Seolah ada "bisikan gaib", entah dari mana asalnya. Itu semua di luar kontrol akal pikiran manusia biasa.

     Kita tunggu saja deklarasi "jagoan" koalisi baru... dan muncul tidaknya lawan terberat Ganjar sama-sama memperebutkan suara "Jawa".

     Sekian untuk sekali ini.

*****


Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 6:17 PM

Barat vs Rusia bermusuhan selamanya

 Barat vs Rusia bermusuhan selamanya

mbah subowo

Barat lupa Rusia cq Soviet Uni telah berhasil memusnahkan Nazi Hitler. Barat juga lupa keberadaan Nato hanya untuk menandingi Pakta Warsawa. Barat juga lupa bahwa hari ini Rusia bukan negeri Komunis ala Soviet.

     Dengan memusuhi Rusia, melalui perang proksi (perantara) di Ukraina, Barat untuk selamanya tidak pernah berdampingan hidup bertetangga baik dengan Rusia. Emang enak.....?

     Alasan bahwa Rusia bertambah kuat jika sukses ambil wilayah Ukraina, dan alasan Barat mendukung Ukraina untuk melemahkan Rusia, itu cuma akal-akalan alias coba-coba belaka. Faktanya Rusia maupun Barat cq AS sama-sama kekuatan militernya. Tidak ada pemenang dalam hal ini, bukan?

     Dan faktanya dunia kini terbelah dua, satu netral terhadap perang Rusia vs Ukraina, dan di sisi lain mereka yang mendukung Ukraina dengan bantuan alutsista. Pendukung Rusia dalam "serangan militer terbatas" ke Ukraina seperti Iran dan Korut jelas karena senasib dengan Rusia diberi sanksi oleh Barat.

     Sampai kapan pun Barat (Eropa Barat) harus selalu was-was dengan kekuatan nuklir Rusia, ya, rasakan sendiri akibatnya.....

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 7:11 AM

Inilah Ramalan Pemenang Pilpres 2024

 Inilah Ramalan Pemenang Pilpres 2024

mbah subowo

Ganjar nyata jadi lawan terberat Prabowo pada pilpres 2024.... Diperkirakan hanya ada tiga kontestan pasangan capres-cawapres pada kontestasi pilpres 2024. Ganjar PDIP diperkirakan berkoalisi dengan KIB (Golkar, PAN, PPP). Sedangkan Prabowo tetap dalam KKIR bersama PKB. Sedangkan Anies tetap dalam Koalisi Perubahan.

    Pada putaran pertama andai satu kontestan tersingkir, maka suaranya akan mendukung di antara kedua calon tersisa yang terus maju. Andai pada putaran pertama pasangan capres-cawapres dari Koalisi Perubahan tersingkir maka dukungan dari massa Koalisi Perubahan dialihkan mendukung kembali Prabowo (seperti pada 2019 yang lalu). Amien Rais menyatakan hal tersebut di berbagai plafon digital. Namun andai yang tersingkir justru Prabowo maka para pendukung Prabowo diperkirakan sebagian besar akan mengubah haluan untuk mendukung pasangan capres-cawapres yang diusung PDIP+KIB, Ganjar Pranowo. Dan satu lagi yang terakhir andai Ganjar Pranowo tersingkir pada putaran pertama, maka massa PDIP+KIB sebagian besar akan mengalihkan dukungan pada pasangan capres-cawapres PKB-Gerindra yakni Prabowo.

    Dari analisis sementara di atas maka dapat disimpulkan calon terkuat dan imbang adalah Prabowo dan Ganjar. Namun yang namanya takdir bisa berkehendak lain, bukan? Orang kejawen bilang tidak peduli siapapun orangnya asalkan dapat "pulung gaib wahyu keprabon" maka dialah Presiden RI Kedelapan!!!

    Perlu ditambahkan orang kejawen yang itu juga, bilang: "pulung gaib" yang wujudnya seberkas sinar cahaya misterius akan mengarah ke kediaman salah satu kontestan capres-cawapres 2024 yang otomatis tak dapat diganggu gugat akan muncul sebagai 'sang pemenang'.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 3:08 PM

OPM tidak berani habisi sandera asing?

 OPM tidak berani habisi sandera asing?

mbah subowo

Lucu juga gerakan OPM yang satu ini, menyandera orang asing agar dunia internasional menuruti keinginan si penyandera. Bagaimana andai sandera itu tewas? Siapa yang bertanggung jawab selain OPM dkk? Gerakan mereka akan habis andai terjadi hal itu.

     Sebelum kehilangan akal semacam di atas mereka sudah meneror situs-situs RI a.l. puskesmas, sekolah, kantor TNI, para pengemudi ojek, dan masuk kota berdemo. Semua yang dilakukan itu tidak menghasilkan keuntungan apapun bagi gerakan OPM. Kini mereka menarik perhatian dunia dengan satu langkah di atas, bikin drama sandera orang New Zealand yang jadi pilot di Papua.

     Bagaimana kisah mereka (para penyandera) akan berakhir, paling tidak untuk sementara, mereka tewas, tertangkap atau jadi buronan? Dan andai sang sandera itu selamat pun kelak bisa menulis buku pengalaman dengan judul "Berada di sarang OPM." Pasti jadi best seller!!!!

     Satu saran bagi saudara-saudara OPM bikin parpol saja untuk memperoleh dukungan rakyat Papua yang riel nyata. Sedangkan untuk menyalurkan syahwat dan naluri "perang"nya bagi yang tidak ingin "perubahan" boleh lanjut terus "gerilya" sampai kehabisan daya.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 5:43 AM

Apa yang diincar Beruang Merah?

 Apa yang diincar Beruang Merah?

mbah subowo

Laut Hitam!!!! Untuk menguasai Laut Hitam, negeri Beruang Merah perlu menguasai penuh pesisir Laut Azov. Dan itu berarti menguasai sisi Tenggara dan Timur negeri Gandum, bukan?

     Jadi sulit untuk memaksa Beruang Merah mundur dari wilayah Negeri Gandum sebagai suatu syarat perdamaian. Kecuali Negeri Gandum mau menyewakan wilayah apapun yang diinginkan Beruang Merah. Dengan menguasai Laut Hitam maka Beruang Merah akan merasakan adanya jaminan keamanan dari bagian selatan negerinya.

     Mengapa Beruang Merah sangat butuh keamanan, ya tentu karena Beruang Merah punya sifat cemas terhadap negara Barat. Bukankah Hitler menyerbu negeri Beruang Merah. Bukankah Jepang pernah mengalahkan Beruang Merah di Timur Jauh?

     Dan trauma terbesar si Beruang Merah adalah runtuhnya Soviet Uni pada 1992. Itulah beberapa hal melatarbelakangi keinginan para pemimpin Beruang Merah mendambakan jaminan keamanan.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 5:44 AM

Ramalan Sabdo Palon Perang Dunia Ketiga

 Ramalan Sabdo Palon Perang Dunia Ketiga

mbah subowo

Sabdo Palon penyintas abadi para penganut kejawen adalah titisan penguasa gaib sing "mbaurekso" Nusantara selama lebih dari 2500 tahun dengan urutan: Semar, Humarmoyo, Manikmoyo, Sabdo Palon, Noyogenggong. Ia "ngejawantah" jadi abdi penasihat di Wilwaktikta, istana Majapahit semasa Brawijaya V. 

     Sabdo Palon "sirna" ke mayapada 1478. Berselang 500 tahun sejak Majapahit runtuh itu sekali lagi ia "membo" ke marcapada pada 1978 di salah satu kota pedalaman Jawa Tengah. Pada kesempatan itu kepada para "muridnya" Sabdo Palon mewejang, bertitah atau "meramalkan" kelak di dunia akan terjadi goro-goro "besar"di jagad kasat mata "marcapada" dan dunia tak kasat mata "mayapada" selayaknya perang dunia ketiga yang berarti perang nuklir.

     Sabdo Palon bertitah sekali lagi tatkala tatanan dunia baru terbentuk pasca perang dunia ketiga maka negara Barat dan negara Oriental antara lain: Rusia, Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Tiongkok, Korea, semua  musnah, bukan saja penduduknya juga negaranya. Yang masih eksis menurut Sabdo Palon an sich sebagai berikut: bangsa Barat berpusat pemerintahan di Spanyol, bangsa Oriental berpusat pemerintahan Jepang, dan bangsa kulit berwarna sebagian besar masih eksis dengan pemerintahan berpusat di Jawa.

     Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 9:49 AM

Benarkah planet bumi bisa rusak?

Benarkah planet bumi bisa rusak?

mbah subowo

Menurut ilmu pengetahuan modern selama medan magnet bumi tetap kuat, maka atmosfir tetap bertahan. Selama atmosfir bertahan maka gas oksigen yang penting bagi kehidupan salah satunya akan tetap ada di atmosfir. Bandingkan dengan planet Mars yang tidak memiliki oksigen karena tidak memiliki medan magnet pelindung atmosfir. Mars yang minus medan magnet tidak kuat "menjaga" atmosfirnya hingga tidak lenyap ke angkasa tertiup paparan radiasi matahari.

    Medan magnet terbentuk oleh inti bumi terbuat dari besi yang berputar sehingga bak dinamo raksasa menghasilkan medan magnet raksasa. Itulah yang selanjutnya melindungi bumi dari radiasi ekstrim matahari sekaligus "menahan" berbagai lapisan atmosfir di atas permukaan bumi.

    Ulah manusia tidak sampai merusak medan magnet, hanya mangacaukan siklus gas yang berada di atmosfir termasuk ozon yang melindungi kehidupan dari paparan langsung radiasi matahari. Ozon yang rusak dan menumpuknya gas rumah kaca memang membuat kehidupan di bumi bisa berantakan. Dan tidak ramah lagi bagi kehidupan. Walau demikian sebelum revolusi industri bumi bisa memperbaiki diri sendiri atau secara alamiah selama jutaan tahun. Jika akibat ulah manusia sampai menimbulkan kekacauan atmosfir yang parah maka tatkala itulah bumi secara mandiri tak mampu lagi mengembalikan keseimbangan gas-gas di atmosfir secara alamiah. Nah saat itulah kehidupan yang alami hanya akan mampu bertahan berkat bantuan teknologi. Itulah yang kelak bakal dihadapi Bumi akan terjadi, jika laju polusi yang membuat atmosfir berantakan tidak dihentikan secara drastis.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 4:58 PM

Mengapa Mars kandidat terbaik koloni manusia?

 Mengapa Mars kandidat terbaik koloni manusia?

mbah subowo

Tata surya cuma memiliki delapan planet, dengan teknologi saat ini cuma delapan planet itulah yang bisa dijangkau sebuah wahana antariksa berawak. Itu pun baru tahap penjajakan awal. 

    Lagi pula masih berjarak terlalu jauh bagi wahana angkasa berawak untuk menyambangi tata surya (sistem bintang lainnya) terdekat semacam Alpha Centauri.

    Mars jadi pilihan terbaik di antara delapan planet selain bumi. Keenam planet lainnya kondisinya masih ekstrim saat ini.

    Kelak jika koloni manusia berhasil di Mars, maka itu akan menjadi tonggak dalam perjalanan jangka panjang di luar angkasa. Misalnya mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan biologis bagi para awak angkasa, dan juga memenuhi kebutuhan asupan energi bagi wahana angkasa itu sendiri.

    Kelak setelah penaklukan Mars oleh koloni manusia selanjutnya sasaran  yang tidak kalah pentingnya dalam suatu perjalanan antar bintang ialah mempersingkat waktu tempuh yang luar biasa panjang yang mungkin diatasi dengan revolusi teknologi propulsi yang ribuan bahkan jutaan kali lipat lebih maju dari propulsi yang dihasilkan teknologi saat ini.

    Persoalan propulsi yang lebih cepat sekaligus asupan energi wahana antariksa, dan juga asupan bagi para awak merupakan tantangan utama untuk jadi spesies antarplanet, antarbintang, antar galaksi, di samping itu juga faktor lingkungan ekstrim selama dalam perjalanan panjang dalam waktu tak terbatas.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 5:39 AM

Siapa capres dukungan Jokowi?

 Siapa capres dukungan Jokowi?

mbah subowo

Berikut inilah nama yang "direstui" oleh Jokowi untuk "nyapres": Ganjar, Prabowo, sedangkan nama lainnya belum muncul. Lantas siapa capres yang "heboh" tapi "enggak" dipedulikan Jokowi? Jawabannya mudah, "Mas Anies B.".

    Jokowi memang terang-terangan mendukung nama disebutkan di atas karena dianggap mau meneruskan "program" nya, ya, program pembangunan IKN salah satunya, dan juga kebijakan hubungan ekonomi yang "mesra" dengan Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan sebagainya.

    Sedangkan nama capres yang tidak dipedulikan, apa karena Jokowi tahu kebijakan yang bakal ditempuh kelak jika menang dianggap "antitesa" ? Hanya Jokowi yang tahu, bukan?

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 6:57 AM

Bekingan Barat Ukraina tolak damai

 Bekingan Barat Ukraina tolak damai

mbah subowo

Siapa yang disalahkan? Xi Jin Ping, Biden, Putin, atau Zelensky? Damai apapun ditolak dan ditolak terus oleh Ukraina sampai tanpa batas waktu. Kecuali "formula perdamainan" ala Zelensky sendri, isinya Rusia harus kalah, Rusia harus diadili, Rusia harus ganti rugi, dan Rusia harus sujud di telapak kaki Ukraina. Berlebihan memang, tapi itulah berkat "bekingan Barat" yang membuat pemimpin muda di antara para "gaek" merespon semua upaya perdamaian.

    Dunia menyaksikan bahwa diplomat top Tiongkok pun gagal menghadapi yang muda satu ini, yah berkat bekingan Barat. Sepertinya sudah biasa main beking-bekingan sehingga begitu pede mau menangnya sendiri. Yang jadi korban baginya tidak ada kompromi.

    Itu Henry Kissinger juga formulanya mirip dengan penasihat kebijakan luar negeri Tiongkok, Wang Yi. Semua ditolak oleh "jagoan" Barat.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 7:56 AM

Masa' Ukraina dibantu, Rusia dibantu juga, dong!

 Masa' Ukraina dibantu, Rusia dibantu juga, dong!

mbah subowo

Rusia sudah terlalu kuat jadi tidak boleh dibantu. Kalau dibantu ya jadi ga lucu, ga menarik lagi. Begitu logika anak kecil. Ukraina dibantu oleh lebih dari sepuluh negara, sementara Rusia kelak jika mendekati kalah tentu terpaksa minta bantuan negara lain. Untuk saat ini yang belum dimintai bantuan oleh Rusia ya, Tiongkok, kan?

     Rusia juga melarang negara lain untuk membantu Ukraina, tapi suaranya tenggelam, kalah dari suara Blok Barat cq Nato yang didukung media globalnya, bahwa Ukraina wajib dibantu sampai menang melawan Rusia.

     Kembali pada logika anak kecil apa beda Rusia dan Ukraina, sehingga cuma Ukraina yang boleh dibantu negara lain? Apa karena Rusia lebih dulu menyerang? Mengapa Rusia menyerang, bukankah karena Ukraina tidak menepati janji persetujuan Minsk? Atau penduduk berbahasa Rusia di wilayah Luhansk dan Donetsk yang berbahasa Rusia merasa dikucilkan oleh Ukraina?

     Kata Zelensky kalau Tiongkok membantu Rusia bisa timbul PD 3. Lantas apa itu bukan logika anak kecil. "Gue boleh dibantu, tapi lho ga boleh dibantu!" 

    Mencurangi perang dengan cara menggunakan logika anak kecil kata anak balita dan batita perangnya jadi ga' berkah, lho.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 9:00 AM

Mengapa Barat percaya Ukraina bakal menang?

 Mengapa Barat percaya Ukraina bakal menang?

mbah subowo

Kelemahan dan kemunduran militer Rusia-lah yang mungkin bikin Ukraina menang, dan bukan karena bantuan alutsista Barat. Bantuan alutsista apapun dari Barat rasanya tetap saja kalah kwantitas dari milik Rusia.

    Barat tidak punya pilihan lain, itu baru benar, dan Ukraina tahu betul memanfaatkan hal itu untuk "mencoba" memperpanjang perlawanan terhadap Rusia.

    Tiada pilihan lain bagi Barat selain membantu Ukraina memang belum tentu menjamin kemenangan berada di tangan Ukraina, bukan? Rusia menyadari betul keterbatasan alutsista Ukraina dalam menghadapi serbuan dalam jangka panjang. Rusia tampaknya mengubah strategi hanya berkonflik di wilayah sekitaran laut Azov.

    Ukraina sebaiknya mengumpulkan personel dan alutsista dalam perang berkepanjangan. Strategi ofensif di wilayah pendudukan hanya akan membuat hujan rudal Rusia menyasar sembarang wilayah Ukraina lainnya.  

    Rusia sudah mencoba menundukkan Kyiv, yang letaknya secara geografis bersinggungan lebih dekat dengan wilayah Belarusia. Dan jika Belarusia turun ke gelanggang maka Kyiv akan terancam kembali seperti yang terjadi pada serangan awal Rusia yang gagal menguasai ibukota Kyiv.

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 10:08 AM

Siapa pasangan paling tepat bagi Prabowo?

 Siapa pasangan paling tepat bagi Prabowo?

mbah subowo

Selain satu nama yang sudah fix: Cak Imin tentu masih banyak kandidat lain yang memungkinkan Prabowo lebih mulus lagi bisa memenangkan pilpres 2024. Apalagi jika terdapat parpol besar lainnya yang bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, tentu sosok baru cawapres 2024 bisa dipertimbangkan lagi.

     Selain daripada sosok cawapres yang berasal dari parpol baru, berikut ini nama yang bisa dipertimbangkan sebagai cawapres Prabowo yaitu: Sandiaga Uno mungkin berada pada urutan paling atas (dari Gerindra sendiri), selanjutnya ada nama-nama profesional ataupun seperti Erick Thohir, Sri Mulyani, bahkan sosok lain yang paralel dengan Cak Imin yaitu: Kofifah, Yaqut, masih tepat untuk mendampingi Prabowo. 

     Sekian untuk sekali ini.

*****


Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 11:10 AM

Siapakah calon presiden PDIP 2024?

 Siapakah calon presiden PDIP 2024?

mbah subowo

Partai yang satu ini serba rahasia tampaknya..... Mari main tebakan siapa calon RI-1 2024. Dari nama yang populer kerap muncul di media mungkinkah capres PDIP itu adalah: Bambang Pacul, Budiman S., Hasto Kristiyanto, Puan, Ganjar, Utut Adianto, Djarot Saiful, F.X. Hadi R,, Gibran, Maruarar, Ahmad Basarah, atau Ahok BTP?

    Siapapun yang kelak dipilih tentu bisa dibayangkan paling tidak sebading atau sekelas dengan Jokowi. Apa kriteria bagi yang masuk nominasi dan kemudian dipilih itu karena banyak jasa pada partai? Atau orang yang kira-kira membawa kebesaran Partainya? Boleh jadi semua harus diletakkan di atas pundaknya: kebesaran Partai, banyak jasa pada organisasi, bersih, dan tentu saja yang patuh serta populer, dan terakhir yang paling penting mengayomi "wong cilik".

    Sekian untuk sekali ini.

*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 2:55 PM