Ramalan Jayabaya, "Perang Korea, dan kekalahan Amerika Serikat."

Ramalan Jayabaya, "Perang Korea, dan kekalahan Amerika Serikat."

Subowo bin Sukaris


Negeri sosialis yang kini tersisa di Asia semua berada di garis pantai timur benua Asia, berturut-turut Republik Demokratik Rakyat Korea, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Demokratik Vietnam.
     Jenderal MacArthur panglima tertinggi tentara Amerika Serikat yang memenangkan Perang Dunia Kedua pada 1945, yang menjadi vasal kekuasaan Amerika bermarkas di Jepang kembali terjun ke medan laga perang Korea pada 1950. Perang Korea pada 1950 diawali dengan provokasi penyerangan atas kapal patroli Korea Utara yang sedang bertugas menjaga perairan negeri sendiri. Angkatan Laut Korea Utara dalam upaya membela diri kemudian membalas serangan gelap armada asing tak dikenal yang menyerang beberapa sasaran darat dan di laut wilayah Korea Utara.
     Keesokan harinya tiba-tiba saja di siarkan media massa ternyata peluru yang ditembakkan kapal patroli Korea Utara itu menyasar pada sebuah kapal pemburu Amerika Serikat. Peluru yang tertinggal pada kapal perang Amerika itulah yang dijadikan bukti bawah Korea Utara melakukan serangan lebih dulu terhadap kapal Amerika di perairan International. Atas pengaduan wakil Amerika Serikat maka sidang PBB digelar untuk mengutuk sekaligus mengesahkan tuduhan bahwa kapal Amerika diserang oleh Korea Utara, pecahan semenanjung Korea bagian utara yang memilih ideologi komunis. Sementara pecahan Korea bagian Selatan menjadi negeri bebas sekaligus sukarela sebagai boneka Amerika Serikat.

Resulusi PBB yang dibenggoli Amerika Serikat direalisasikan dengan persiapan untuk mengadakan serangan besar-besaran dengan sasaran Korea Utara yang komunis. Pasukan PBB yang bertugas menjaga perdamaian Semenanjung Korea memusatkan kekuatan dan membekali senjata paling modern itu segera membanjiri Korea Selatan. MacArthur yang yang bersiasat sebagai panglima pasukan PBB sebagai kedok sesungguhnya adalah mewakili kepentingan Amerika Serikat berkeras untuk menghancurkan semua negeri sosialis/komunis yang bercokol di pantai Timur benua Asia tersebut. Jendral MacArthur menganggap ancaman komunis di Eropa dapat diselesaikan dengan melenyapkan negeri-negeri komunis di benua Asia terlebih dulu.
     Sejak kemenangan sekutu pada Perang Dunia Kedua 1945 MacArthur mewakili pemerintah Amerika sebagai vasal atas negeri protektorat Jepang, kedudukannya lebih tinggi daripada kaisar Jepang sendiri.  MacArthur sebagai jenderal panglima Sekutu pemenang perang dunia kedua yang menaklukkan Jepang kini selaku wakil pemerintah Amerika Serikat yang berkuasa penuh untuk menerima surat-surat resmi penyerahan semua dutabesar asing yang menduduki pos di Jepang.
    Pasukan PBB setibanya di Korea Selatan segera merangsek maju ke Utara, tak ada perlawanan berarti dari pasukan komunis Utara. Tank, meriam mobil, kendaraan pengangkut pasukan semua berpesta pora setelah berhasil memasuki wilayah Utara hingga lintang 38 derajat. Mereka menjadi lengah dan tidak menyadari bahwa pasukan Komunis memang sengaja membiarkan daerah-daerah tertentu dimasuki dan diduduki oleh musuh.
      Pasukan komunis justru melakukan gerakan menempuh perjalanan ke arah Selatan dan memasuki wilayah musuh di Selatan.
      Begitulah beberapa hari pesta kemenangan digelar pasukan Amerika Serikat, tiba-tiba saja dari balik gundukan bukit salju di mana-mana muncul pasukan seputih salju dengan mengandalkan senjata ringan mulai menyerbu kedudukan pasukan PBB.
      MacArthur menghadapi serangan mendadak itu segera memutuskan untuk kembali pada garis lintang 37 derajat. Pasukan sekutu dikepung dari arah depan dan belakang oleh pasukan Korea Utara yang menyamar di musim salju itu. Sementara pasukan Amerika Serikat/PBB mudah dikenali di wilayah yang berubah menjadi serba putih. Alhasil pengunduran pasukan PBB itu menelan korban tidak sedikit di pihak Sekutu, demikian pula di pihak pasukan Utara yang jauh memasuki pedalaman Korea Selatan yang kekurangan logistik akibat terputusnya beberapa garis logistik.

Selama serbuan ke Korea Utara itu MacArthur panglima pasukan Amerika Serikat sekaligus "panglima pasukan PBB" berusaha meluaskan medan peperangan Korea hingga jauh memasuki daerah perbatasan Republik Rakyat Tiongkok di wilayah sungai Yalu. MacArthur ingin memprovokasi dan menyeret Tiongkok secara resmi agar turun ke gelanggang medan perang Korea.  Tindakan MacArthur meningkatkan eskalasi perang yang melibatkan Republik Rakyat Tiongkok tentu akan membuat letusan Perang Dunia Ketiga.
    Pasukan Amerika Serikat dan negara Barat yang tergabung sebagai pasukan multinasional yang ingin melenyapkan kekuatan militer negeri Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara dari peta dunia. Gempuran pasukan "PBB" memang telah sukses merangsek melewati garis 38 derajat dan mencapai Pyongyang. Pasukan Korea Utara di ibukota negeri Ginseng dengan gagah berani itu bertahan secara gigih di antara samaran salju-salju.
      Sementara itu Mao Zhedong, Zhou Enlai, Zhu De dan lain-lain pimpinan Tentara Merah Tiongkok mulai mengadakan pertemuan untuk memutuskan membantu atau tidak membantu negeri tetangga yang sedang tertimpa musibah itu. Dan keputusan akhir pimpinan Tiongkok ialah membantu tetangganya yang sedang tertimpa bencana diserbu oleh tentara asing pimpinan Amerika Serikat.
     Zhu De salah seorang panglima Tentara Merah Tiongkok pun dikirim untuk memimpin pasukan Tiongkok yang disebut sukarelawan Tiongkok menyeberangi perbatasan dan masuk ke dalam wilayah Korea Utara. Pasukan Tentara Merah yang terkenal berdisiplin dan taat pimpinan itu mengenakan seragam putih-putih untuk menyamar di tengah hujan salju menjelang bulan Desember itu.
    Senjata yang dipergunakan sukarelawan Tiongkok dan pasukan Korea Utara ialah mengandalkan kemampuan taktik/strategi/siasat militer dan kecerdikan yang bersumber dari logika perang ala ideologi Marxisme-Leninisme yang disesuaikan dengan perkembangan sejarah dalam upaya melawan senjata modern serta bombardemen udara pasukan "PBB" di bawah pimpinan USA. 
      Pasukan tentara merah Tiongkok dan pasukan Korea Utara menggunakan taktik dan strategi perang gerilya berikut ini, "Jika pasukan musuh bergerak maju, pasukan kita bergerak mundur... jika pasukan musuh bergerak mundur, pasukan kita mengejar mereka... dan jika pasukan musuh sedang diam atau beristirahat, maka pasukan kita segera menggempur atau mengganggu mereka ...!" 
      Telah  terbukti pasukan sederhana yang gagah-berani itu berhasil memukul mundur pasukan asing dengan perlengkapan militer modern pemenang PD II dari garis 38 derajat. Selanjutnya pasukan Korea Selatan yang dibekingi PBB/AS berlindung di belakang garis 37 derajat hingga awal abad keduapuluh satu ini, tepat selama 60 tahun.
    Pasukan komunis Tiongkok sekitar 200.000 itu pun meneruskan serangannya hingga memasuki daerah pertahanan musuh di garis 37 derajat. Karena logistik yang terlalu jauh maka akhirnya mengurungkan diri bertempur lebih jauh lagi. Pasukan gelap yang diam-diam membantu tetangganya itu pun setelah yakin pasukan Korea Utara dapat mengkonsolidasikan diri maka segera mengundurkan diri dari wilayah Korea untuk kembali ke Tiongkok.
    MacArthur yang mengetahui Tiongkok mengirim pasukan secara diam-diam itu pun berusaha menggempur perbatasan untuk memancing Tiongkok membalas serangan sehingga perang meluas lagi. Tiongkok hanya mengirimkan Mig-Mignya tanpa berusaha mengirimkan pasukan Darat besar-besaran.
    Kegagalan MacArthur di medan Perang Korea (1950-1953) mengakibatkan jenderal ini pun dipecat sebagai panglima pasukan Amerika Serikat di Semenanjung Korea. MacArthur sering bertindak sendiri tanpa berkoordinasi dengan Washington. Jenderal baru pun dikirim ke Korea untuk menggantikan  MacArthur, akan tetapi ternyata kwalitasnya tidaklah sehebat MacArthur sehingga akhirnya Korea Utara dapat bertahan sampai hari ini dengan ideologi komunis.
    Letusan kembali perang di Semenanjung Korea pada awal abad keduapuluh satu ini, sementara kekuatan militer kedua belah pihak yang telah sama-sama berkemampuan nuklir antarbenua dapat memicu kemusnahan umat manusia sebagaimana diramalkan oleh Sri Aji Jayabaya raja Kediri abad keduabelas Masehi.

Besuk yen ana peperangan.
Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor.
Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi.
Hore! Hore!
Wong Jawa kari separo.
Landa-Cina kari sejodho.

Kelak akan ada perang besar melanda bumi manusia.
Terjadi di belahan bumi Timur, Barat, Selatan dan Utara.
Penguasa negara adidaya saling berembug memilih negara mana yang hendak mereka caplok.
Hore! Hore!
Orang kulit berwarna tinggal bersisa separo.
Bangsa kulit putih dan bangsa kulit kuning tinggal bersisa sepasang.

*****
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 8:54 PM