Showing posts with label ronggowarsito. Show all posts
Showing posts with label ronggowarsito. Show all posts

Ramalan Ronggowarsito tentang perang dunia dagang

Ramalan Ronggowarsito tentang perang dunia dagang
mbah subowo
Amerika S. giat-semangat melancarkan Perang Dunia Dagang melawan Tiongkok demi membuktikan dirinya tetap negeri adidaya yang pantas berjaya di bidang ekonomi. Tidak diragukan lagi dan diakui negeri lain, AS memang petahana adidaya militer di planet bumi.
     Perang dunia dagang sejak 2018 yang tengah dikobarkan AS untuk menyerang Tiongkok tentu dengan satu tujuan mempertahankan hegemoni militer dan ekonomi di planet Bumi.
     Para pakar Barat telah memprediksi dalam satu dekade ke depan Tiongkok nyaris menyalip AS merebut posisi sebagai adidaya ekonomi. Masih hafal dengan “belt and road” yang terus maju berkembang? Sukses itu tidak boleh terjadi, bukan?
     AS yang  sudah lama mengincar negeri Komunis memang sedang menunggu waktu yang tepat. Ibarat penembak jitu sudah lama mengincar sasaran yang terus bergerak.
     Paman Trump yang sejak kampanye pilpres telah menggaungkan berbagai isu kebijakan “aneh” ke depan a.l.: membangun tembok perbatasan Mexico-AS, memulangkampungkan investasi teknologi perusahaan AS di mancanegara, kembalikan investasi hanya berada di negeri AS sendiri, dan menyeimbangkan defisit neraca perdagangan bersama negara lain dengan cara apapun juga.
     Paman Trump memang pede, akan tetapi tentu ada batasannya, jika berlarut-larut, tak ada percepatan, tak kunjung selesai tuntas, tentu ancaman resesi dalam negeri AS akan memeluk negeri adidaya itu.
     Andai dan tatkala AS menunggu terus hingga Tiongkok kolaps morat-marit dalam segi politik, ekonomi, dan kestabilan dalam negeri, maka itu hanya membuahkan kecele belaka. Negeri-negeri Asia, Afrika, dan Amerika Latin terkenal mampu bertahan hidup dalam kondisi paling buruk sekalipun.
     Rencana jangka panjang Negeri Tirai bambu memang mengumpulkan pundi-pundi dari arus perdagangan dengan negeri lain yang membutuhkan produksi massal skala raksasa hasil kerja Rakyat Tiongkok.
     Para pakar yang mendampingi Paman Trump tentu sudah memberikan tanda agar sang Presiden memberikan sinyal hijau kepada para sniper yang bersiaga mengincar sasaran sejak lama. Bukankah pencegahan lebih baik daripada mengobati, demikian kira-kira pikir Paman Trump demi kejayaan AS.
     Tiongkok negeri Hybrid setengah komunis setengahnya lagi kapitalis, mampukah bertahan dari gempuran resesi kelak?
     Garis takdir akan membuktikan dirinya sendiri seiring berdetaknya waktu.
     Berikut ini prediksi dari seorang murid nujum masyhur Jayabaya yang memiliki sekadar relevansi terjadinya perang dunia dagang. Inilah beberapa bait syair prediksi Ronggowarsito yang hidup pada abad kesembilan belas Masehi (1800-an):

     Tahun windu kuning kencono ana wewe putih gegamane tebu wulung arsa angrebaseng wedhon (Ronggowarsito, 1800-an)

     Kelak di masa depan sebuah negeri dengan julukan wewe putih negeri Rusia yang memiliki senjata semacam rudal/roket akan mengalahkan negeri kulit putih lainnya dengan julukan wedhon. (Britania Raya berulang kali menyebut Rusia sebagai kerajaan setan, semacam setan wewe gombel berkelir putih). AS yang juga negeri berpenduduk mayoritas pendatang bangsa Eropa, juga berkulit putih (bule), julukan wedhon pantas juga!
Rusia Berjaya dengan rudal-rudalnya semacam S-400 bentuknya seperti batang tebu wulung yang tampak gelap.
     Kembali ke awal tulisan, Perang dunia dagang yang terus berkelanjutan dan menyebar ke penjuru dunia antara negeri Paman Sam melawan Paman Mao dalam prediksi Ronggowarsito berbentuk sanepan di atas yang akan keluar sebagai pemenang akhir ternyata adalah Paman Lenin.
     Sekian untuk sekali ini.
*****



Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 9:47 AM

Ramalan Ronggowarsito Jokowi Presiden Ketujuh, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

Ramalan Ronggowarsito Jokowi Presiden Ketujuh, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

mbah subowo bin sukaris

Satu satunya Presiden RI yang bukan petinggi partai politik adalah Presiden ketujuh Joko Widodo, tepat sebagaimana tertulis dalam ramalan pujangga Jawa terakhir R. Ng. Ronggowarsito, Jokowi selalu beruntung dalam memperoleh "wahyu".
      Joko Widodo terbukti adalah "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu" yang tidak mengandalkan Partai Politik akan tetapi beliau selalu beruntung menerima pulung gaib wahyu keprabon dari berbagai jurusan termasuk dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
      Sebagai catatan yang sudah diketahui umum bahwa Soekarno itu ketua PNI, Soeharto itu ketua Dewan Pembina Golkar, Gus Dur itu ketua Tanfiz PKB, Megawati itu jelas ketua umum PDI Perjuangan, dan SBY ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, mengenai Presiden RI ketiga B.J. Habibie, beliau (B.J. Habibie) hanya presiden pengganti yang ditunjuk langsung oleh Soeharto dalam kondisi darurat tatkala beliau (H.M. Soeharto) "lengser keprabon" 21 Mei 1998.
      Joko Widodo presiden RI ketujuh menggenapi ramalan Ronggowarsito "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu", seorang pemimpin yang relijius dan selalu memegang kekuasaan ke arah yang sesuai dengan arah wahyu yang diembannya.
     Dan Wahyu yang diemban Joko Widodo antaranya adalah: Wahyu yang diembannya dari ketua PDI Perjuangan (sebagai petugas partai), di samping itu juga wahyu yang diembannya berasal dari sebagian Rakyat Indonesia yang memilihnya dalam pilpres setahun yang silam. Joko Widodo juga mendapatkan "wahyu Illahi", "wahyu keprabon", "wahyu cakraningrat" yang lazim diterima oleh semua pemimpin NKRI. Wahyu keprabon yang diemban oleh Presiden RI pertama hingga ketujuh berasal dari Allah s.w.t, Tuhan Yang Maha Esa.
     Joko Widodo sebagai sosok relijus "Satrio Pinandito" lebih memilih -- meminjam istilah Mao Zhe Dong, "biarlah seribu bunga mekar bersama" daripada suatu fanatisme tertentu.
      Pada 2019 bisa diperkirakan "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu" masih akan menerima pulung gaib wahyu keprabon baik dari partai politik maupun wahyu dari rakyat yang adalah manifestasi wahyu Illahi. Bukankah semua itu memang sesuai dengan ramalan Ronggowarsito yang hidup di abad 19 (1800-an)??!
   Seandainya ramalan Ronggowarsito benar terbukti maka pada 2024 Joko Widodo harus menyerahkan semua wahyunya -- sebagai prasyarat kearifan lokal -- dalam memimpin NKRI -- kepada sosok baru.
    Dan sosok baru itu (presiden RI kedelapan) memang tidak ada dalam ramalan Ronggowarsito, maka kami membuat prediksi bahwa presidan RI kedelapan akan berasal dari keturunan langsung maupun tidak langsung dari ketujuh presiden RI yang telah memasuki masa purnabakti itu, baik karena dipaksa turun oleh rakyat, lawan politik, maupun atas kehendak konstitusi yakni sesuai undang-undang kekuasaan sebagai Presiden RI.

*****
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 11:24 AM

Ramalan Ronggowarsito Presiden 2014 "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"

Ramalan Ronggowarsito Presiden RI 2014 "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"

mbah subowo bin sukaris

R. Ng. Ronggowarsito pada awal abad kesembilan belas (1800-an) telah meramalkan tujuh satria pemimpin Republik Indonesia. "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu" sebagai satrio pemimpin RI ketujuh dengan cara pemilihan presiden secara langsung pada pertengahan 2014 ini mulai ditentukan oleh kawula Nusantara. Pemilihan presiden sejak 2004 tidak melalui perwakilan dalam dewan rakyat, sebagaimana yang terjadi mulai 1945-2003.
      Di bawah ini dua nama yakni Ir. H. Joko Widodo dan Letnan Jenderal Prabowo Subianto Djojohadikusumo yang tampil dalam pilpres sebulan mendatang, tentu salah satunya kelak yang menjadi pemenang akan terpilih sebagai "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu". "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu" artinya seorang pemimpin yang saleh yang selalu mendapatkan pulung gaib wahyu keprabon atau wahyu cakraningrat.

Ir. H. Joko Widodo memiliki karier dalam pemerintahan Republik Indonesia begitu cepat, seorang walikota salah satu kota besar di Jawa Tengah dalam dua periode berturut-turut, akan tetapi pada periode kedua yang belum sempat dituntaskan langsung mengikuti pilihan gubernur ibukota DKI Jakarta, dan menang. Kemenangan itu membawa Joko Widodo memerintah ibukota hanya dalam dua tahun saja, selanjutnya beliau ditunjuk oleh partai politik induk semangnya agar maju dalam pemilihan presiden 2014. 
      Dari kemenangan Joko Widodo sebagai walikota Solo, Gubernur DKI itu jelas sekali bahwa Joko Widodo dua kali berturut-turut mendapatkan puluh gaib wahyu keprabon atau wahyu cakraningrat. Dan untuk ketiga kalinya bisakah terjadi Jokowi memenangkan pilpres yang berlangsung sebulan lagi? Sehingga Jokowi menduduki kursi Presiden ketujuh RI sebagaimana diramalkan oleh Ronggowarsito adalah berjuluk "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"!

Letjen Prabowo Subianto Djojohadikusumo memiliki karier militer yang cemerlang mulai memimpin sebuah grup pasukan di TimTim pada 1980-an hingga menghadapi gerakan separatis di Papua yang tak kunjung usai hingga detik ini. Dan selanjutnya menjelang berakhirnya Orde Baru, Prabowo sempat menduduki jabatan sebagai Komandan Jenderal Kopassus dan juga menjadi Panglima Kostrad. Jika situasi politik berbeda yang sejarah yang terjadi maka selangkah lagi Prabowo dapat menjadi Kasad dan Panglima TNI. Sayang sekali Orde Baru terburu ambruk oleh kegiatan mahasiswa yang berhadapan dengan elemen sipil lainnya kepanjangan tangan dari militer kala itu.
      Prabowo sebagai sosok yang potensial dalam karier militernya menduduki jabatan tertinggi dalam militer RI pada akhirnya harus tersingkir atau disingkirkan oleh kelompok militer yang memegang kendali pasca jatuhnya Orde Baru. Prabowo yang kala itu adalah anak menantu Presiden Soeharto tentu saja digadang-gadang akan melanggengkan kekuasaan rejim Orde Baru Jenderal Soeharto. 
    Ada rumor maupun isu telah terjadi perpecahan terjadi antara orang tua kedua belah pihak yang berimbas pada anak-anak mereka. Prabowo pun terpisahkan dengan istri tercintanya oleh keadaan situasi politik waktu itu.
      Karier militer Prabowo tamat pada 1998, akan tetapi pada 2004 memasuki dunia politik sebagai salah satu kandidat konvensi partai untuk maju sebagai bakal calon presiden.  Dalam konvensi partai 2004 itu Prabowo kalah dan gagal. Demikian pula pada pilpres 2009 Prabowo yang mendirikan partai politik sendiri maju sebagai seorang bakal calon wakil presiden. Sayang sekali Prabowo juga kurang mujur. Kegagalan dan kekalahan pada masa lalu itu mungkinkah kini akan terlunasi dengan sebuah kemenangan menduduki kursi Presiden RI ketujuh berjuluk "Satrio Pinandito Sinsisihan Wahyu", sebagaimana diramalkan pujangga Jawa terakhir Ronggowarsito?


*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 11:03 AM

Benarkah capres 2014 Ir. H. Joko Widodo "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"?

Benarkah capres 2014 Ir. H. Joko Widodo "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"?

mbah Subowo bin Sukaris

Ramalan R.Ng. Ronggowarsito, pujangga keraton Jawa terakhir, yang hidup pada abad kedelapan belas tentang presiden RI ketujuh berjuluk "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu".
      Menafsirkan ramalan Ronggowarsito tentang hal di atas dengan cara mengaitkannya dengan salah satu calon presiden 2014 yang selalu menjadi juara survai, Ir. H. Joko Widodo, maka berikut ini sekadar timbangan tentang prosentase kemungkinan dia akan tampil sebagai pemenang pilpres 2014 mendatang.

Ir. Joko Widodo adalah "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"

1. Ir. H. Joko Widodo mendapat dukungan dari kaum Satria (militer) dan kaum Pinandito (ulama, biksu, pendeta dst.)
2. Ir. H. Joko Widodo mendapat dukungan dari kaum pedagang dan rakyat jelata, juga kaum paria.
3. Ir. H. Joko Widodo memiliki strategi mengelak serangan dari lawan politiknya dengan cara tidak mau membalas dengan serangan balik.
4. Ir. H. Joko Widodo dibanding capres lainnya memang memiliki kans lebih besar mendapatkan pulung gaib wahyu keprabon sehingga sukses memenangkan pilpres 2014.

Ir. Joko Widodo bukan "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu"

1. Ir. H. Joko Widodo bukan berasal dari kaum Satria (militer) melainkan kaum pedagang (Waisya)
2. Ir. H. Joko Widodo bukan berasal dari kaum santri, melainkan tengah-tengah antara santri dan abangan.
3. Ir. H.Joko Widodo hanya menjalankan mandat partai politik, dan bukan dari calon independen.
4. Ir. H. Joko Widodo saat pilpres 2014 belum purnabhakti menyelesaikan tugas sebagai walikota Solo maupun Guburnur DKI. Itu artinya jika Ir. H. Joko Widodo terpilih menjadi Presiden RI ketujuh ada kemungkinan ia juga tidak purnabhakti menjalankan tugasnya 5 tahun penuh.

*****
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 9:41 AM

Ramalan Jayabaya-Ronggowarsito tentang Presiden RI 2014

Ramalan Jayabaya-Ronggowarsito tentang Presiden RI 2014

mbah Subowo bin Sukaris

Negara Indonesia atau NKRI yang baru merdeka sejak 1945 atau baru saja merayakan ultah ke 68 tiada henti dan silih berganti berkesinambungan mengalami pasang surut kehidupan bernegara, baik yang terjadi di dalam penyelenggaraan pemerintahan sendiri maupun di kalangan rakyat banyak yang kini bisa hidup merdeka diperintah oleh bangsa sendiri. 
     Ketidakadilan yang dirasakan oleh sebagian besar rakyat dan kemakmuran dirasai segelintir manusia terus berlangsung sepanjang 68 tahun tiada putus, gejolak politik gontok-gontokan semasa Orla, penindasan oleh aparat semasa Orba, dan kriminalitas dalam bentuk korupsi semasa Oref saat ini rasanya membuktikan memang belum terwujud cita-cita pendirian negara membentuk masyarakat adil-makmur merata bagi semua warganegara. 
     Semua itu telah menjadi pelajaran dan pembelajaran berharga bagi bangsa Indonesia. Sebentar lagi kalender menunjuk angka 2014, perhelatan besar bagi rakyat Indonesia bakal digelar untuk memilih presiden baru yang ketujuh di negara Kesatuan Republik Indonesia. Akankah pemimpin baru perubahan yang membawa angin surga bakal tampil? Ataukah tampil yang sebaliknya dari harapan seluruh komponen bangsa?
     Semua orang tentu berharap yang pertama. Berbagai peramal modern yang profesional maupun amatiran masa kini mulai menggulirkan berbagai ramalan tentang siapa yang akan terpilih atau memenangkan perolehan suara terbanyak pada pemilu 2014. 
     Dari sekian banyak prediksi itu di antaranya tampil ramalan kuno tentang presiden ketujuh Indonesia. Hal itu dikemukakan antara lain yang telah dicetuskan oleh R. Ng. Ronggowarsito dan Sri Aji Joyoboyo. Ronggowarsito adalah pujangga keraton Surakarta yang hidup di abad kesembilan belas. Sri Aji Joyoboyo adalah seorang raja Kediri di Jawadwipa yang masyhur sebagai nujum ulung sejak abad duabelas masehi.
     Prediksi presiden RI ketujuh menurut R. Ng. Ronggowarsito adalah sebutan seseorang sebagai "Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu" artinya kurang lebih seorang Satria-Brahmana, Begawan-Satria yang mendapatkan wahyu atau pulung gaib selanjutnya mengemban kekuasaan sebagai kepala negara RI ketujuh. 
      Sedangkan presiden ketujuh RI menurut nujum masyhur yang hidup abad keduabelas masehi: Sri Aji Jayabaya atau orang Jawa menyebut Sri Aji Joyoboyo antara lain dapat ditafsirkan dari bait-bait berikut ini. Bait-bait Joyoboyo di bawah ini paling tepat di antara bait lainnya. Mengapa? Prediksi dari tokoh-tokoh yang mulai menampilkan diri secara sukarela atau dipaksa menampilkan diri oleh media pada 2013 secara terang-terangan maupun malu-malu mulai terdeteksi "siapa-siapa" mereka itu. 

apeparap pangeraning prang
tan pokro anggoning nyandhang
ning iya bisa nyembadani ruwet rentenging wong sakpirang-pirang
sing padha nyembah reca ndhaplang,
cina eling seh seh kalih pinaringan sabda hiya gidrang-gidrang

Calon presiden ketujuh itu seorang master atau ahli siasat perang tingkat tinggi, bangsa Indonesia kelak mulai disegani oleh negeri lain yang coba-coba nyaplok wilayah RI. Pemimpin Ri yang tampil 2014 itu juga seorang yang sederhana dalam kehidupan sehari-hari sampai-sampai pakaian yang dikenakannya dalam acara protokoler resmi kurang terurus (pantas) sesuai dengan posisi jabatannya. Bisa jadi dia ini agak eksentrik dalam artian tertentu misalnya selalu sederhana dalam penampilan antara lain seperti yang dilakukan pada dasawarsa 60-an oleh pemimpin Vietnam Paman Ho, yang jika bertandang ke negeri lain hanya mengenakan topi caping terbuat dari bambu dan baju hitam dari kain sederhana seperti pakaian yang dikenakan sebagian besar petani rakyat Vietnam.
      Walaupun penampilan pemimpin berjuluk pangeran perang ini sangat sederhana akan tetapi ia mampu menengahi keruwetan hidup orang banyak seluruh bangsa Indonesia.
      Di antara keruwetan yang tengah terjadi atau akan terjadi menimpa mereka orang-orang minoritas dan tersisih, antara lain mereka yang memuja (sebagai perantara) patung bertangan terbuka lebar-lebar (ndaplang, kristus). Pemimpin baru itu juga mampu menumbuhkan rasa kesadaran diri di kalangan orang Tionghoa (jahat) yang kembali teringat pada guru-gurunya yang mengajarkan kebaikan dan mematuhi segala perintahnya sehingga berubah menjadi Tionghoa yang baik serta memiliki rasa nasionalisme Indonesia yang tinggi. Walau demikian sebagian kecil kelompok Tionghoa jahat  tetap tidak berubah, mereka yang demikian itu pun berusaha menyingkirkan diri sejauh mungkin.

*****
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 7:38 AM

Jaman Edan Ronggowarsito

Jaman Edan Ronggowarsito


Lebih dari dua ratus tahun manusia di planet bumi (sampai dengan 2011) mengalami kurun jaman edan (jaman serba cepat, jaman modern). Prediksi mengenai jaman edan (crazy times) oleh pujangga Rangga Warsita sebagai berikut ini**. Kemajuan yang dicapai saat ini di bidang filsafat, ekonomi, politik, kebudayaan, teknologi, dan sebagainya sungguh luar biasa tak pernah terbayangkan di kepala nenek moyang manusia di masa silam. Menjadi catatan khusus, sejak seorang aktor Ronald Reagan menjadi presiden Amerika Serikat hingga Arnold Schwarzenegger menjadi Gubernur California, sebagai pemimpin publik yang dikenal seantero dunia, maka imbasnya terjadi juga hal yang sama dan latah di Nusantara: para aktor, aktris, dan seniman Nusantara ramai-ramai patacengke mengajukan diri sebagai pemimpin publik mulai tingkat rt hingga anggota dewan yang terhormat. Mengapa terjadi fenomena demikian? Jawabannya di jaman edan ini "tontonan" telah menjadi "tuntunan". Memang sudah sewajarnya di jaman edan ini cocoknya seorang pemimpin publik jika berasal dari golongan seniman dan terutama sekali aktor maupun aktris yang sudah mumpuni melakukan tebar pesona dan pencitraan diri. Mereka semua sebelumnya telah menjadi obyek "tontonan", dan giliran selanjutnya menjadi "tuntunan" alias pemimpin yang menuntun orang yang dipimpinnya. Seniman yang biasanya ngedan untuk cari ilham, dan dengan demikian tak perlu lagi menggunakan rumus eksakta dari berbagai disiplin ilmu dalam membuat keputusan kebijakan publik, cukuplah mengandalkan darah seni belaka yang ditingkahi pendidikan S sekian yang menyusul diraihnya. Bandingkan dengan pemimpin yang berasal dari jaman waras di masa silam, seorang pemimpin publik sebelum pegang jabatan akan disumpah di samping itu juga menjalani laku tapa, laku prihatin, membersihkan bathin, menunggu wangsit di tempat angker, puasa beberapa minggu, dan lain-lain hal yang semacam itu. Hasilnya memang tidak menjamin seorang pemimpin masa lalu menjadi sangat sempurna, akan tetapi dibandingkan pemimpin dari jaman edan tentunya beda prosentasi dalam berbuat kebajikan bagi rakyatnya sangat signifikan bedanya. Memang kepandaian para pemimpin publik sekarang ini tidak diragukan bergelar akademis S1, S2, S3, dan Professor dari disiplin ilmu masing-masing. Akan tetapi kepandaian akademis seseorang tidak menjamin ia bebas dari godaan harta, takhta, dan wanita; kecuali mereka yang juga memiliki pegangan agama dan taat menjalani aqidahnya, dan juga mereka yang percaya pada karma dan atau dosa selama hidup di dunia. Sebaliknya pemimpin kuno dalam melakukan tapa brata itu bertujuan untuk mengendalikan diri dari godaan duniawi.
      Di jaman edan ini memang aneh bahwa sumpah jabatan di atas kitab suci atau janji kesetiaan kepada negara cuma menjadi prosesi rutinitas belaka tanpa makna, mengapa? ya, karena pada saat disumpah itu person yang bersangkutan berusaha tidak memberikan kesucian hatinya, dan kadang berharap tidak kualat jika kelak mengkomersilkan jabatannya demi harta dan lainnya. Itu adalah sumpah palsu yang cuma terjadi di jaman edan ini saja. Seharusnya mereka disumpah bukan hanya di atas kepala diberi kitab suci saja, akan tetapi juga perlu ditambah kitab undang-undang hukum perdata/pidana sipil/militer.
      Dua ratus tahun jaman edan telah mengubah planet bumi makin panas (pemanasan global), lingkungan hidup rusak akibat penggalian bahan tambang, pencemaran bahan limbah kimia di setiap sudut tempat akibat industrialisasi. Bahan pestisida meracuni air, tanah sawah, rumah, dan tempat kerja yang terus berputar dalam produk bahan pangan yang dihasilkan dan bermuara di dalam tubuh manusia yang akhirnya menimbulkan dampak timbulnya gejala segala macam penyakit. Mulai dari jantung hingga kanker, sampai dengan HIV.
      Dua ratus tahun jaman edan tak boleh dipungkiri kemajuan teknologi di segala bidang di antaranya telah dapat dinikmati telepon seluler pintar sampai gadget berbentuk tablet. Di bidang persenjataan oleh manusia sedang dikreasikan senjata nuklir generasi baru yang mampu menembus atmosfir bumi dan selanjutnya terbang ke sasaran dengan sekali lagi menembus atmosfir bumi yang panas. Juga di bidang ruang angkasa, manusia telah menemukan dan berhasil mempelajari dan semakin memahami obyek planet tatasurya berikut pernik-perniknya maupun rahasianya dan juga mampu memahami apa itu lubang hitam (black hole), fosil cikal bakal kehidupan di bumi berupa batu meteor. Dan sasaran utama apakah yang hendak dicapai dengan melimpahnya pengetahuan obyet luar angkasa itu? Sasaran paling masuk akal tentunya menciptakan kehidupan di atmosfir bumi yang bebas gravitasi.
      Juga dalam dua ratus tahun jaman edan ini tidak mengherankan bahwa ayat suci dari kitab suci suatu agama telah berubah menjadi doktrin kekerasan, doktrin dendam, doktrin anarki dan sebagainya demi menyesuaikan diri menjaga eksistensi sesuai situasi yang dihadapi di jaman edan.
      Penyalahgunaan kekuasaan dalam negara Nusantara di jaman edan ini mencapai puncaknya sejak awal berdirinya Orde Baru sekitar 1966 dan berlanjut terus sampai hari ini 2011, korupsi yang dilakukan mulai dari akar rumput hingga puncak kekuasaan sukar sekali diberantas dan disembuhkan. Disiplin partai-partai politik yang sedang eksis tidak ada yang sekeras baja. Bandingkan dengan disiplin Partai Komunis Tiongkok yang tak kenal ampun, mereka menegakkan disiplin partai sampai perlu dengan jalan menembak mati bagi anggota yang melanggar disiplin partai komunis Tiongkok. Di masa Orde Lama Soekarno, salah satu disiplin Partai Komunis Indonesia yang ditegakkan ialah melarang anggotanya beristri dua, berselingkuh, atau memperlakukan istrinya secara tidak patut. Bagi yang melanggar disiplin tidak pandang bulu mulai dari anggota biasa hingga anggota Politbiro, maka hukumannya adalah pemecatan sebagai anggota Partai Komunis Indonesia. Itu sekadar contoh saja.
      Ranggawarsita dalam bagian inti syair serat Kalatida di bawah ini secara jitu, tepat dan akurat menggambarkan atau mencerminkan laku bijak orang Jawa yang dikenal dan terkenal di antara bangsa Nusantara telah memiliki kebijakan dan kebajikan dalam bentuk kata yang sebagian ada yang tidak dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Barat berupa pasrah, sungkan, tanpa pamrih, nerimo, welas asih dan seterusnya. Oleh karena itu Ranggawarsita atau Ronggowarsito dari abad kesembilan belas (1800-an) yang orang Jawa itulah yang paling pantas merumuskan "jaman edan", sebagai generasi penerus daripada "jaman edan" nya Sri Aji Jayabaya yang berasal dari abad keduabelas (1100-an).

 ** amenangi zaman édan,
    éwuhaya ing pambudi,
    mélu ngédan nora tahan,
    yén tan mélu anglakoni,
    boya keduman mélik,
    kaliren wekasanipun,
    ndilalah kersa Allah,
    begja-begjaning kang lali,
    luwih begja kang éling klawan waspada.

Artinya secara bebas: Sempat mengalami kehidupan di jaman edan memang sulit dalam memilih penghidupan, kehidupan, dan cara memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Bagaimana tidak, kalau ikut serta bekerja seperti dalam pekerjaan orang lainnya, maka akan susah dalam menjalankannya rasanya seolah tidak akan tahan dan sesuai hati nurani. Akan tetapi pekerjaan yang tersedia ya hanya serupa itulah kenyataan pada umumnya dan khususnya yang buruk-buruk ya tercemar dengan setitik kejahatan (haram-haram dikit), lainnya lagi pekerjaan yang rasanya buruk, aneh, terburu-buru seperti dikejar orang gila. Mau bagaimana lagi demi tuntutan perut diri dan keluarga daripada kelaparan maka pilihan yang tersedia adalah jika tidak mau mengerjakannya yang tersedia di hadapan, maka tentu saja tidak akan memperoleh sekadar upah apapun. Walaupun demikian di jaman edan ini masih ada tuntunan yang menjadi kehendak Allah s.w.t. yakni walau bagaimanapun menderitanya hidup di jaman edan, tatkala semua orang melakukan perbuatan jahat dalam memenuhi kebutuhan hidup, maka siapa pun yang tetap ingat akan karma, dosa dan juga tidak lalai sedikitpun baik sengaja maupun tanpa sengaja, maka ia akan hidup lebih bahagia jika selalu ingat dan waspada kepada-Nya. Daripada mereka yang bergelimang harta dari hasil kejahatan atau barang haram selama hidup di dunia maka mereka tidak akan pernah mengetahui kebahagiaan sejati akibat melupakan-Nya.

      Jaman edan sudah berjalan sekitar dua ratus tahun dan tiada kan pernah berakhir, (sebagai contoh teknologi semakin lama semakin canggih dan menghasilkan produk baru yang semakin kecil, tipis, dan fungsional). Bumi yang mungil ini masih rentan bagi kehidupan segala makhluk akibat ulah manusia sendiri yang sembarangan membuang zat pencemar, merusak lingkungan, dsb., maka yang dapat mengakhiri jaman edan memang tiada, kecuali atas kehendak Yang Mahakuasa atau tanpa kehendak-Nya telah terjadi bencana alam dahsyat yang berasal dari dalam bumi sendiri maupun dari luar angkasa, dan juga setelah terjadinya peperangan dahsyat antarpenduduk bumi sendiri maupun antara penduduk melawan musuh dari luar bumi yang pada akhirnya dapat mengembalikan keseimbangan alam dan tata kehidupan baru di bumi sehingga memasuki periode jaman baru dengan pemimpin baru yang adil bijaksana (ratu adil).
****


related post
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 10:19 AM

Rahasia Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu

Rahasia Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu


mbah subowo

Pasca goro-goro atau "big bang" kelak dalam proses terbentuknya tatanan dunia baru maka atas kehendak-Nya muncullah pemimpin seorang Satrio Pinandito bagi wilayah Nusantara termasuk wilayah bumi bagian selatan yang mayoritas penduduknya terdiri dari bangsa kulit berwarna agak gelap hingga berwarna gelap.  
    Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, sosok dalam ramalan Ronggowarsito sebagai penyempurnaan  daripada ramalan Joyoboyo adalah manusia terpilih pengemban pulung gaib wahyu keprabon, dan kelak akan marak sebagai ratu adil yang diemong oleh Sabdo Palon.
    Pemerintahan dalam tatanan dunia baru yang berpusat di salah satu pulau di Nusantara itu berbentuk kerajaan, tepatnya adalah kerajaan Jawa modern,  ajaran lama yang diperbarui akan bergairah kembali, termasuk di dalamnya sifat-sifat kejawen yang telah direformasi sesuai dengan jamannya sangatlah dominan dalam ajaran tersebut. 
    Semua kejadian kelak usai "big bang" melanda bumi manusia itu akan terjadi begitu saja dengan sendirinya layaknya sebuah takdirNya.
   Satrio Pinandito saat ini (2010) belum dirasuki pulung gaib wahyu keprabon, karena hanya proses itu berlangsung pada momen yang tepat, dan cepat. Apa arti pulung gaib? Apa itu wahyu keprabon?
    Pikiran sekumpulan manusia baik yang hidup atau pun tatkala meninggal dunia dapat memicu terbentuknya energi, dan berubah menjadi massa. Sejak masa purba dalam jumlah besar energinya akan terbentuklah energi cahaya oval dan bulat serupa dengan piring terbang tak dikenal (ufo=unidentified flying object). Selama ratusan ribu tahun berkas cahaya itu berevolusi menjadi makhluk-makhluk cahaya dan masing-masing memiliki sifat manusia. Salah satu yang paling dominan adalah raja pulung yang memiliki karakter sebagai raja, dan ia juga memiliki wahyu keprabon, wahyu kerajaan, atau sifat memerintah dalam kerajaan. Di seluruh dunia ini hanya ada tiga pulung gaib wahyu keprabon: bagi bangsa kulit putih, kulit kuning, dan kulit berwarna lainnya.
    Albert Einstein dalam teori relativitas mengatakan, "Setiap benda yang bergerak dengan kecepatan cahaya, maka ia tidak akan terikat pada ruang-waktu," berarti ia memiliki ruang-waktu khusus dan bisa disebut abadi. Pulung itu bersifat abadi karena ia berbentuk berkas cahaya dan mampu bergerak dengan kecepatan cahaya.
    Di antara pulung-pulung gaib yang paling sempurna dan hidup di bumi ialah pulung gaib yang memiliki wahyu keprabon. Karena berkas cahaya pulung itu mampu bergerak melebihi kecepatan cahaya (299.792.458 meter perdetik) sehingga ia berubah ke dalam bentuk gaib. 
     Sekian untuk sekali ini.
*****

Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 8:53 PM