April 1, 2019

“Jalur Sutra” Jokowi dan Pemenang Pilpres 2019

“Jalur Sutra” Jokowi dan Pemenang Pilpres 2019

Mbah Subowo.

Salah satu “andalan” periode pertama masa pemerintahan JKW-JK yakni infrastruktur Jokowi yang seiring sejalan Jalur Sutra Tiongkok memang bukan suatu kebetulan belaka. Tiongkok tidak serta merta menanam investasi besar di sektor tersebut. Investasi Tiongkok tersebar di puluhan negara, NKRI justru tidak dilalui rute jalur sutra, kecuali perairan Selat Malaka, Selat Sunda, dan sekitarnya. Jalur sutra Tiongkok punya satu tujuan utama menjual barang produksinya dengan harga murah terutama di sepanjang jalur sutra. Biaya kargo udara maupun laut yang mahal segera berubah sangat murah dengan adanya kereta api kargo jalur sutra antarbenua.
     Sama seperti Jokowi yang melontarkan gagasan lantas dibuktikannya harga bbm di Papua sama dengan di wilayah lain, demikian pula Tiongkok bisa menjual “Xiaomi” sama murah di sepanjang jalur sutra yang terbentang ribuan kilometer melintasi benua Asia dan Eropa, mulai dari Tiongkok hingga Britania Raya.
    Jokowi memang seiring sejalan secara kebetulan, tol trans jawa, tol trans sumatera, tol laut dari Sabang sampai Merauke, semua saja “kebetulan” seiring dengan ambisi Tiongkok tersebut yang dicanangkan 2013, setahun lebih dulu dari Jokowi marak jadi RI 1.
    Pilihan Jokowi untuk mengantisipasi jalur sutra darat dan laut Tiongkok maupun Jepang ialah menarik pembeli itu sendiri untuk datang ke sini. Dengan daya tarik pariwisata yang luar biasa mengandalkan kekayaan alam daratan dan lautan, para pembeli itu bisa “sekali tepuk dua lalat mati” bertraveling sekaligus belanja lebih murah dari barang yang sama produk Republik Rakyat Tiongkok. Ya, keunikan saja yang bisa mengalahkan produk massal negeri Paman Mao itu. Anugerah Illahi berupa kekayaan alam yang dimiliki NKRI tidak tertandingi oleh negeri manapun termasuk negeri bersistem partai tunggal kelas pekerja Tiongkok.
    Poros Jakarta-Peking (Beijing) Bung Karno, maupun poros Wilwatikta-Campa Prabu Hayam Wuruk menjadi cerita Jalur Sutra Nusantara di masa lalu. Poros maritim dunia Jokowi adalah masa kini.
    Kembali pada judul di atas: di tangan Jokowi insya Allah NKRI tidak menjadi negeri seperti Suriah maupun Venezuela. Akan tetapi di tangan Prabowo NKRI insya Allah menjadi negeri yang sangat disegani dunia seperti semasa Bung Karno berkuasa. Kini “pilihan” di tangan Anda!!
    Dalam tradisi Jawa seseorang sebelum ia terpilih menjadi pemimpin akan kejatuhan pulung gaib (biasanya berbentuk cahaya di malam hari yang tepat berada di sekitar lokasi kediaman sang calon pemimpin), dalam konteks ini sebagai  pemegang kekuasaan (presiden).
    Sebagaimana diketahui pulung gaib akan jatuh kepada seseorang sesuai kehendak Illahi.  Dan kehendak Illahi itu salah satunya bakal mengejawantah dalam pilihan Anda pada 17 April 2019.

****





Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 9:12 AM

No comments: