Ramalan Jayabaya Lengkap

Sri Aji Jayabaya memprediksikan agama Hindu-Buddha berkembang 1000 tahun di Nusantara beserta kejayaan bagi kerajaan yang memeluk agama tersebut. Bersamaan perkembangan Hindu-Buddha di Tanah Jawa dan Nusantara lahir pula seorang Rasul pembawa Islam pada 571 Masehi di Mecca yakni Rasulullah Muhammad s.a.w. sang penerima firman Allah s.w.t. tersusun dalam Al-Qur'an yang mahasuci didampingi Hadist Nabi yang dimuliakan.
Ramalan Jayabaya
Ramalan pertama
"Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong"
by mbah Subowo bin Sukaris 

Usai 1000 tahun berkembang Hindu-Buddha maka sudah pada tempatnya giliran bagi yang lain, yakni akan digantikan oleh Islam sebagai agama negara bagi kerajaan di Jawa dan Nusantara. Sri Aji Jayabaya juga menyatakan Dang Hyang Tanah Jawi Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo Genggong akan murca dari marcapada selama perkembangan agama Islam berkembang dengan bangkitnya kerajaan Islam di Jawa. Sabdo Palon tidak akan mencampuri Islam dan perkembangannya di Jawa dan Nusantara demi membikin manusianya jadi manusia komplit alias sempurna. 
    Maka terimalah, sudah menjadi takdir kerajaan Hindu-Buddha yang gemilang Majapahit berganti kerajaan Islam pertama di Nusantara Demak. Dan sayang sekali karena baru berdiri kerajaan Demak yang tidak memiliki angkatan laut sekuat Majapahit harus berhadapan dengan kekuatan unggul dari Eropa sehingga hanya dapat sedikit menahan masuknya pelaut bersenjata Portugis, bahkan Portugis berhasil memasuki Nusantara tanpa menemui lawan tangguh di medan laut. Dan berturut-turut bangsa Barat berikutnya Belanda bahkan sangat cerdik untuk mengadu domba kerajaan-kerajaan sisa Majapahit sehingga saling bertempur satu sama lain. Selanjutnya Belanda tinggal memetik hasilnya yakni menguasai kedua belah pihak dalam segala hal, terutama mengandalkan keunggulan kekuatan laut dan persenjataan maju yang berhasil dikembangkan Eropa, mesiu atau senjata api mulai ukuran senapan hingga meriam.
    Dengan demikian kekalahan kerajaan Islam terhadap gempuran bangsa Eropa bukanlah menjadi tanggung jawab danghyang tanah Jawi Sabdo Palon Noyo Genggong. Dan andai kata kerajaan Islam atau negara yang menjunjung Islam memperoleh kejayaan maka itu pun bukan melalui campurtangan sang pepunden Nusantara. 
    Tiap-tiap masa sebuah kerajaan bangkit dan hancur mengalami hal yang sama dengan siklus bintang. Dan semua kerajaan di Jawa mengakui Semar sebagai penguasa gaib dari dunia gaib dengan kemampuan khususnya mengejawantah sebagai manusia biasa. Semar bisa berperan sebagai abdi, punakawan, dan bahkan penasihat utama negara. Tokoh ini selalu turut hadir bersama jatuh-bangunnya kehidupan sederhana maupun sebuah pemerintahan rumit dalam kerajaan. Dan Semar yang terakhir dalam siklus perkembangan 1000 tahun Hindu-Buddha ialah Sabdo Palon Noyo Genggong.
       Majapahit yang jaya di laut dan di bumi Selatan, sementara Tiongkok yang berada di bumi Utara adalah pengimbang tatanan politik dunia pada masa itu. Bumi Selatan ada dalam genggaman Majapahit dan dengan keruntuhan Majapahit maka tatanan politik dunia menjadi jomplang dan dengan mudah pula bangsa Barat berkulit putih mengkolonisasi bumi selatan mulai dengan Afrika, Amerika Latin, dan Asia Selatan menjadi jalur tanpa ada penjagaan laut yang kuat.
    Kehancuran Majapahit oleh berkembangnya Islam yang masuk ke Jawa adalah sebuah siklus sejarah perkembangan kelas, dan perjuangan kelas. Sabdo Palon Noyo Genggong tahu bahwa Islam harus berkembang di Jawa dan Nusantara maka dari itu ia bersiap-siap untuk murca dari peranannya mengawal takhta dalam kurun 1000 tahun terakhir. Dalam sumpahnya, ia akan hadir kembali dalam jangka 500 tahun, adakah itu mengisyaratkan Islam akan menemui persoalan rumit setelah berkembang 500 tahun di Nusantara?
    "Murcane Sabdo Palon Noyo Genggong" ramalan Prabu Jayabaya yang pertama memang menjadi kenyataan tatkala Raja Majapahit yang terakhir Brawijaya memilih meninggalkan agama negara sendiri dan memeluk Islam. Dengan sendirinya Sabdo Palon memutuskan untuk menghilang atau murca dengan cara baik-baik dari hadapan Sri Brawijaya, "Yang Mulia, kami tidak akan melawan perkembangan sejarah, sejarah yang terus berkembang maju tak pernah mundur seinci pun itu, dan di hadapan Yang Mulia maka Kami berjanji akan kembali kelak di mana bumi manusia mengalami gonjang-ganjing dan segalanya harus dimulai dari awal lagi. Demi melindungi Tanah Jawa dan Nusantara serta bumi selatan. Howght!" demikianlah ucapan terakhir sebagai kata pamit Sabdo Palon. Majapahit tak pelak lagi meluncur menemui kehancurannya, atas kehendak takdir sejarah.


Ramalan kedua

"Semut ireng anak-anak sapi"


Marcopolo penjelajah Italia pada 1292 meninggalkan daratan Tiongkok setelah bermukim sekian tahun membawa berita dunia menakjubkan bagi benua Eropa. Duaratus tahun kemudian 1492 Christophorus Columbus juga orang Italia mendarat di benua milik bangsa Indian Amerika Utara dan mengabarkan bahwa dunia berbentuk bulat, bundar bola.
    Bangsa Eropa berkulit putih terkenal sangat rajin  dan ulet bekerja bagai semut hitam, dan selalu meminum susu sapi sejak bayi. Mereka mulai gelisah dan menyiapkan diri dengan kapal-kapal layar kecil gesit dan cepat begitu mengetahui kabar ada dunia besar lain penuh tantangan petualangan. Bertahun-tahun mereka perlukan mendesign kapal yang dipersenjatai untuk mengarungi samudera menemukan dunia baru dalam rangka mencari bahan mentah baru, dan rempah-rempah dari sumbernya langsung di dunia Timur atau di belahan dunia lain.
    Ramalan Sri Aji Jayabaya kedua, "semut ireng anak-anak sapi" telah terbukti kebenarannya sejak pertama kali dikumandangkan duaratus tahun yang silam  dihitung sejak  Marco Polo tiba di Tiongkok bersamaan waktunya dengan berdirinya Majapahit.
    Majapahit berdiri 1292 bersamaan waktunya bangsa Eropa mulai memodernisasi kapal-kapal laut mereka dengan bantuan orang semacam Marcopolo yang kembali dari negeri Timur terutama Tiongkok dengan membawa cerita hebat kemajuan teknologi baru dan menerapkannya di Eropa.
   Majapahit dan benua Eropa berlomba membangun kebesaran masing-masing dengan kapal-kapal laut yang siap bertempur di tengah samudera, Majapahit berada di balik bumi daripada benua Eropa maupun Amerika. Kelak bangsa Eropa berhasil memasuki wilayah Majapahit Nusantara tak perlu berperang menghadapi kekuatan hebat Majapahit karena sedang mengalami konflik intern yang menghancurkan diri-sendiri dalam perang paregreg. Kekuatan adidaya di bumi belahan Selatan itu hancur sama sekali sehingga tidak pernah berkesempatan menghadapi bangsa kulit putih yang datang untuk menginvasi dunia.
    Hindu-Buddha Majapahit tergusur oleh kerajaan Islam yang tidak memiliki angkatan laut yang sekuat Majapahit, akan tetapi memiliki angkatan darat yang tak kalah hebat dengan milik Majapahit. Mereka berhimpun dengan kekuatan Islam di mana-mana yang  siap siaga menghadapi bangsa Eropa Nasrani dengan kapal perang bersenjata yang sulit ditaklukkan di mana-mana. Siapa yang lebih unggul dalam pertarungan itu? Konflik perang salib di Eropa dan perbatasan dengan Asia berpindah ke dunia baru, Asia Selatan, Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara serta Asia Timur. Pasukan Tiongkok yang dikirimkan ke perairan Selatan (Nan Yang) tidak begitu kuat untuk membantu kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara menahan banjir bandang kapal-kapal orang Eropa. Tiongkok bahkan berperan dalam merontokkan kekuatan Majapahit sehingga tak ada tameng di perairan Selatan yang cukup disegani di masa sebelumnya. Kekuatan Tiongkok lebih dipusatkan untuk menjaga keamanan di belahan bumi Utara. Sehingga tidak mampu mengisi kekosongan yang ditinggalkan Majapahit.
    Paus Leo X gerah dengan pertikaian sesama bangsa Eropa Nasrani memperebutkan daerah baru di belahan dunia lain, sudah menjadi kewajiban Sri Paus untuk mendamaikan hal tersebut dengan mengeluarkan Jus Patronatus atau Padroado pada 1514. Spanyol mendapat bagian berlayar ke Barat dan Portugis mendapat bagian berlayar ke Timur.
    Dua kekuatan Nasrani yang berlayar berlawanan arah ini akhirnya benar-benar mengelilingi dunia dan bentrok di kepulauan Philipina, Spanyol bertahan di kepulauan tersebut, Portugis mencelat ke Timor Timur. Dua-duanya berusaha memantau dan tetap "ndedepi" kepulauan Maluku penghasil rempah-rempah antara lain pala, minyak kayuputih, dan cengkeh.
    Sementara itu ada sebuah bangsa Eropa lain, semut ireng paling rajin bekerja: membendung laut untuk dijadikan daratan dan memiliki sapi penghasil susu paling banyak di daerah Friesland, dan meminum susunya lebih banyak daripada bangsa lain yakni bangsa Belanda. Cornellis de Houtman mendarat di Batavia atau Sunda Kelapa pada 1596. Bangsa yang paling rajin dan tertib administrasinya ini berhasil menguasai wilayah Nusantara dengan menaklukkan kerajaan Islam dan sisa-sisa pecahan kerajaan Majapahit: Makasar, Kalimantan, Aceh, Bali, Papua, dan Nusa Tenggara. Inilah kedatangan bangsa asing yang sudah diramalkan oleh Sri Aji Jayabaya limaratus tahun sebelumnya, "semut ireng anak-anak sapi".
    Belanda bertahan menguasai Nusantara selama tigaratus limapuluh tahun, dan terusir bersamaan waktunya dengan kedatangan ramalan Jayabaya keempat, "kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang" alias bangsa Jepang.


Ramalan ketiga

"Kebo nyabrang kali"


Georgi Dimitrov salah satu petinggi Komintern atau Komunis Internasional dituduh oleh pengadilan Jerman Adolf Hitler mendalangi sebuah aksi kerusuhan membakar reichstaat Jerman. Pokok pangkal inilah Hitler telah merekayasa tuduhan yang tidak terbukti maka dianggap mengumumkan genderang perang terhadap komunisme. 
    Dimitrov pun memaklumatkan seruan ke seluruh kubu komunis berperang terhadap fasisme. Maka Jerman menghadapi lawan tangguh negeri-negeri sosialis dan terutama Sovyet Uni, negeri sosialis pertama di dunia. 
    Semenjak krisis ekonomi 1929 Adolf Hitler tampil memimpin Nazi 1933 dan menggerakkan Jerman dengan fokus utama industri Jerman ialah membangun kekuatan militer besar-besaran, dan dalam tempo lima tahun 1938 kekuatan militer yang terkuat di Eropa itu menganeksasi Austria. Sekutu yang dimotori Inggris dan Amerika Serikat belum mengambil tindakan sampai Jerman Hitler menyerbu Ceko dengan kekuatan militer besar-besaran melancarkan dan menguji coba blitzkriegnya yang gemilang. Akhirnya 3 September 1939 Sekutu mengumumkan perang terhadap Jerman. Sementara itu berturut-turut balatentara Jerman berhasil menaklukkan Prancis dan tak ketinggalan Belanda, Belgia tunduk pada keperkasaan Jerman.
    Dalam bayang-bayang pasukan Hitler yang menggentarkan itu maka pemerintahan kerajaan Belanda mengungsi ke Inggris, menyeberangi selat Channel. Sementara Belanda bergabung dengan Sekutu berperang terhadap Jerman, negeri jajahan Hindia Belanda atau Nusantara mengambil sikap netral terhadap Jerman. Hengkangnya pemerintah Kerajaan Belanda mengungsi ke Inggris inilah yang telah diramalkan oleh Raja Kediri Sri Aji Jayabaya, "Kebo nyabrang kali."
    Hindia Belanda terlalu jauh dari pasukan blitzkrieg Hitler di Eropa, akan tetapi terlalu dekat bagi sekutu Jerman di Timur Jauh yakni Jepang. Masuknya Jepang ke Hindia Belanda pada giliran terakhir dalam serbuan pasukan Negeri Matahari Terbit itu sekali lagi pemerintahan jajahan seberang lautan Hindia Belanda mengungsi ke Australia. Kebo nyabrang kali untuk kedua kalinya. Belanda mengungsi karena sudah terlalu kenyang mengeruk kekayaan di Nusantara, kekayaan itu disetor untuk mengenyangkan negeri induk Nederland yang terbukti tidak kuat bergerak menghadapi serbuan Jerman. Sama halnya negeri induknya Hindia Belanda yang kekenyangan tidak mampu menghadapi pasukan Negeri Sakura yang beringas masih kelaparan menyedot semua sumber daya alam dan kekayaan negeri yang ditaklukkannya.
    Hengkangnya pemerintah pusat kerajaan Belanda dan juga pemerintahan jajahan mengungsi menyeberangi lautan itulah yang sudah diramalkan oleh Jayabaya raja Kediri delapan ratus tahun yang silam.
    Hindia-Belanda tidak sendirian menghadapi serbuan Jepang, juga Inggris di Malaya, Singapura, dan pasukan Prancis di Indocina serta Amerika Serikat di Filipina. Semua saja menyeberangi lautan untuk mengungsi menyelamatkan ekor sendiri meninggalkan anak jajahan diambil orang lain. 
    Seekor kerbau punya hobi mandi di kubangan yang berisi air, apalagi di sebuah sungai yang melimpah-ruah airnya, ia tidak mungkin mau mentas dan menyeberangi sungai tanpa alasan yang luarbiasa. Alasan agar seekor kerbau menyeberangi sungai cuma dengan dipaksa atau terpaksa saja. Karena kerbau yang sudah kenyang makan dan kenyang berendam di air akan cenderung bermalas-malasan saja. Dan yang memaksa kerbau Belanda hengkang ialah kekuatan militer unggul bangsa lain. Sementara kekuatan militer sendiri tidak siap digunakan menghadapi serbuan dari luar semacam itu, melainkan hanya dipersiapkan dan digunakan untuk menindas pribumi jajahan yang tidak bersenjata dan lemah dari segi apapun. Pasukan militer Belanda punya kemampuan militer hanya sekelas menundukkan kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Belanda lebih menggunakan akal yang diwujudkan dengan politik pecah-belah dan kuasailah. Dan terutama berkat bantuan Pribumi sendiri yang lebih memilih berpihak pada kekuatan asing.
    Pasukan blitzkrieg Jerman akhirnya gagal menghadapi Tentara Merah di front Timur dalam daerah Uni Sovyet. Kekalahan di Russia itu menyebabkan keruntuhan kekuatan Jerman, dan Hitler bunuh diri atau dibunuh oleh pihak tertentu. Dengan demikian pada akhirnya pasukan militer Jerman menyerah pada Sekutu setahun lebih dulu daripada menyerahnya kekaisaran Jepang pada Amerika Serikat karena ledakan bom atom di jantung kota Jepang yang dijatuhkan dari pesawat militer Amerika Serikat. Sovyet Uni atau Uni Sovyet yang berada di pihak Sekutu ikut berhak keluar sebagai salah satu negeri pemenang Perang Dunia Kedua, dunia komunis mendapat kehormatan dengan keunggulan pasukan Merah Uni Sovyet. Dan anugerah kemenangan itu juga dipersembahkan bagi petinggi Komintern Georgi Dimitrov yang gagah berani membela Komintern dan komunisme di depan pengadilan fasis Jerman Adolf Hitler atas tuduhan palsu hasil kerja rekayasa intelijen Nazi Jerman dalam mengenyahkan hantu komunis sejagad.




Ramalan keempat

"Kejajah saumur jagung

karo wong cebol kepalang"


8 Maret 1942 Balatentara darat, laut, dan udara Dai Nippon dan pasukan sipil bunga Sakura yang berani mati dan selalu menang dalam pertempuran melawan bangsa Barat mendarat di segenap penjuru wilayah Nusantara. Lunaslah ramalan Jayabaya keempat, "kejajah saumur jagung karo wong cebol kepalang". Tentara Kerajaan Belanda tidak kalah gagah-berani menghadapi pasukan dari negeri Asia yang pernah menaklukkan Manchuria, wilayah kerajaan Tsar Rusia pada 1904-1905.
    Semangat tentara kerajaan masih kalah dengan tentara kekaisaran Matahari Terbit, Dewa Amaterasu berpihak pada sang penyerbu dari Utara. Sejak masa kuno orang-orang di Nusantara sudah diperingatkan oleh nenek-moyang agar selalu waspada terhadap arah Utara, karena dari sanalah musuh datang menyerang, dari Utara juga bencana bakal datang di Tanah Jawa. Oleh sebab itu ada sedikit peninggalan warisan leluhur sejak seribu tahun silam atau masa Prabu Jayabaya dari kerajaan Kediri bertakhta, yakni, "jangan membikin tungku atau luweng untuk memasak mulutnya menghadap ke Utara." Satu lagi, "jangan membuat kakus atau wc yang posisi orang yang mendudukinya sampai menghadap ke arah Utara."
    Bahkan seorang pujangga masyhur Nusantara menulis soal arus balik dari Utara yang terus mengalir ke Selatan: ilmu pengetahuannya, budayanya dan barang-barang dagangannya. Sebaliknya di masa keemasan Majapahit, dan bahkan sejak jaman kerajaan Srivijaya arus mengalir ke Utara: ilmu pengetahuan, budaya, dan barang-barang produk unggulannya.
    Hinomaru berkibar di seluruh Pantai Timur benua Asia sampai ke lautan Pasific di Timur Papua. Terbentuklah garis pertahanan militer yang sangat lebar dan sulit dijaga dari serbuan pasukan Sekutu yang dipimpin negeri Paman Sam. Berturut-turut hengkang dari wilayah koloni atau jajahannya: Prancis di Indocina, Belanda di Hindia Belanda, Inggris di Malaya, dan Singapura. Bangsa Jepang berhasil mengubah peta politik dunia, khususnya di Asia.
    Prabu Jayabaya sudah mengidentifikasi bangsa cebol kepalang ini seribu tahun yang lalu bakal menjadi superpower di bidang militer. Dalam pandangan Jawa yang kecil akan mengalahkan yang besar, orang cebol kepalang atau bertubuh pendeklah yang bakal mengalahkan orang-orang besar dari Barat.
    Pribumi Nusantara yang terpuruk melata di bahwa kaki bangsa Barat selama tigaratus limapuluh tahun mendadak sontak dibangunkan dari tanah dengan didikan pasukan Jepang yang keras dan tak kenal ampun. Senjata mulai diberikan kepada Pribumi yang mau berjuang bersama Jepang untuk menghadapi bangsa Barat atau Sekutu. Korban selama masa pendidikan militer Jepang berjatuhan, kesengsaraan hidup melanda rakyat di segenap wilayah Nusantara. Kelak buah kesengsaraan itu yang diawali hengkangnya bangsa Barat membikin Pribumi harus berdiri di atas kaki sendiri di atas tanah tumpah darah negeri sendiri dan memerintah bangsa sendiri, semua itu dapat ditempuh dengan merebut kemerdekaan dan kedaulatan ibu pertiwi Nusantara.
    Dai Nippon diramalkan menjajah Nusantara selama seumur benih jagung dapat disimpan, tiga setengah tahun! Dai Nippon yang bergabung dengan Jerman Hitler masih terus berjuang sendiri dengan ulet dan tekun. Sekutu merasa biaya militer sudah terlampau besar dikeluarkan di medan Eropa menghadapi Jerman dan sekutunya. Untuk menaklukkan pasukan Dai Nippon yang memiliki garis pertahanan begitu panjang di Asia Timur dan sebagian kepulauan di Pasifik pada akhirnya Sekutu atau Amerika Serikat memilih menggunakan cara ekonomis dan praktis: meledakkan bom nuklir di jantung wilayah Jepang. Walhasil pemenang perang dunia kedua yang sejati adalah senjata nuklir dan bukan Amerika Serikat. Pasukan Amerika tidak mati-matian dalam mengalahkan Jepang dengan cara yang umum dan terhormat.
    Jepang tidak sepenuhnya kalah di medan peperangan akan tetapi kalah karena atas instruksi pimpinan tertingginya Kaisar Jepang.
    Bangsa cebol kepalang itu selama menduduki Jawa dan Nusantara menghadapi lawan-lawan tangguhnya: partai komunis Indonesia,  Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, partai sosialis, partai nasionalis, dan orang-orang Islam progresif lainnya, dan tentu saja segenap rakyat Nusantara. Segenap komponen perlawanan itu telah memilih pemimpin mereka: Bung Karno. Bung Karno tidak terang-terangan memusuhi Jepang, akan tetapi mengambil taktik berpijak di dua tempat sekaligus. Kaki kiri berada bersama pasukan Dai Nippon, sementara kaki kanannya bahu-membahu melawan Jepang dengan berbagai cara bersama pejuang Pribumi lainnya.
    Bung Karno tahu siapa-siapa yang berjasa dalam merebut kemerdekaan, orang komunis, orang nasionalis, dan orang sosialis, dan orang Islam dan seterusnya.
    Dai Nippon menyerah kepada bom nuklir milik Amerika Serikat pada 14 Agustus 1945. Pemenang perang dunia kedua lainnya Sovyet Uni dedengkot negeri komunis pertama di dunia rupanya tidak dapat hidup berdampingan secara damai dengan negeri kapitalis lainnya, karena sudah sejak manifes komunis diluncurkan pada abad kedelapan belas hantu komunis tidak pernah ditolerir oleh paham lain di dunia ini. Sasaran tembak Amerika adalah negeri komunis Soviet Uni dan berakibat timbulnya Perang Dunia Dingin. Dua ideologi mengelompokkan diri masing-masing dengan memilih salah satu pihak. Slogan Amerika lebih keras lagi, "berkawan dengan kami memusuhi komunis atau menjadi musuh besar kami." Tidak adanya pilihan netral sama sekali.
    Imbas Perang Dunia Dingin itu sangat mewarnai kemerdekaan yang akhirnya dikumandangkan oleh Penyambung Hati Rakyat Indonesia: Soekarno didampingi M. Hatta. Semasa pendudukan Jepang keduanya sudah sering menyusun strategi bersama menghadapi masa depan. Mereka dalam menyikapi Perang Dunia Dingin mengambil sikap berlawanan. Bung Karno bersikap Netral sementara Hatta memihak memusuhi komunis. Dua peran antagonis dari kedua proklamator RI itulah yang pada akhirnya melahirkan drama-drama perang kemerdekaan yang memilukan. Bangsa sendiri bertempur dengan sesama saudara sendiri.
    Perang saudara antar bangsa sendiri sejak perang kemerdekaan ternyata terus membesar dan puncak klimaksnya termaktub dalam ramalan Jayabaya kelima, "pitik tarung sak kandang."





Ramalan kelima

"Pitik tarung sak kandang"

Pada 30 September 1965 di lapisan stratosfir langit malam, pada radius tiga kilometer dari kraton Sri Aji Jayabaya, para penduduk menyaksikan "lintang kemukus" bergerak pelahan ke arah utara. Benda langit cerah bersinar persis pesawat angkasa luar yang diidentifikasi selama berabad "lintang kemukus" yang bergerak lambat di langit itu menjadi pertanda datangnya peristiwa besar di jagad manusia.
    Malam-malam perburuan 20 juta anggota komunis di Nusantara mulai dicanangkan. Partai komunis ketiga terbesar di dunia berada dalam kepungan negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia. Sepuluh tahun yang silam kaum komunis berhasil menempati anak tangga keempat dalam pemilu paling demokratis di negeri Pancasila, suatu sintesis ideologi-ideologi yang ada di gelanggang politik dunia dicetuskan Bung Karno, penyambung hati rakyat Indonesia.
    Sri Aji Jayabaya seorang putra dari cinta sejati Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati, kedua remaja pilihan ini adalah putra mahkota dari dua kerajaan di tepi sungai Brantas. Dewi Sekartaji seorang putri raja Amisena dari kerajaan Daha/Kediri. Sedangkan Inu Kertapati atau lebih termasyhur disebut Panji berasal dari kerajaan Jenggala, putra mahkota dari raja Lembu Amilanur. Silsilah kedua putra mahkota ini adalah cucu Prabu Erlangga dari hasil perkawinan dengan para selir. Sedangkan paramesywari Erlangga melahirkan seorang gadis bernama Dewi Sanggramawijaya atau lebih dikenal Dewi Kilisuci. Dewi Kilisuci tidak dapat menggantikan Erlangga menduduki takhta, maka kerajaan dibelah menjadi dua, Daha/Kediri dan Jenggala. Perkawinan kerajaan yang mereka jalani sebelumnya penuh dengan drama percintaan paling dikenang selama berabad oleh penduduk Jawa bagian Timur.
    Dewi Sekartaji dan Inu Kertapati yang belum bertemu satu sama lain sempat menolak perjodohan dua kerajaan atas diri mereka. Dewi Sekartaji mengembara bertahun-tahun, demikian pula Inu Kertapati, keduanya remaja paling cantik dan paling tampan di kerajaan Daha dan Jenggala. Singkatnya mereka akhirnya bertemu di pulau Dewata dan saling jatuh cinta satu sama lain. Perkawinan pun berlangsung meriah, dua kerajaan digabungkan, dan dari hasil cinta sejati mereka lahirlah seorang manusia unggul Sri Aji Jayabaya yang kelak marak menjadi raja kerajaan Kediri. Dalam masa pemerintahannya sastra dan seni berkembang luar biasa pesatnya. Perkataan yang berwujud ramalan-ramalan dari segenap cerdik-pandai di seluruh negeri dikumpulkan dan dipilih yang terbaik untuk dipersembahkan kepada yang mulia Sri Aji Jayabaya. Dengan bahan melimpah itulah sang raja besar itu mempublikasikan ramalan kelima "pitik tarung sak kandang" untuk menggambarkan perang saudara masa depan di tanah Jawa.
    Gerakan september 1965 memicu pertarungan dua ideologi yang bertentangan, di satu sisi kubu materialis, yang diwakili oleh 20 juta komunis, di sisi lain terdapat kubu idealis, yang diwakili 60 juta muslim. Kaum komunis menggunakan sistem filsafat materialisme dialektis. Kaum muslim masuk kubu idealis. Jika kedua sistem itu berhadapan dalam realitas kehidupan maka yang terjadi adalah pertentangan paham, tidak kurang-kurangnya Bung Karno berusaha mendamaikan pertentangan komunis dan Islam dalam wadah Nasakom, lebih lanjut lagi di forum legislatif dibentuk kabinet "gotong-royong". Usaha kecil Bung Karno yang memiliki visi luar biasa sejak 1926, berusaha menghindarkan terjadinya "pitik tarung sak kandang". Bung Karno sangat menguasai ramalan Sri Aji Jayabaya tersebut.
    "Pitik tarung sak kandang" artinya ayam peliharaan yang setiap pagi dan petang berada dalam ruangan yang sama. Ayam dalam satu ruangan itu setiap hari hidup rukun di luar ruangan. Kandang di sini bukan kandang yang rapat, ayam yang dipelihara penduduk di Jawa biasanya dibuatkan pijakan-pijakan bambu atau kayu untuk tidur si ayam. Ayam tersebut bebas keluar masuk ruangan kapan saja atas kemauan sendiri. Mereka berada dalam rumah yang sama dan hidup rukun. Sangat jarang terjadi ayam dalam satu "kandang" saling berkelahi di dalam kandangnya. Bahkan tidak pernah terjadi perkelahian ayam dalam kandang bebasnya itu. Perkelahian kecil biasanya rebutan tempat "mangkring" yang kuat, ayam dewasa, memilih berada di depan. Ayam muda oleh pemiliknya dipisahkan, dikurung tersendiri.
    Dalam kandangnya puluhan ayam itu tidak pernah berkelahi karena mereka hanya berkumpul pada petang hari untuk mulai tidur malamnya yang berlangsung hingga subuh. Saat mereka terbangun dan keluar kandang itulah sang pemilik menjamu santapan pertama, selanjutnya terserah anda mau cari makan di mana.
    Dalam enam bulan saja komunis dibantai lawan-lawannya, segenap peranan mereka telah disingkirkan dari pemerintahan, pers, dunia pendidikan dengan memenjarakan tanpa proses pengadilan. Jutaan pegawai aparat pemerintah Bung Karno tidak perlu dibayarkan pensiun mereka, walau sudah bekerja sejak perang kemerdekaan. Sangat ekonomis!
    Pembantaian kaum komunis yang tengah terjadi itu adalah hasil provokasi oleh oknum yang dimaksud dalam ramalan keenam sri Aji Jayabaya: "kodok ijo ongkang-ongkang", yang berkuasa tepat selama empat windu. "Kodok ijo ongkang-ongkang" dibantu oleh pihak asing yang tengah menjalankan doktrin McCarthy, membasmi komunis dari muka bumi.
    Komunis Indonesia musnah tak bersisa yang tersisa onggokan arang yang mengepulkan asap tipis. Di musim penghujan bakal tumbuh tunas baru di tumpukan berwarna hitam itu, karena negeri Nusantara sangat subur untuk mengubah kegersangan menjadi hijau kembali dengan tumbuhnya beraneka tanaman baru, termasuk yang sudah dianggap musnah.



Ramalan Keenam


"Kodok Ijo Ongkang-Ongkang"




Partai Komunis Indonesia hancur berantakan dalam semalam, bahkan tanpa seorang pun pasukan Amerika Serikat nongol di sini untuk turun tangan langsung. Di Vietnam sana di waktu yang bersamaan pasukan Amerika Serikat sudah lebih dari setengah juta pasukan bekerja keras turun tangan langsung dalam membasmi orang-orang komunis Vietcong. Usaha Amerika itu tidak juga berhasil mengatasi terowongan tikus orang Vietnam yang tersohor itu. Tidak cukup dengan pasukan militer, juga ikut diterjunkan ke medan pertempuran Vietnam segala jenis senjata modern, senjata kimia, senjata biologi semua saja ditujukan untuk membasmi manusia komunis Vietnam. Amerika gagal menghadapi pasukan komunis vietnam, karena orang-orang komunis Vietnam lebih unggul daripada orang-orang komunis Indonesia yang masih dibangunkan oleh Bung Karno nasion dan character rakyatnya. Paman Ho atau Ho Chi Minh lebih berhasil membangun character dan nation rakyat Vietnam. Paman Ho mendapat bantuan dari tetangga akrabnya Republik Rakyat Tiongkok yang dikomandani Kawan Mao Dze Dong yang masyhur dalam memimpin Tentara Merah Tiongkok berhasil mengalahkan pasukan Chiang Kaishek, Kuomintang dukungan Amerika Serikat.
    Jangan dilupakan peran sentral Zhou Enlai, Perdana Menteri Tiongkok yang disebut-sebut lebih dulu menjadi anggota PKT daripada sang ketua Mao sekitar 1921. Kawan Zhou dan Paman Ho dekat sekali hubungannya terutama tatkala Vietnam membutuhkan sokongan moril maupun materil dalam menahan serangan pasukan militer Amerika Serikat pemenang perang dunia kedua, kekuatannya tak diragukan lagi.
    Ramalan keenam Jayabaya, "Kodok ijo ongkang-ongkang" bisa berarti berkuasanya kaum hijau yang juga bisa berarti hijau daun atau hijau berlian. Hijau berlian berarti simbol pakaian militer angkatan darat. Hijau daun berarti bendera salah satu negeri di jazirah Arab, Saudi Arabia simbol dunia Islam.
    Kodok ijo mengeluarkan suara dari kantung udaranya dan terdengar, "oooong....kaaaang, oong... kang.....ong....kang.". Suara sang kodok itu di musim banjir penghujan sangat riuh-rendah, bahkan ribuan kodok ijo berkumpul menjelang hari mulai gelap untuk melantunkan orchestra simfoni, "ong-kang-ong-kang" mengisi keheningan malam basah oleh banjir atau hujan terus-menerus. Sang kodok begitu riuhnya memperdengarkan kemerduan suaranya dengan satu tujuan menarik lawan jenisnya untuk dikawininya.
    Tanpa ada air melimpah ruang di kebun atau di halaman rumah atau di tegalan, maka tak akan datang kodok ijo dan riuh-rendah sepanjang malam bersimfoni ria. Banjir darah akibat gerakan September 1965 mengundang militer angkatan darat turun ke arena untuk mengambil alih kekuasaan di Nusantara dari tangan Bung Karno yang berusaha membikin keseimbangan antara PKI dan AD.
    Dengan sendirinya AD yang hijau itu menjadi kekuatan dominan di Nusantara dan mendukung penguasa baru Jendral Suharto yang fasis dan otoriter sehingga berhasil berkuasa selama empat windu untuk membikin rakyat Nusantara seragam berfikir dan berbuat dalam hidupnya. Mau coba pikiran dan suara lain, hadiahnya penjara. Kalau agak ringan kesalahannya akan mendapatkan hadiah "diponggal-panggil" koramil atau kodim. Di sana dapat bogem mentah atau tidak itu lain perkara lagi.
    Masa rejim "kodok ijo ongkang-ongkang" tidak berarti militer terutama AD hanya ongkang-ongkang kaki saja, tidak. Justru AD bekerja keras untuk tetap menjaga bahaya laten komunis yang baru saja dikalahkan oleh AD sendiri. Komunis yang tumpas sampai ke akarnya berkat mantra sakti Jendral Soeharto, "tumpas habis sampai tujuh turunan" siapa saja yang terlibat komunis, selalu bekerja keras mencegah bangkitnya komunis di negeri Nusantara yang berubah menjadi negeri tergantung sejak masuknya modal asing akibat dibukanya keran modal oleh Jendral Besar Soeharto yang membikin sebagaian rakyat memujanya mampu membikin rakyat sejahtera.
    Akan tetapi sayang sekali slogan "awas bahaya laten komunis" itu terlalu berlebihan dikoar-koarkan selama Jendral Soeharto berkuasa. Padahal sudah jelas bin gamblang komunis sudah hancur tak punya kekuatan apapun, eeeeh kok menakuti rakyat banyak akan bahaya komunis yang cuma pepesan kosong itu. Eiit itu bicara waktu itu lho. Entah kekuatan mereka saat ini 2010. Ujung-ujungnya intimidasi dan teror kepada rakyat, dan ujung-ujungnya lagi Bapak Pembangunan itu terus terpilih dan terpilih lagi jadi Raja eh Presiden RI.
    Prabu Jayabaya hampir seribu tahun yang silam sudah meramalkan datangnya penguasa militer baru berbusana hijau, yakni AD. Ceritanya sang penguasa itu muncul setelah terjadinya perang saudara di Nusantara dalam, "Pitik tarung sak kandang". Setelah sang kodok tidak berkuasa lagi tampillah rejim baru yang disebut rejim reformasi. Apa yang terjadi, "kodok ijo, kodok bangkak, kodok percil, dan kodok pohon, dan lainnya ramai-ramai memperdengarkan suaranya tanpa hambatan lagi datang dari manapun. Dan ujung dari kebebasan itu ialah eyel-eyelan untuk menonjolkan pendapat sendiri yang belum tentu benar.


Ramalan ketujuh
"Tikus Pithi Anoto Baris"

Ramalan ketujuh Sri Aji Jayabaya (1145-an): Tikus pithi anoto baris interpretasinya tikus merah menyusun barisan! Merah tatkala masih bayi belum tumbuh bulu, dan kelak menjadi hitam oleh bulunya sendiri. Sifat utama tikus phiti antara lain: gesit, semau sendiri, susah diatur, dan lucu. Tikus phiti pandai menyembunyikan diri akan tetapi belum mampu bikin persembunyian sendiri, yakni berupa lubang-lubang dalam tanah, atau membikin sarang dari bahan yang ada di sekitarnya. Manusia tanpa alat bantu susah untuk menangkap dan memburu makhluk yang satu ini.
    Tikus yang satu ini benar-benar menyusun barisan bila pemimpin besarnya (induknya) dibunuh atau melarikan diri karena diuber-uber. Jika keadaan biasa tanpa gangguan maka ia bergerak tanpa formasi alias kocar-kacir tanpa tujuan semua gerakannya.
    Tikus-tikus pithi menyusun barisan bila mereka sedang kelaparan hebat, karena musim paceklik atau sarangnya diobrak-abrik dan digusur, dan juga berubah agresif tatkala mereka mendapat mangsa empuk.
    Semasa Sri Aji Jayabaya memerintah di Kediri tikus pithi sebagai julukan pada anak-anak remaja yang beranjak dewasa, tidak lagi merah tapi sudah bersemu kehitaman. Tikus dalam konteks ramalan bisa sebagai perlambang kaum muda, angkatan muda, atau pemuda dalam lingkup pusat kerajaan Kediri. Sri Aji Jayabaya sangat membutuhkan pasukan laut terutama bertugas sebagai prajurit dan paling dapat dipercaya tentu pemuda setempat dan di samping itu suara mereka benar-benar diperhitungkan dalam percaturan politik kerajaan.
    Kerajaan laut tapi berpusat di pedalaman itu menguasai daerah pengaruh meliputi Jambi di pulau Sumatra, Kalimantan, Bali, dan Tidore, sehingga selalu memperkuat pasukan laut demi keperluan menjaga wibawa kerajaan di wilayah pengaruhnya. Angkatan muda mendapat porsi lebih untuk diterima sebagai abdi negara. Dengan strategi sedemikian rupa membuka peluang bagi pemuda, maka tidak ada gerakan pemuda yang berusaha untuk menggalang persatuan merongrong kekuasaan sang Prabu Jayabaya.
    Sejarah kemudian mencatat pada 1222, seratus tahun sejak kekuasaan Sri Aji Jayabaya di mana angkatan mudanya sudah kurang mendapatkan porsi dalam pemerintahan, tiba-tiba dari suatu daerah kurang lebih limapuluh kilometer arah ke Timur kerajaan Kediri, gerakan pemuda pimpinan Arok membariskan pasukannya menggempur Kediri. Panglima perang kerajaan Kediri Mahesa Wulung adik dari raja Dandang Gendis atau Krtajaya tewas di Ganter sehingga pasukan Kediri menelan kekalahan dalam pertempuran melawan pasukan Arok.
    Arok tercatat sebagai orang pertama yang memimpin pemberontakan atau kudeta dengan hasil gemilang dalam sejarah Nusantara.
    Kembali ke tahun 2010, adanya ramalan tikus pithi anoto baris ditafsirkan sebagai pemberontakan bersenjata rakyat dari segenap penjuru Nusantara adalah mustahil, kecuali dilakukan oleh unsur militer yang menguasai senjata. Rakyat jelata jelas tidak punya senjata api dalam jumlah cukup untuk mengadakan pemberontakan skala besar.
    Kaum muda memang mulai mengorganisir diri akan tetapi terpecah-pecah dan berorientasi ke berbagai jurusan, masing-masing berkutat di dalam kelompok sendiri. Mereka berwarna-warni idealismenya ada merah, hijau, biru, kuning, dan merah jambu serta mengelompokkan di sebagai kiri, tengah, dan kanan. Ibarat dalam jejer wayang mereka saling berseberangan sehingga mudah diadu-dombakan.
    Angkatan muda memang selalu tampil dalam setiap goro-goro dalam pemerintahan RI, dan keberhasilan mereka selalu berpindah tangan dan diambil alih pihak lain. Peranan mereka kembali cuma penggembira yang tidak mampu memfoloup hasil gerakannya yang berhasil. Sepertinya mereka mulai menyadari hal demikian, dan mulai memasang strategi baru. Demo damai yang berubah anarkis mudah sekali ditumpas, atau mengambil jalan parlementer yang memerlukan waktu panjang dalam meraih kemenangan. Hingga pada akhirnya yang paling mudah bagi angkatan muda dengan jalan mengumpulkan opini massa menggunakan jejaring sosial digital.
    Jadi "tikus phiti anoto baris" berarti angkatan muda menyusun barisan. Bukan barisan pemberontakan bersenjata, bukan demo anarchi, dan bukan menunggu waktu generasi tua menyerahkan kekuasaan kepada angkatan muda. Sehingga angkatan muda menjadi angkatan tua. Pemuda maju lain lagi masih memiliki kekuatan kecil dalam mendukung gerakan perubahan sistemik, dalam pada itu idealisme pilihan mereka belum mampu mempersatukan kekuatan dari berbagai elemen. Idea-idea pemersatu yang sudah tersedia antara lain Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, atau Nasakom, sejak era Majapahit hingga Kemerdekaan RI dan pasca kemerdekaan. Sekarang idea terakhir itu sudah pincang, karena salah satu kakinya buntung. Sedangkan idea yang lain diselewengkan menurut kepentingan penguasa sendiri. Adalah tugas angkatan muda membikin utuh dan memurnikan kembali seperti sediakala semua idea yang dicetuskan dan diajarkan oleh para pemimpin Nusantara sesuai jamannya itu.
    Kelak dengan berhasilnya angkatan muda menyusun barisan bersama untuk tujuan bersama memurnikan semua idea pemersatu dan mampu mewujudkannya dalam aksi, maka makna sesungguhnya ramalan Jayabaya ketujuh itu terbuktilah kebenarannya.


Ramalan kedelapan

"Reinkarnasi Noyo Genggong Sabdo Palon"

Dua pendeta penasihat sekaligus punakawan kerajaan Majapahit ini memang bukan tokoh sembarangan. Selama ini ditafsirkan sebagai makhluk halus. Wadag atau tubuhnya memang sebagaimana lazimnya orang biasa. Roh halus atau roh gaibnya yang luarbiasa, ia mampu bereinkarnasi ribuan kali sejak manusia pertama tinggal di bumi.
    Sebagai pendeta Buddha Jawa (Jowo Sanyoto, agama negara Majapahit) utama di kerajaan Majapahit ilmu agamanya sempurna bahkan lebih sempurna dibanding para pengikut utama Dalai Lama di Tibet. Dari jaman ke jaman Sabdo Palon* terus-menerus berganti raga (wadag), yakni pada saat raganya memang sudah tua dan meninggal dunia.
    Wadag baru pilihan itu tidak atas kemauan pribadi roh Sabdo Palon akan tetapi atas kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad.
    Jadi sebenarnya walau Majapahit runtuh, Sabdo Palon dan pendahulunya Noyo Genggong tidak pernah murca atau hilang, dia hidup sebagai manusia biasa di bumi manusia ini. Silsilah Sabdo Palon dalam 2500 tahun terakhir mengayomi tanah Jawa, dan bumi bagian Selatan (Man Yang) adalah sbb.: Semar, Humarmoyo, Manikmoyo, Ismoyo, Noyo Genggong, Sabdo Palon, Ki K, WS, dan pada 2010 ini ......???!
    Ramalan Sri Aji Jayabaya kedelapan bahwa Sabdo Palon akan kembali ke Nusantara, tentu ditafsirkan Sabdo Palon kelak berkiprah kembali sebagai pendamping dan penasihat daripada pemimpin negeri suatu kerajaan.
    Tatkala Majapahit pada era keruntuhannya sekitar 1478, di hadapan Prabu Brawijaya yang berganti haluan memeluk Islam sedangkan Sabdo Palon tetap bertahan sebagai titah dengan Jowo Sanyoto sebelum murca (lenyap) Sabdo Palon berjanji, "Yang Mulia, kita ditakdirkan untuk berpisah, tetapi harap Yang Mulia ingat limaratus tahun lagi aku akan kembali ke marcapada bumi Nusantara untuk menjalankan titah-Nya."
    Tepat waktu sebagaimana dijanjikan Sabdo Palon maka pada 1978 (500 tahun sejak Majapahit runtuh berikut murcanya Sabdo Palon) seorang penduduk biasa Jawa Tengah wadagnya dipergunakan oleh Sabdo Palon lengkap dengan Jowo Sanyoto-nya, lelaki tua itu menyebut dirinya Ki K. Pada awal 1990-an sosoknya yang sudah sepuh itu masih berstamina dan memiliki energi besar ditambah daya intelijensinya masih sangat kuat. Bicaranya menyihir barangsiapa saja yang mendengarkan. Sabdo Palon yang satu ini membawa ajaran dalam kitab "suci" Adam Makna (bukan Betaljemur Adam Makna). Salah satu isi kitab itu ialah penjabaran daripada abjad huruf Jawa ho no co ro ko do to so wo lo po dho jo yo nyo mo nggo bo tho ngo (yang bagi orang Sunda sangat penting sekali, ilmu tertinggi dalam dunia kebathinan dan falsafah di Nusantara). Beliau meninggal sekitar pertengahan 1990-an. Sabdo Palon berganti wadag lagi, dan kali ini dalam diri WS (65 tahunan) tangan kanan dan orang dekat Ki K sendiri. Kehadiran kembali Sabdo Palon dengan melalui reinkarnasi berabad pada sosok manusia pilihan itu atas kehendak dan kuasa Sang Hyang Wenang ing Jagad.
    WS meninggal sekitar 2006, (bersamaan waktunya dengan meletusnya Gunung Merapi), sepak-terjang beliau semasa hidupnya mirip tokoh misterius yang gerakannya juga misterius, ia pernah mencoba memberikan nasihat kepada Presiden Suharto yang di masa itu dikelilingi tokoh-tokoh spiritual tingkat tinggi dan sulit didekati siapapun, konon hasilnya kurang memuaskan; dan beliau di samping itu juga mencoba memberi nasihat atau petuah pada berbagai petinggi militer maupun sipil. Sepak-terjangnya tidak pernah membikin heboh karena setiap lakunya dikerjakan tanpa menarik perhatian. Dan tentu saja ia tidak pernah mengumumkan jatidirinya kepada siapapun. Sosoknya biasa saja, keistimewaannya ialah stamina tubuhnya luarbiasa apalagi saat ia berbicara seolah menyihir para pendengarnya. Dan keberaniannya berbicara menghadapi tokoh manapun sangat luarbiasa.
    Semasa jaman Majapahit dalam wasiatnya Sabdo Palon mengatakan, "Hanya atas kehendak Sang Hyang Wenang ing Jagad yang maha menentukan manusia pilihan sebagai wadag baru Sabdo Palon." Prosesnya perpindahan Sabdo Palon ke wadag baru berbeda dengan reinkarnasi pendeta Buddha Tibet. Sabdo Palon memasuki tubuh remaja atau dewasa yang telah ditakdirkan Sang Hyang Wenang ing Jagad meninggal dunia dan atas kehendakNya pula tubuh tersebut hidup kembali sebagai reinkarnasi Sabdo Palon baru dengan nama baru. Pada reinkarnasi pendeta Tibet terjadi sejak dalam kandungan ibunya, hingga lahir ke dunia sebagai bayi reinkarnasi pendeta si A atau si B.
    Menurut penuturan Ki K, pada jaman Jepang, Sabdo Palon sebelumnya -- yang kini bersemayam dalam dirinya -- turut bersama balatentara Dai Nippon menyerbu Jawa, membebaskan tanah Jawa dari bangsa kulit putih. Akan tetapi naas di Singapura pesawat tempur Zero yang ditumpangi Sabdo Palon tertembak oleh musuh, seluruh awak tewas, tatkala itulah meloncatlah roh Sabdo Palon dari tubuh seseorang yang tewas dalam pesawat tersebut (orang Jepang!). Sabdo Palon yang memang hendak ke tanah Jawa konon mendarat seorang diri di kaki Gunung Merapi. Pesawat naas itu berangkat dari salah satu kota Jepang.
    Kejayaan Nusantara dalam ramalan Sri Aji Jayabaya akan terjadi tatkala munculnya kembali Sabdo Palon dan Noyo Genggong. Sabdo Palon alias Ki K pada 1980 mengatakan, "Kejayaan Nusantara yang lebih dahsyat daripada kerajaan Majapahit terwujud bila dunia mengalami goro-goro besar semacam perang dunia dahsyat atau bencana alam berskala besar, misalnya jatuhnya benda angkasa, meletusnya gunung berapi, dan lain-lain. Usai goro-goro terjadi maka dunia akan kembali seperti sediakala. Pada saat itulah tatanan politik dunia baru akan terbentuk dan jauh berbeda dari peta dunia modern sebelumnya. Pasca goro-goro itulah di Nusantara akan muncul Ratu adil dan Sabdo Palon berdampingan menentukan nasib Nusantara dan bumi bagian selatan (Man Yang) dalam satu tata pusat pemerintahan baru," demikian ucapan orisinil Sabdo Palon pada 1980.
    Kapankah terjadinya goro-goro besar dan munculnya ratu adil? Pertanyaan itu akan terjawab setelah ada jawaban atas pertanyaan berikut, "Siapakah yang kini dipilih oleh Sang Hyang Wenang ing Jagad menjadi manusia pilihanNya sebagai wadag terbaru daripada reinkarnasi Sabdo Palon?"
    Beliaulah sumber jawabannya.

___________

* Makam salah satu wadag Sabdo Palon yang "cuma" seorang abdi rendahan semasa kerajaan Majapahit berada di situs Trowulan Majapahit, makam Troloyo, Mojokerto, Jatim, Indonesia (lembaga situs Majapahit, Trowulan).
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: Wednesday, May 08, 2013

100 comments:

Anonymous said...

mau tanya, siapa yg pertama kali berani menyerang belanda di batavia dan siapa yg mendirikan kota jayakarta, siapa yg menyerang portugis di malaka, siapa yg memimpin perlawanan2 melawan belanda di aceh sd maluku..?

mbah sghriwo said...

Berikut ini adalah butir jawaban dari pertanyaan di atas:

** Fatahillah atau Falatehan panglima laut kerajaan Islam Demak mendarat di Sunda Kelapa pada 1527, ia berusaha menghadang armada Portugis yang tengah belayar menuju Sunda Kelapa untuk mendirikan pangkalan dagang, antara Portugis dan Pajajaran yang menguasai Sunda Kelapa telah terjalin pakta persahabatan
Sudah kehendak takdir maka tatkala dalam pelayaran menuju Sunda Kelapa itu armada Portugis mengalami naas diterjang badai laut yang dahsyat di perairan Lampung, sehingga kapal-kapal menjadi hancur bersama awaknya, yang tersisa cuma kapal bendera di bawah Fransico de Sa. Portugis menuruti kebiasaan yakni tidak akan mengulangi kedua kali mendarat di Sunda Kelapa, karena kegagalan yang pertama, oleh karena itu mereka memutuskan selanjutnya berlayar ke arah Timur laut Jawa.
Selanjutnya Fatahillah mengubah Sunda Kelapa menjadi Jayakarta dan sejak saat itulah mulai dihitung Hari jadi kota Jakarta.

**Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor panglima laut sekaligus Raja kedua kerajaan Islam Demak menyerbu Malaka pada 1521. Dalam perang laut untuk mengusir Portugis dari Malaka itu, beliau gugur di Selat Malaka. Pasukan Laut gabungan Demak--Aceh--Tuban mengalami kegagalan karena kalah teknologi senjata dan kapal perang. Pati Unus dari awal berkuasanya sebagai Raja Demak berniat secara sungguh-sungguh membangun armadal laut Demak untuk menyerang Malaka, walau dengan kekuatan apa adanya, dan baginya menang atau kalah bukan prioritas utama, ia bertekad ingin menunjukkan kepada dunia suatu perlawanan bangsa Nusantara dalam membendung kekuatan asing yang hendak menguasai dunia.

** Sultan Agung dari Kerajaan Mataram atau Sultan Agung Anyokrokusumo atau Sultan Agung Hanyokrokusumo berkuasa pada 1613-1645, beliau pada 1628-1629 berusaha menyerang Batavia yang tengah dikuasai oleh Belanda. Serangan terhadap Batavia yang pertama dengan pasukan besar baik dilancarkan dari darat dan laut gagal mengusir Belanda, selanjutnya Sultan Agung berusaha lebih matang lagi untuk serangan kedua dengan menarik pelajaran dari kegagalan sebelumnya yakni pasukan yang berjumlah besar yang mengepung Batavia dari darat dan sebagian mendarat dari laut itu ternyata mengalami kesulitan logistik. Sultan Agung berusaha membangun lumbung-lumbung pangan di sebelah timur Batavia dipusatkan di daerah Kerawang dan sekitarnya, usaha lainnya ialah membendung sungai Ciliwung yang merupakan sumber air bagi benteng Batavia. Serangan Mataram yang dipimpin oleh panglima darat dan panglima laut Mataram yang kedua itupun kandas, karena Belanda sangat efisien dalam mengatur strategi pertahanan benteng walaupun dengan personil sedikit dan perlengkapan militer terbatas. Meriam-meriam Mataram yang terbatas jumlahnya dan harus diangkut melalui darat itu pun tidak begitu efektif dalam menggempur benteng Batavia. (bersambung)

mbah sghriwo said...

** Perang Kesultanan Aceh melawan Belanda terjadi pada 1873-1904, pada awalnya dipimpin oleh Sultan Mahmud Syah dan Panglima Polim. Kemudian dilanjutkan oleh Tuanku Muhammad Dawood yang memerintah dari Keumala Dalam, Indrapuri. Kesultanan Aceh pada akhirnya jatuh dikuasai Belanda. Pada akhir 1874 Jenderal Van Swieten mengumumkan bahwa seluruh Aceh jadi bagian dari Kerajaan Belanda.
Perang fi sabilillah dalam bentuk perang gerilya yang berlangsung hingga 1904 dipimpin oleh Teuku Umar bersama Panglima Polim. Pada 1899 Teuku Umar gugur di Meulaboh setelah diserang mendadak oleh Belanda, selanjutnya Cut Nyak Dhien istri daripada Teuku Umar tetap melanjutkan perjuangan rakyat Aceh, beliau menjadi komandan pasukan gerilya rakyat Aceh yang terus bertempur melawan pasukan Belanda hingga 1904.

** Pada 1817 penduduk Maluku dipimpin oleh Pattimura (Thomas Matulesi) merebut benteng Duurstede di Saparua, selanjutnya rakyat yang berontak kepada Belanda meluas hingga Seram, Haruku, Larike, dan Wakasihu. Oleh karena seluruh rakyat Maluku secara bareng memberontak akibatnya Belanda kewalahan juga. Pada 15 Oktober 1817, Belanda mulai mengadakan serangan balik dengan kekuatan militer penuh. Sehingga pada akhirnya yakni November 1817 Thomas Matulesi tertangkap dan dengan demikian meredam seluruh kekuatan rakyat yang tengah berontak.

LeonCool said...

Bagaimana dengan moksa nya Sabdo Palon???

mbah sghriwo said...

Menjawab pertanyaan di atas mengenai, "Bagaimana dengan moksanya Sabdo Palon?", tentu salah satu cara dengan merujuk pada kitab "Adam Makna" yang isinya berupa ajaran langsung daripada Sabdo Palon yang dinyatakan terlarang oleh pemerintah orde baru pada 1981. Di dalam kitab tipis itu memang tidak ada kata "moksa", akan tetapi dapat ditemukan keterangan yang menarik, beberapa ilustrasi menarik, dan keterangan mengenai tujuan akhir bersamadhi yang rutin setiap dilakukan oleh Sabdo Palon dalam posisi bersila, menghadap ke barat di sore hari dan menghadap ke timur di pagi hari. Posisi tangan kanan berada tepat di bawah jantung untuk merasai detakan jantung, sementara tangan kiri seolah mencekik leher untuk merasai denyut urat nadi leher. Sabdo Palon dalam bersamadhi tentunya sudah mencapai tingkatan tertinggi dan menjumpai sosok "kembaran" beliau yang berbeda bentuknya dengan seluruh umat manusia lainnya, bagi manusia yang "lainnya" jelas diterangkan dalam Adam Makna yakni setiap orang yang sudah mencapai kesempurnaan bersamadhi maka yang dijumpainya dengan mata tertutup ialah sosok dirinya sendiri, persis 100%. Dan jika yang ditemui dalam samadhi itu bukan sosok dirinya sendiri, maka ia cukup tidak mengacuhkan saja, hingga suatu kali ia beruntung bertemu sosok dirinya sendiri yang dapat diajaknya berdialog, menjawab pertanyaan, dan sebagainya, tentu sebelumnya harus disamakan gelombang atau disambungkan link atau channelnya dengan jalan menghentakkan kaki ke bumi sebanyak tiga kali. Tersambung. Tatkala itulah Sabdo Palon moksa.
Sebagai wawasan perlu ditambahkan di sini sedikit cuplikan dalam ajaran agama besar mengenai Moksa, dan juga Nirwana (Nirvana), Surga (Svarga, Swarga) yang menjadi tujuan akhir yang didambakan oleh setiap manusia yang percaya adanya sasaran yang bisa dituju selama hidup di bumi maupun di planet lainnya. Syurga dalam satu agama besar adalah ganjaran bagi manusia yang banyak amal baik dan sedikit berbuat jahat. Moksa dalam beberapa agama besar adalah terbebasnya roh atau atman dari siklus abadi kembali samsara hidup di dunia menggunakan sarana reinkarnasi, menitis, mengejawantah, dsb. Nirwana atau Swarga dalam beberapa agama besar adalah suatu tempat atau suatu proses lanjut atau tahapan akhir bersatunya roh atau atman dengan Sang Pencipta daripada manusia yang telah menjalankan laku hidup dalam kebaikan, dsb. sehingga dapat mengalami moksa dalam kehidupan dunia maupun sesudah meninggalkan kehidupan dunia.

abi seno said...

mbah nuwun sewu...lajeng terasipun kados pundi...sakmeniko kok anteng2 kemawon...sedeng negorone mawut...rakyate mlarat..gn merapi sampun mbledos....nanging dereng wonten lajengipun....
nuwun....
abiseno

Anonymous said...

permisi mau sedikit bertanya.
apakah yg dimaksud dengan tatanan dunia baru dan ratu adil itu ada hubungannya dengan tanda2 akhir zaman atau munculnya dajjal yg disebut orang yahudi sebagai ratu adil. lalu, yang dimaksud tatanan dunia baru juga sama dengan yang dimaksud oleh organisasi illuminati/freemason. jika benar pasti semua ini saling berhubungan kan? kalau pertanyaan saya agak nyelentang dari topik. soalnya saya rasa kok sedikit ada hubungan. terimakasih.

mbah sghriwo said...

Anda yang mengatakan ... "pasti semua ini saling berhubungan kan?" bukan Mbah, lho!
Terimakasih atas pertanyaan bung Anonymous, dan jawaban Mbah sebagai berikut... Tatanan dunia baru versi Sabdo Palon adalah kelak di masa depan atas kehendak takdir Yang Mahakuasa maka dunia terbagi menjadi tiga kerajaan super yang sederajat yakni: satu kerajaan bagi semua bangsa kulit putih; satu kerajaan bagi semua bangsa kulit kuning; dan satu kerajaan bagi semua bangsa kulit berwarna. Masing-masing dari tiga kerajaan super tersebut pemerintahannya berpusat di Jawa, Jepang, dan Spanyol. Bagi bangsa Yahudi dengan organisasi freemason-nya hanya ada dua kemungkinan termasuk dalam sub-kelompok kerajaan bangsa kulit putih atau bangsa kulit berwarna, karena jelas mereka tidak punya darah mongolid. Itu versi Sabdo Palon an sich, bukan kata Mbah,lho.

Anonymous said...

maaf mbah, cucu ingin bertanya tentang ramalan prabu jayabaya tentang pulau jawa yang terbagi dua, ini dalam hal sesungguhnya atau kiasan, kalau memang benar, di manakah terbelahnya dan kapan, serta apa pemicunya ?, terima kasih

mbah sghriwo said...

Terimakasih mau bertanya kepada Mbah mengenai ramalan Prabu Jayabaya kelak Pulau Jawa akan terbelah dua, dan jawaban yang sesuai kemampuan Mbah sebagai berikut. Kelak wilayah di Jawa yang tidak memiliki benteng alam berupa gunung atau pegunungan yaitu dataran rendah antara Pegunungan Dieng dan Dataran Tinggi Pasundan yang paling mudah tenggelan jika permukaan laut naik akibat pemanasan global. Waktu terjadinya karena itu juga masuk kategori goro-goro (menurut sang prabu Joyoboyo) sekitar 2066 berbareng dengan goro-goro tatkala munculnya Sang Ratu Adil atau populernya Satrio Piningit.
Secara kiasan Jawa sama dengan Nusantara, terbelahnya pandangan, yang satu adalah pandangan yang mendukung Jawa sebagai pusat negara Nusantara termasuk para pemimpinnya a.l. Soekarno, SBY dll.; yang kedua tidak setuju apapun yang berbau Jawa termasuk para pemimpinnya berasal atau berpusat di Pulau Jawa, golongan kedua biasanya mendukung Hatta, Syahrir, Kalla dll.

Gembul55 said...

Mbah permisi mau numpang tanya .
Kira" apa yah isi ramalan Prabu Jayabaya tentang Gunung Merapi ?

mbah sghriwo said...

Jawaban Mbah, Prabu Jayabaya telah memprediksi munculnya reinkarnasi Sabdo Palon pasca runtuhnya Majapahit, dan Sabdo Palon sendiri menegaskan hal yang sama di hadapan Prabu Brawijaya V pada 1478, "Yang Mulia harap mengingat kelak 500 tahun mendatang saya akan menyebarkan agama "kawruh budi" ke seluruh tanah Jawa. Bila saya dihalangi oleh pihak-pihak tertentu selama saya menyebarkan agama tersebut, maka akan saya hancurkan pihak tersebut menjadi makanan lelembut dan lain-lainnya. Saya belum merasa hati lega selama mereka belum hancur-lebur. Sebagai tanda titah saya ini akan berlaku kelak gunung Merapi meletus dibarengi memuntahkan lahar panas, lahar dingin, dan awan panas yang mengalir ke arah Barat Daya yang berbau menyengat. Saat itulah awal kehadiran saya dan memulai menyebarkan agama "kawruh budi".
http://www.hastamitra.net/2010/11/titah-sabdo-palon-sebarkan-agama-kawruh.html

Anonymous said...

nanya mbah..yang dimaksud agama "kawruh buid" itu penjelasanya bagaimana,nusantara adalah penduduk dengan muslim terbesar di dunia.takala islam masuk ke majapahit sabdo palon memilih pergi dan akan menitis ke bumi 500 tahun kemudian

mbah sghriwo said...

Silakan. Manakah yang lebih unggul kelak dalam pertarungan ini: Islam yang sedang jaya atau Kawruh Budi yang baik? Jawabannya tentu dapat diketahui kelak seiring perjalanan dalam ruang dan waktu ke masa depan.
http://www.hastamitra.net/2011/03/sabdo-palon-kejayaan-islam-di-nusantara.html

PMB said...

Bagus!!!

Anonymous said...

mbah agama "kaweruh budi" Nama Tuhannya siapa mbah .... ???
Trus Kitab nya apa .... ???
ada Rosulnya (Utusan Tuhan) ga ....???

mbah sghriwo said...

Jawaban mbah - Untuk informasi anda: Menurut Sabdo Palon "agama" Kawruh Budi menyebut Tuhannya "Sang Hyang Wenanging Jagad", sedangkan Kitabnya "Adam Makna", Rasulnya yang "terbaru" belum diketahui sejak 2006. Baca juga http://www.hastamitra.org/2010/07/rahasia-jowo-sanyoto.html

Anonymous said...

apa yang dimaksud ratu adil dan apa tanda tandanya akan datangnya ratu adil ?

mbah sghriwo said...

Jawaban mbah - Ratu Adil, secara harfiah berarti Seorang Raja, adalah tokoh mesianis dalam cerita rakyat Indonesia. Dia seorang raja atau ratu akan membangun perdamaian dan keadilan universal dengan cara yang mirip dengan berbagai tokoh, seperti Raja Arthur dalam cerita rakyat Eropa. Ratu Adil pertama kali disebutkan dalam Pralambang Joyoboyo, himpunan ramalan atau nubuat yang dianggap berasal dari Raja Joyoboyo dari Kediri.
Nubuat ini memprediksikan bahwa Ratu Adil ternyata miskin pada saat diketahui untuk pertama kali. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pemimpin nasionalis yang paling awal di masa pergerakan. Nubuat juga berbicara tentang penurunan kaum bangsawan sebagai penguasa riil selama berabad. Gelar atau pamor Ratu Adil telah diklaim oleh sejumlah pemimpin dalam sejarah Indonesia belakangan ini, termasuk Pangeran Diponegoro, Sultan Hamengku Buwono IX dan Presiden Soekarno.

Tanda datangnya ratu adil - Pasca goro-goro besar melanda planet bumi (antara lain terjadi kiamat bumi, perang besar, perang dunia, serangan jatuhnya benda angkasa, badai matahari, bencana alam terus-menerus) dan pulihnya jagad bumi manusia seperti sediakala menjadi normal kembali maka tatkala itulah akan tampil ke depan memimpin rakyat Nusantara. Selengkapnya http://www.hastamitra.net/2010/12/ramalan-joyo-boyo-satrio-piningit.html

Dunia Fachri said...

ki K ama WS itu sapa mas? kemudian apakah Sabdo Palon dan Noyo Genggong masuk Islam setelah Brawijaya masuk Islam? dan adakah kejadian besar pada tahun 1978 di Indonesia kala itu?
Matur Nuwun mas...

mbah sghriwo said...

Jawaban mbah - Menurut sumber majalah Tempo, Ki K adalah: "Seseorang pimpinan aliran sesat juga muncul di Klaten, Jawa Tengah. Ki Kere Klaten, begitu ia menamakan dirinya. Tahun 1983, ia harus rela pasukannya dihantam pemerintah."[sumber:http://www.tempo.co.id/ang/min/02/37/nas1.htm]. WS kepanjangan dari nama Wishnu S.
"Apakah Sabdo Palon dan Noyo Genggong masuk Islam setelah Brawijaya masuk Islam?" Tentu jawabannya adalah TIDAK. Walaupun demikian tidak dapat dipungkiri ada pihak tertentu yang berusaha membuktikan bahwa Sabdo Palon juga masuk Islam.

Kejadian besar pada 1978 di Indonesia adalah pembebasan ribuan Tahanan Politik G30S dari kamp tahanan Pulau Buru dan tempat penahanan lainnya. Presiden Amerika Serikat turut andil dan berperan dalam menekan Presiden Soeharto agar segera melunasi janjinya menyelesaikan segala masalah Hak Asasi Manusia di Indonesia. Sebuah kutipan langsung dari biografi Jimmy Carter menjelaskan hal itu, "The same is true in Indonesia. In May 1978, 1 asked Vice President Walter Mondale to visit President Soeharto so that he could link the release of political prisoners with the sale of aircraft. I also sent Patricia Derien, my personal envoy, on another trip to Jakarta to underscore the United States’ commitment to human rights." [sumber:http://www.hastamitra.org/2011/09/presiden-jimmy-carter-tentang-joesoef.html]

Anka Atma said...

Saya tertarik banget ni mbah sama ramalan raja jayabaya, tapi satu hal yang selama ini saya cari dan belum pernah ke jawab, yaitu apa si yang melatar belakangi atau sebab nya sang jayabaya meramalkan masa depan?

mbah sghriwo said...

Raja Jayabaya pada awalnya membuat ramalan sebagai bagian dari garis-garis besar haluan negara bagi kerajaan Kediri. Ramalan tersebut bersifat eksklusif untuk kepentingan raja dan negara, dan dipergunakan sebagai pedoman dalam menentukan kebijakan negara Kediri. Raja Joyoboyo membuat berbagai prediksi dalam segala bidang, selanjutnya mengacu pada ramalan tersebut yang bersifat sesuatu yang belum terjadi diperkirakan akan terjadi, maka bisa diambil kebijakan yang tujuannya mengantisipasi masa depan secara dini.
Ramalan yang tersisa dan bisa dibaca hingga hari ini merupakan bagian kecil dari bagian lain keseluruhan yang besar yang bersifat rahasia negara di masa pemerintahan Sri Aji Joyoboyo pada abad keduabelas masehi (1100-an).

tglo_kool said...

Semoga kemunafikan hancur sesegera mungkin

Anonymous said...

Masih soal ramalan, saya pernah denger soal ramalan presiden2 indonesia sekitar tahun 2000, tiba2 saya ingat soal ramalan itu Dan mengganggu tidur saya, tepat jam 2 dini hari, ramalan itu lebih mirip kisah pewayangan, su to me es no ,apa gitu saya juga gak bener2 nyimak. Seperti singkatan yg disusun dari nama2 presiden, lebih terdengar omong kosong, 12 tahun berlalu Dan saya ingat2 kémbali, omong kosong itu terbukti,
Pertanyaannya, singkatan apa yg beliau maksud, lalu sosok seperti apa presiden kita 2014 ?
Dan kapan Indonesia punya presiden yg bener2 amanah rakyat ?
Terima kasih mbah

mbah sghriwo said...

Mbah akan menjawab pertanyaan nomor 2 bung Anonymous, "Sosok seperti apa presiden kita 2014?"
Di antara para kandidat atau calon presiden 2014 terdapat dua sosok yang pasti berusaha mencalonkan diri pada pilpres dekat mendatang, untuk menilai secara tepat sosok mereka adalah tulisan lama (1998) berikut ini,http://www.hastamitra.org/2012/03/inilah-calon-presiden-2014.html

panji asmoro bangun said...

mbah, saking tlatah pundi kyai semar dumugi maleh?

Anonymous said...

mbah maaf
klau jayabaya itu islam bukan<<......???
karna dalam suatu tulisan yang saya baca di http://www.osserem.me/2012/03/100-ramalan-jayabaya-yang-telah.html
ada ramalan beliau yang mengatakan 14. Ora ngendahake hukum Allah--- Tak peduli akan hukum Allah.
berarti dengan ramalan tersebut jayabaya sudah memeluk islam<<.......???

Anonymous said...

Ratu Adil / Satrio Piningit itu dalam Islam dinubuatkan sebagai Khalifah al Mahdi oleh Nabi Muhammad saw dan dalam Kristen dinubuatkan oleh Yesus / Nabi Isa as sebagai ratu dari ujung bumi yang akan melakukan penghakiman. Juga adalah manusia pemilik bilangan binatang 666 yang dinubuatkan oleh Nabi Yahya as. Tidak ada penitisan atau reinkarnasi dalam Islam / Kristen. Saat ini orangnya sudah muncul dan menggemparkan dunia barat dan timur karena Ratu Adil / Satrio Piningit / Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu (selalu bertindak berdasarkan Al Qur'an & Sunnah Rasul Nabi Muhammad saw) karena mendapatkan ijin untuk bekerjasama dengan para malaikat dan Allah SWT dalam rangka menegakkan keadilan Allah SWT dimuka bumi ini. Contoh prestasinya yang menggemparkan adalah berhasil membuat skenario musnahnya negeri Singapura,kacung utama Yahudi Bani Israel bangsa terkutuk, penipu & penjahat alias bangsa bajingan dan terlaksana dengan sukses pada 30 Mei 2010yang lalu. Daratan utama Singapura beserta sekitar 4 juta penduduknya musnah tenggelam menjadi laut hanya dalam waktu 2 jam dimulai dari sekitar jam 04.00 WIB pada Minggu pagi yang lalu itu.

Anonymous said...

mbah...pernah dengar??
besuk ada satria orang yang turun dari lereng gunung wilis itu, orang yg digariskan dg nasib harus mati,tetapi takdir mengharuskan dia menjadi satria,orang itu jiwanya sudah berganti...
Apakah mbah sudah tau orang itu,,asalnya darimana??
saya dengar dia seorang petani di kampung

surya said...

ampura..saya ketinggalan jauh dan umur saya juga masih muda,saya belum mengerti semua ini tapi saya cuma mau bilang mari kita jalani hidup dengan berpikiran anda adalah saya dan saya adalah anda..mari kita tidak saling menyakiti,tidak saling mencemooh dan lain sebagainya.mari kita buat orang lain senang seperti kita membuat senang diri kita. jalani apa yg ada dan kedepan jadilah orang yg bisa menjalin hubungan baik dengan tuhan,sesama manusia dan lingkungan.

lick said...

permisi mbah ...
menurut mbah, apa perbedaan antara gegeman sama ageman ..?

mbah sghriwo said...

Terimakasih, monggo, mau bertanya kepada mbah. Menurut mbah, ageman dalam hal ini ageman urip ialah pakaian yang dikenakan selama hidup di dunia, yakni ilmu agama. Sedangkan gegeman dalam hal ini gegeman urip ialah sesuatu ilmu yang perlu kita cari dan kemudian kita genggam sehingga menjadi pegangan dan bekal tatkala hidup di dunia, yakni ilmu penghidupan atau ilmu pengetahuan.
Dengan demikian kesimpulan mbah, ageman dan gegeman itu saling melengkapi dan saling menyempurnakan satu sama lain.

dr. Agung said...

Sabdo Palon berusaha membuktikan kebenaran ajaran Beliau dengan mengembara ke Timur dan menyebarkan para keturunannya di Bali hingga Sumbawa, menurut saya akan ada salah seorang dari keturunan mereka yg Akan berperan di pemerintahan, mendampingi keturunan Kendedes yg menjadi pimpinan pemerintahan dimana terbukti secara silsilah Ke 7 Presiden kita di garis keturunan Kendedes. Sejak Era Danghyang Manik Angkeran Sudah mengetahui masalah ini Dan berusaha melindungi para keturunannya dengan membelah bumi Jawa Dan Bali yg dulu bersatu.

Anonymous said...

oh ya beliaukah?

Wiryadharma said...

artikel yang sangat menarik, dari sekian yang saya baca mengenai SABDA PALON dan NOYO GENGGONG, artikel yang saudara tulis sungguh luar biasa.

Namun sayang, diantara para penulis kurang menyajikan Hinduisme dan Buddhisme Jawa. Padahal keduanya itu, merupakan kunci dalam memahami MAJAPAHIT dan Nusantara pada waktu itu.

alih-alih menyebutkan Hindusime dan Buddhisme hanya dijadikan bumbu lengkapan dalam penulisan sastra jawa, yang kenyataannya banyak muncul penafsiran yang berdasarkan imajinasi sendiri.

Misalnya, bicara Aji Saka selalu dikaitkan dengan imajinasi pribadi, padahal fakta sejarahnya ada (baca: KANISKHA AGUNG).

oleh karena itu, banyak penulis sastra jawa kuno tidak memahami HInduisme dan Buddhisme dengan baik. Dan tidak berani mengangkat itu sebagai agama nenek moyang Indonesia.


sekian,
Jayasena Dipankhara

Wiryadharma said...

Sungguh merupakan artikel yang menarik, dan hampir sama dengan artikel pada umumnya.

Setiap membaca kisah SABDA PALON dan NOYO GENGGONG, hanya menyingung Buddhisme dan Hinduisme sebagai bahan sampingan.

Padahal sungguh jelas, keterkaitan kisah Sabda Palon dengan Buddhisme dan Hinduisme. Mungkin saja, para penulis kebanyakan kurang memahami Buddhisme dan Hinduisme Jawa pada masa itu.

Buddhisme dan Hinduisme hanya dijadikan bagian masa lalu dan tidak berlaku pada masa kini. Padahal Buddhisme dan Hinduisme kini kembali mekar di bumi Nusantara.

untuk memahami Sabda Palon dan Noyo genggong, hendaknya harus memahami Buddhisme dan Hinduisme, karena inilah kuncinya.

Mengapa bukan Islam?
Karena dengan munculnya Islam di Tanah Jawa, Sabda Palon menghilang. kenapa???
karena Buddhisme dan Hinduisme digeser oleh Islam.


by
Jayasena Dipankhara

Anonymous said...

sungguh sebuah pengetahuan yang luarbiasa akan sejarah peradapan manusia di muka bumi ini.. Menurut saya pada dasarnya semua agama itu mengajarkan kebaikan.. Tergantung bagaimana pemeluknya menyikapi..
Sri aji jayabaya memang orang yang di berikan kelebihan oleh sang pencipta untuk melihat apa yang terjadi di masadepan untuk memberikan peringatan.. Agar setiap manusia senatisa berhati-hati dalam berbuat dan bertingkah laku..
Sungguh artikel yang luarbiasa mbah.. Namun apalah artikel ini sebagai ajang debat dan saling beradu opini? Mohon untuk tidak menampilkan komentar2 yang bertujuan untuk menghasut atau membuat sebuah permusuhan atar umat beragama.. Terimakasih. Lahum_crew@yahoo.co.id

Anonymous said...

1. Untukmulah agamamu dan untukkulah agamaku”
2. Dan janganlah kamu campur -adukkan yang haq dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang haq itu, sedang kamu mengetahui

Anonymous said...

islam, hindu, budha agama apapun cum ada satu tuhan....
Allah, Hyang Widi, Hyang Manon itu hanyalah sebuah nama...
satu untuk semua...
semua untuk satu...

Anonymous said...

menarik saudara-saudara....
kejayaan nusantara akan timbul setelah adanya goro-goro. goro-goro adalah adanya musibah besar "hujan meteor", penafsiran "hujan meteor" adalah hujan rudal / nuklir.jadi kejayaan nusantara akan timbul setelah ada peperangan nuklir antar negara.
sabdo palon menghilang dan akan turun kebumi setelah ada kekacauan besar "goro-goro". yang turun ke bumi adalah nabi isa as. seperti yang telah di janjikan dalam kitab qur'an.

Anonymous said...

Nama saya Mardiana
Mbah saya mau tanya mbah ini siapa? mengapa banyak tahu hal2 seperti ini? Apa mbah punya kekuatan?

Sekedar cerita, umur saya 18thn, saat kecil saya bisa melihat makhluk halus dan sering bermimpi tentang negara atau kerajaan2 lama, sampai suatu hari saya pernah bermimpi ada laki2 tua memakai baju putih memberi saya dua keris. Suatu hari antara sadar dan tidak saya melihat nenek tua memakai baju hitam mencari2 saya, nampaknya dia sudah lama mencari saya karena mencari sesuatu. Saat saya SMP utk pertama kalinya saya datang ke pulau bali, saya terpecah dari kelompok dan sendirian di tanah lot, saya tidak merasa takut dan asing, saya jalan2 sendiri menikmati pemandangan dan memegang ular suci tanpa rasa takut seolah saya sudah pernah ke bali. mungkin tidak mbah saya pernah bereinkarnasi menurut mbah? tolong pendapatnya mbah atau yg saya alami ini hanya kebetulan saja?

mbah sghriwo said...

Terimakasih atas comment bung Mardiana, dan mbah akan menjawab pertanyaan mengenai siapa diri mbah.
Berikut ini satu cuplikan tulisan yang menyinggung sedikit diri mbah dalam bahasa Inggris oleh seorang Doktor bule Australia (http://maxlaneonline.com/2009/10/29/on-joesoef-isak-2/)

On Joesoef Isak by Max Lane
Today, in 2004, the old typesetting machine has gone. Now there are two old Apple Mac’s and one PC. The room is the same narrow space, but now with a tiled instead of concrete floor, a stronger light bulb and an air conditioner. In that tiny room, about 2.5 meters by 5 meters, Joesoef and one aide, Subowo, have typed out, laid out, edited and sub-edited more than 25 of the major works of Pramoedya Ananta Toer as well as that of scores and scores of other books, both for Hasta Mitra and other publishers. This included many volumes of Dutch scholarly works that were translated into Indonesian. Joesoef, now 76, still works out of the same office today, and still publishes books every year. There are no pensions for former political prisoners and the repeated banning of Hasta Mitra’s books always meant that there was never any real profit for Hasta Mitra either.

Mengenai pertanyaan bung Mardiana yang lain mengenai "apakah saya (Mardiana) pernah bereinkarnasi" atau "kebetulan" jawaban mbah tentu harus dikembalikan pada agama atau kepercayaan/keyakinan yang tengah Mardiana jalani sendiri.

Rahmat Burhamzah said...

Satrio piningit menurut Alqur'an

http://raiky-sky.blogspot.com/2012/07/satrio-piningit-menurut-alquran.html

Unknown said...

sugeng dalu. . Nyuwun pangapunten panjenengan niku nami asline sinten mbah

mbah sghriwo said...

Sugeng enjang, terimakasih atas pertanyaan Anda pada kami yang berbunyi, "Mohon maaf, siapa nama asli mbah?"

Jawaban dari kami nama mbah yang asli sesuai yang tertera pada KTP, SIM, STNK dst, "Subowo".

Anonymous said...

Mbah Sughriwo, numpang tanya, mengenai 'Perang Bubat',
apakah sesudah banyak menguliti sejarah, Mbah yakin bahwa Perang Bubat itu diarsiteki Mahapatih Gajah Mada?, bukan karena kesalah pahaman atau adanya pendulang di air keruh?. Jiwa kesatria didalam jiwa Maha Patih, rasanya sulit mempercayai bahwa Beliau menggunakan politik curang seperti itu,
Jawab ya Mbah .... terimakasih
Aji

Anonymous said...

Maaf nimbrung sedikit, pada dasarnya ada 3 cara jika manusia ingin pergi kesuatu tempat yaitu : dengan diri sendiri(jalan kaki, lari dll), dengan makhluk ciptaan Tuhan (kuda,sapi dll) dan ciptaan manusia (sepeda, motor, pesawat dll). Semua cara tersebut mempunyai keunggulan dan kekurangan tergantung kepada manusia sendiri untuk memilih yang mana.
Dalam hal memilih, kadang2 manusia lupa sudah diberi otak oleh Tuhan untuk membedakan mana yg baik atau yg buruk, tapi kebanyakan manusia lebih pikiran yg dipengaruhi hati, yang kadang2 dapat menyesatkan manusia itu sendiri.
Pada saat ini orang selalu berkata " dosa " tanpa tau artinya, selalu mengumandangkan manusia beradab, tapi dengan bangga memanggil nama Tuhan sedang dengan nama orang tua sendiri mereka tidak berani. Maaf jangan tersinggung, karena pesan Joyoboyo kalau mau selamat kita mesti waspada ! Tks. Joyokencono.

Anonymous said...

mbah..... kulo badhe tanglet
sabdo palon lan noyo genggong niku kan abdi kog saget ngramalaken nggih?? Trus sak umpamane sabdo palon lan noyo genggong urip malih... Kiro2 ten tlatah pundi??

Anonymous said...

mbah,
saya mau nanya:
peradaban suku sunda dan suku jawa mna yg lbih dulu?

mbah sghriwo said...

Kerajaan Hindu Tarumanegara 450 M di Jawa Barat yang tertua memasuki masa sejarah di Pulau Jawa.

mbah sghriwo said...

Sabdo Palon selalu berganti wadag atas kehendak dan takdir dari Yang Maha Kuasa. Siapapun dan dari bangsa apapun yang terpilih adalah sesuatu rahasia Illahi.

Anonymous said...

monggo sinten2 ingkang badhe perso,,
saget tindak teng ALASPURWO

wonten sesepuh asmanipun
Mbah sadat/Eyang Syadhat...

mbah sghriwo said...

"Perang Bubat" sebuah drama sejarah abad 14 yang berakhir memilukan bagi negeri Majapahit dan kerajaan Galuh-Pakuan Pajajaran. Prabu Linggabuana pun gugur di negeri orang, demikian pula calon paramesywari Majapahit pendamping Hayam Wuruk putri Dyah Pitaloka Citraresmi.
Bukan hanya Pajajaran yang kecewa berat, Majapahit pun tidak kurang menyesali kejadian tersebut. Hayam Wuruk pun seorang raja besar yang kandas cintanya patah hati berat akibat gugurnya Dyah Pitaloka.
Demikian pula orang kuat Mahapatih Gajah Mada merasa gagal besar dalam melunasi hutang politik sumpah Palapa-nya mempersatukan Majapahit dan Sunda-Galuh Pajajaran.
Gajah Mada tidak menyerang Pajajaran dengan kekuatan militer patut dihargai, demikian pula kesediaan Prabu Linggabuana datang ke Majapahit demi menyejajarkan sama sederajat antara rakyat Sunda dan wong Majapahit.
Pertanyaan yang timbul setelah kejadian menyedihkan di "Bubat" itu ialah siapa yang bersalah? Mahapatih Gajah Mada sebagai petinggi yang paling bertanggung jawab memang telah gagal memanaje even politik yang berlatar belakang cinta prabu Hayam Wuruk terhadap putri Pajajaran.
Walaupun demikian kiranya yang patut disalahkan ialah mengapa Prabu Hayam Wuruk harus jatuh cinta pada Dyah Pitaloka. Dan juga yang patut disalahkan ialah mengapa mahapatih Gajah Mada melakukan “Sumpah Palapa”.
Hayam Wuruk dan Gajah Mada memang bekerja sama dalam soal menghadapi kerajaan Sunda-Galuh Pajajaran. Gajah Mada menghendaki kerajaan Sunda itu “tunduk” kepada Majapahit. Sementara itu Hayam Wuruk menghendaki putri Pajajaran Dyah Pitaloka menduduka singgasana paramesywari Majapahit. Dua kepentingan itu menemukan jalan keluarnya. Gajah Mada tidak perlu menyerang negeri Sunda-Galuh, karena dengan terjadinya perkawinan kerajaan maka Sunda-Galuh dan Majapahit menjadi satu negeri.
Inilah (penyatuan Majapahit dan Sunda-Galuh Pajajaran) rupanya yang tidak dikehendaki oleh lawan politik Gajah Mada maupun Hayam Wuruk. Mereka berusaha menggagalkan rencana tersebut dengan membuat skenario perang Bubat, yang pada akhirnya dengan sendirinya memupuskan semua harapan Hayam Wuruk dan Gajah Mada.
Dan untuk selamanya Majapahit tidak pernah menyerang Sunda-Galuh demi menghormati pengorbanan Prabu Linggabuana dan putrinya Dyah Pitaloka. Mahapatih Gajah Mada tidak pernah mau membela diri terhadap tuduhan miring yang ditujukan kepada dirinya atas tewasnya Prabu Linggabuana sekeluarga. Biarlah sejarah yang mengadili yang bersalah, dan membebaskan dari tuduhan bagi yang tidak bersalah.

Anonymous said...

asyhadu an laa ilaha ilallah wa asyhadu anna muhammadarasulullah...

"sesungguhnya agama yg paling diridhoi di sisi Allah (Tuhan semesta alam) hanyalah Islam"

Anonymous said...

Bismillaahirrohmaanirrohiim
Insya Allah pemimpin (satrio pininggit) itu muslim/islam, senjatanya trisulawedha (Hab luminallah,Habluminannas,Habluminal'Alam), sahabat bagi umat (anak kecil adalah adik-adiknya, orang muda adalah saudaranya, dan manula adalah orangtuanya), penyeimbang tatanan dunia (agama (islam), budaya nenek moyang (sejarah), dan ilmu pengetahuan), dan kemunculannya dirahasiakan.

El Ghaf said...

Kulo pengin kepanggih kaleh mbah sadat/ eyang syadhat, pripun caranipun? Ghafar 081231021829

luqman said...

hampura mbah,,


bdahe taken,, kiblate panjenengan niku teng pundi,,,??

Yoes Sandy said...

Saya mau tanya apakah total semua ramalan jayabaya memang ada delapan, kalo masih ada lainnya tolong di postkan lagi, kalo gak ada ya terimakasih infonya..

mbah sghriwo said...

Ramalan Jayabaya kelompok khusus ini 1-8 itu memang jumlahnya sudah lengkap. Mengenai ramalan Jayabaya yang lain yang merupakan kelompok sebaran silakan mengunjungi http://www.hastamitra.net/p/ramalan-jayabaya-kumpulan.html

suniwantoro said...

12-12-2012
suni wantoro

dhidhot said...

nglurug tanpa bala; yen menang tan ngasorake liyan; para kawula padha suka-suka; marga adiling pangeran wus teka; ratune nyembah kawula; angagem trisula wedha; para pandhita hiya padha muja; hiya iku momongane kaki Sabdopalon; sing wis adu wirang nanging kondhang; genaha kacetha kanthi njingglang; nora ana wong ngresula kurang; hiya iku tandane kalabendu wis minger; centi wektu jejering kalamukti; andayani indering jagad raya; padha asung bhekti.

Artinya : menyerang tanpa pasukan; bila menang tak menghina yang lain; rakyat bersuka ria; karena keadilan Yang Kuasa telah tiba; raja menyembah rakyat; bersenjatakan trisula wedha; para pendeta juga pada memuja; itulah asuhannya Sabdopalon; yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur; segalanya tampak terang benderang; tak ada yang mengeluh kekurangan; itulah tanda zaman kalabendu telah usai; berganti zaman penuh kemuliaan; memperkokoh tatanan jagad raya; semuanya menaruh rasa hormat yang tinggi.

diperkirankan "Sabdo Palon" dan "Noyo Genggong" muncul di tahun 2012.. maka berarti..??

ijinkan saya menebak2 tanpa mendahului Tuhan...

apakah itu PAK JOKOWI?? hanya Tuhan yang maha tahu... :D

situ bagendit said...

Silakan menyimak : http://gerakanalmahdi.wordpress.com
………………………………………………
SEBUAH HIKMAH & PELAJARAN
(Khusus untuk anak-anakku)
………………………………………………
Yang jelas bukan dari saya yang menulis. Tapi dari seseorang yang memang tidak mau diketahui jati dirinya. Silakan direnungkan semua pihak….

Anonymous said...

Mbah saya mau tanya..

1. Apakah benar tentang rencana BIN untuk mengumpulkan orang2 titisan, soalnya menurut info saat ini keberadaan team dari BIN kebanyakan ada di jawa timur untuk mencari wadag dari beberapa leluhur terdahulu yang terpilih karena mereka hanya mengantongi nama dulu bukan nama wadag sekarang.

2. Ada seorang laki2 berumur sekitar 34th dia itu dipilih oleh Raden Ronggo yg notabene adalah putra penguasa Istana laut kidul yang setengah di alam dunia dan setengahnya di alam ghaib untuk menjadi wadag, dia juga pernah bermimpi menelan bintang, dia juga pernah mendapat peringatan untuk menjauhi kraton jogya, dia juga merasa bahwa dia itu adalah pewaris tunggal dari keris 13 luk berpamor kebiruan dan batu merah delima sebesar kepala orang dewasa.
Yang saya tanyakan Dia itu sebagai apa ya mbah? apakah Satrio paningit itu atau sabdo palon atau siapa ya mbah?
Mohon Dijawab ya mbah atau email saja ke d_dono@ymail.com

mbah sghriwo said...

Terimakasih mau bertanya kepada mbah, berikut ini jawaban sederhana dari Mbah:
1. Suksesi kekuasaan dalam perhelatan pemilu dan pilpres 2014 tidak lama lagi akan berlangsungi. Memang sewajarnya terjadi operasi intelijen di wilayah padat penduduk yang juga provinsi penting serta dinamis seperti di Jawa Timur. Mbah berharap bahwa BIN semasa SBY ini tata kerjanya lain dari masa Orde Baru, diharapkan mereka hanya sekadar mengumpulkan informasi intelijen dan tidak akan melakukan rekayasa dengan tujuan penangkapan maupun pembunuhan secara rahasia terhadap siapapun juga. Sebagai perbandingan ialah adanya operasi intelijen semasa Orba seperti yang terjadi menjelang pemilu 1997 di Jawa Timur, kala itu merebak isu Ninja yang meneror para ulama, dan sebagainya. Demikian pula yang terjadi menjelang pemilu pada 1992, 1987, dan tahun-tahun sebelumnya.

2.Sebelum langsung menjawab pertanyaan bung Anonymous, baiklah diterangkan lebih dulu berikut ini: mengenai reinkarnasi atau titisan tokoh Sabdo Palon ini hanya ada satu saja wadagnya di seluruh dunia manusia, syaratnya satu saja ia terpilih dan dipilih atas kehendak Illahi. Sabdo Palon mengemban tugas khusus bagi umat bangsa kulit berwarna. Bangsa kulit putih dan kulit kuning bukan tanggung jawab Sabdo Palon.

Mengenai Ratu Adil atau Satrio Piningit ialah seseorang baik ia sebagai titisan/keturunan raja terdahulu maupun bukan, akan tetapi terpilih dan beruntung telah mendapatkan pulung gaib wahyu keprabon dan selanjutnya menjadi pemimpin negara maka ia layak disebut Ratu Adil. Sebagai gambaran sedikit mengenai apa itu pulung gaib, sebagai berikut: raja pulung terbesar di seluruh dunia ini hanya ada tiga. Sedangkan pulung-pulung gaib lainnya berserakan tak terhitung jumlahnya.

Bung anonymous bertanya mengenai lelaki 34 tahun itu dengan berbagai ciri yang bung sebutkan di atas, jika memang benar dalam penilaian Mbah itu ciri yang luar biasa terutama karena memiliki batu merah delima yang cuma ada satu di dunia, akan tetapi saat ini dia masih semata-mata baru seorang calon raja/pemimpin belaka, baik di laut selatan maupun di atas daratannya!

Rizal Vhl said...

Mbh apakah ini ada hubungan dengan cincin mpu gandring ??

mbah sghriwo said...

Menjawab Bung Rizal Vhl: Empu Gandring seorang ahli pembuat senjata (empu) paling mumpuni jaman itu terutama keris di samping senjata lainnya. Beliau hidup sekitar awal abad ketigabelas (1200-an).
Kisah atau legenda Empu Gandring selalu berkaitan erat dengan tokoh lain yang hidup sejamannya yakni: Arok, Dedes, Tunggul Ametung, Sri Krtajaya atau Dandang Gendis (raja Kediri).
Mengenai cincin Empu Gandring, mbah tidak yakin tentang keberadaannya.

Anonymous said...

Amiitttt....mbah, Zaman skrang sdh maju, teknologi mutakhir & penilitian terus dilkakuan.
Penulisan harusnya obyektif & berdasarkan fakta. Cerita fiktif/mitologi tdk bs dibenarkan tanpa ada bukti. Contoh : Perang barathayuda di kuru 2500SM sekarang diteliti dan hasil temuan mengejutkan : seperti perang Nuklir saat ini (cheyrnobiel), yang baru situs gunung padang.
# klu tentang ramalan jayabhaya itu jelas bkn dibuat oleh raja kadiri yg terkenal, krn pujangga (mpu sedah, prapanca, yasadipura, ronggowarsito dsb) sdh pernah membuat cerita meniru mahabharata karya Malwiki + Byasa. Ajaran sabdo palon noro genggong hampir sama dengan ajaran syeh siti jenar/sitibang/lemah abang; menentang perubahan ajaran Hindu-Budha pada saat gerakan islam-isasi jawa oleh "Wali 9". Para pujangga masa mpu prapanca tdk pernah membubuhkan namanya. Pertanyaan : siapa pembuat kitab adam makna_betal jemur, ramalan jayabhaya dan siapa syeh siti jenar !?
Maturrr nuwun....

Wong Bay said...

Nyuwun sewu mbah bade komen,,
Menurut saya Ramalan itu mempunyai banyak wajah,,
Tapi saat kita menunjukan masa depan kepada seseorang maka dari situlah orang itu tidak akan punya masa depan,,,
Hemat saya biarlah masa depan itu tetap bersifat Rahasia dibalik Rahasia,,
Karena manusia di beri Ilham untuk mengira-ngira sehingga ia berusaha dgn sungguh-sunguh,
Bukan di jabarkan tentang masa depannya sehingga manusia hanya duduk menunggu dan bertanya kapan ato kok blom datang?,,
Hehehe,,, salam dari saya yang agamane islam watak'e jawa...

Anonymous said...

Punten Mbah, numpang nanya di comment Mbah di tgl 13 Agustus 2011 yg menyebutkan "Bagaimana Moksa nya Sabdo Palon, yg Merujuk pada kitab "Adam Makna" dst, yg mengingatkan saya kepada cerita Eyang saya (namun sudah meninggal) yg mana di critakan oleh Eyang saya bahwa beliau pernah menemukan patung sesuai ciri2 yg Mbah maksud dalam kitab "Adam Makna", saya tidak tau tempatnya karna saya mengingat-ingat tetap saja menjadi penasaran untuk saya
Mohon info untuk mendapatkan buku/kitab yg di maksud Mbah, cari nya dimana , setebal apa?? Saya mencari2 di internet kok gak ada, mungkin Mbah punya salinan buku/kitab itu, atau mungkin Mbah menjual atau tau dimana beli nya Mbah ?! Mohon info nya Mbah

mbah sghriwo said...

Mangga bung Anonymous, sayang sekali Mbah memang pernah menyimpan buku itu akan tetapi karena ada kekacauan di tempat penyimpanan tersebut hingga saat ini Mbah belum dapat menemukan kembali buku tersebut. Jadi Mbah mohon maaf kepada semuanya karena belum dapat memberikan copy-nya.
Oh, ya, mengenai data buku itu yang Mbah ketahui adalah sebagai berikut: setebal 40-an halaman. Edisi buku tersebut dalam Bahasa Inggris. Sekadar info buat Bung Anonymous buku tersebut pada 1980-an pernah dibagikan kepada orang-orang penting (para kepala negara) di seluruh dunia, termasuk juga para duta besar di kedutaan besar asing di Jakarta.

lukman aliong said...

presiden indonesia menurut predeksi kami adalah sesorang yang merupakan telah dikenal sebelumnya dan memiliki nama dengan huruf yang dimiliki diantaranya : jhet ( y atau Z ya????) ya saya anggap Y atau Z huruf yang dimiliki presiden RI 2014

Subowo bin Sukaris said...

Mengegongi komen Bung Lukman Aliong mengenai prediksi presiden RI 2014, untuk memudahkan pembaca lainnya mengerti maksud dari komen Bung Lukman, maka berikut ini adalah nama-nama yang masuk kategori dalam prediksi presiden RI 2014:
(Ir. H.) Aburizal Bakrie -- (Drs. H.) Muhammad Jusuf Kalla -- (Dr.) Sri Mulyani Indrawati -- (Marsekal TNI) Djoko Suyanto -- (Letjen TNI) Sutiyoso ....

Hasta arik said...

http://djawoto.blogspot.com/search/label/Ramalan%20lengkap%20sapdo%20palon%20noyo%20genggong

Ardian Syah said...

SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR-BESARNYA KEPADA KI MANDALA,NOMOR YANG AKI BERI 4D[8705],TERNYATA BENAR2 TEMBUS ,SAYA TIDAK SIA-SIA MEMBAYAR MAHAR,AWALNYA SAYA KURANG YAKIN KALAU ANGKA YANG AKI BERIKAN AKAN TEMBUS 100%,TERNYATA ALHAMDULILLAH SAYA MENANG ANGKA 4D,MOTOR DAN PERHIASAN ISTRI SAYA YANG PERNAH KUGADAIKAN 1 BULAN YANG LALU SEKARANG SUDAH BISA KUTEBUS LAGI,ANGKA GHOIB YANG DI BERIKAN AKI TIDAK PERLU DI RAGUKAN LAGI,SAYA JAMIN 100% TEMBUS SOALNYA SAYA SUDAH PERNAH MEMBUKTIKANYA 3X,DAN INI NOMOR BELIAU JIKA ANDA INGIN MENGHUBUNGINYA 0_8_2_3_4_8_9_8_5_7_1_4! Thanks AKI


Anonymous said...

ma'af mbah,klo bleh nanya. Siapa babat pertama kali di pulau jawa ini mbah,mhon di critakan. . ? Mkasih. . .

Subowo bin Sukaris said...

Memenuhi permintaan bung Anonymous untuk menceritakan siapa yang babad pertama kali di Pulau Jawa tulisan Mbah di alamat situs berikut ini mungkin samar-samar bisa menjawab pertanyaan tersebut:

http://www.hastamitra.net/2012/02/ramalan-jayabaya-benua-atlantis-diisi.html
dan juga
http://www.hastamitra.net/2012/05/misteri-piramida-kebudayaan-atlantis-di.html

Anonymous said...

maksih mbah atas infonya. Sking kulo si-jaxs dr kota reog.

charisma said...

Assalamu'alaikum,,punya data lengkap tentang kitabnya jayabaya (ramalan jayabaya)? baik yang masih dalam bahasa jawa atau sudah tafsiran bisa di emailkan di coth_khar@yahoo.com...

wassalam...

Subowo bin Sukaris said...

Wa'alaikum salam wr.wb.

Terimakasih atas permintaan "data lengkap" mengenai "ramalan Jayabaya".
Berikut ini "data lengkap" yang kami anggap cukup baik seperti yang bung Charisma perlukan berdasarkan hasil penelusuran dunia maya.
Adapun referenci cetak/tertulis mengenai "ramalan Jayabaya" kami hanya mampu memberi saran bung Charisma untuk berburu sendiri di berbagai perpustakaan nasional atau di kios buku besar/kecil, baru/bekas.

http://keratonindonesia.wordpress.com/2011/01/13/uraian-ramalan-joyoboyo-4/

http://karatonsurakarta.com/jayabaya.html

http://www.wonosari.com/t815-ramalan-joyoboyo

http://nurahmad.wordpress.com/wasiat-nusantara/bait-terakhir-ramalan-jayabaya/

http://alangalangkumitir.wordpress.com/category/ramalan-jayabaya-musarar/

http://id.wikipedia.org/wiki/Ramalan_Jayabaya

wasalam,

kimunk_13 said...

Assalamualaikum
Mbah kenapa belanda tidak bisa meng kristenkan masyarakat kita, padahal mereka menjajah kita 3,5 abad.
beda dengan bangsa eropa lain seperti spanyol atau portugis yang berhasil merubah agama asli masyarakat yang dijajah mereka...
terlepas dari takdir sejarah apakah ada faktor lain menurut Mbah

Subowo bin Sukaris said...

Wa'alaikum salam wr. wb.
Terimakasih atas pertanyaan kepada Mbah, "Mengapa Belanda tidak bisa meng kristenkan masyarakat kita, padahal mereka menjajah kita 3,5 abad?"
Menjawab pertanyaan bung Kimunk_13 di atas, maka jawaban Mbah sebagai berikut: Belanda, Hollandia, atau Nederland memasuki perairan Nusantara pada 1596, tatkala itu di berbagai wilayah kerajaan kecil Nusantara (kerajaan bawahan Majapahit) baru beberapa tahun lepas dari dominasi Syiwa-Buddha Majapahit dan selanjutnya beberapa kerajaan kecil di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera itu telah berubah dan eksis menjadiberbagai kerajaan/kesultanan Islam.
Dapat disebutkan di sini beberapa kesultanan Islam yang dapat diperkirakan memiliki kekuatan militer yang cukup tangguh menghadapi bangsa Belanda yang baru saja datang pada akhir abad keenambelas (1500-an) yakni Kesultanan Mataram, Kesultanan Samudera Pasai, Kesultanan Banten, Kesultanan Gowa, Kesultanan Banjar, dan seterusnya.
Dari pelajaran sejarah dapat disimpulkan bahwa Belanda dapat menaklukkan Nusantara selama tiga setengah abad tidak hanya menggunakan kekuatan militer besar-besaran, akan tetapi juga menggunakan keunggulan taktik dan strategi politik divide et impera (politik pecah-belah dan kuasailah).
Beberapa contoh sejarah mengenai keunggulan politik divide et impera Belanda di Nusantara dapat disebutkan dan dibuktikan:
Belanda yang cuma memiliki kekuatan kecil saja mampu menahan serangan pasukan darat Sultan Agung yang mengerahkan 200.000 pasukan guna mengusir Belanda dari Batavia.
Contoh lainnya dapat disebutkan upaya Belanda dalam menaklukkan Aceh di samping menggunakan pasukan khusus terdiri dari pribumi selatan Jawa Tengah yang kalem, juga meminta nasihat kepada sarjana Islam Snouck Hurgronje yang pernah tinggal di Mekkah belajar Islam secara mendalam.
Dalam upaya penaklukan Belanda di Sulawesi Selatan, Belanda bersekutu dengan kerajaan Bone dalam menaklukkan Sulawesi Selatan. Begitu juga di Jawa Tengah Belanda bersekutu dengan Amangkurat I & II dalam upaya politik divide et impera guna menguasai Kesultanan Mataram.
Dari beberapa contoh di atas dapat disimpulkan bahwa kekuatan militer Belanda sebenarnya kecil sekali andaikata harus berhadapan langsung sekaligus dengan berbagai kesultanan Isam di Nusantara.
Dan dari kekuatan militer Belanda yang kecil itu yang tidak akan cukup jika digunakan dalam upaya penaklukan Nusantara secara keseluruhan, maka jalan yang ditempuh Belanda upaya menundukkan Kesultanan Islam ialah tetap mempertahankan status quo tanpa mengadakan upaya peng kristenan di wilayah Kesultanan Islam.
Belanda di Hindia Belanda bukan hanya mengangkuti kapital keuntungan dari Nusantara, akan tetapi juga mengangkuti segala macam ilmu sastra, seni, teknologi, dan termasuk juga benda-benda warisan kuno dalam bentuk tertulis maupun dalam bentuk lainnya.
Pemerintah Hindia-Belanda yang awalnya cuma maskapai dagang VOC hanya membutuhkan laba kapital bagi kepentingan negeri induknya di Eropa. Dan selama negeri jajahan Belanda di Nusantara yang disebut Hindia-Belanda (Nederland-Indie) terus-menerus dapat memberikan setoran keuntungan bagi negeri induk Kerajaan Belanda maka tidaklah penting apakah pribumi Hindia itu berganti agama lain atau tetap memeluk Kristen, Islam, Katholik, Protesten, Hindu, dan Buddha.
Sekian jawaban Mbah untuk sekali ini.

Anonymous said...

Mbah. ramal saya dunk :D
saya hendra kelahiran 31 maret 1981

Subowo bin Sukaris said...

Terimakasih atas komen bung Hendra. Mbah cuma bisa menyarankan silakan mengunjungi LINK berikut ini untuk mengetahui ramalan diri anda.
http://www.primbon.com/horoskop.php?nama=Hendra&tgl=31&bln=3&thn=1981&submit=Submit!

Adi Anarki said...

apakah jayabaya juga mengajarkan kesaktian

Anonymous said...

apakah kitab jayabaya juga mengajarkan kesaktian

Subowo bin Sukaris said...

Menimpali pertanyaan yang sama antara bung Adi Anarki dan bung Anonymous, “Apakah (kitab) Jayabaya juga mengajarkan kesaktian?”
Maka tersedia jawaban sederhana berikut ini: Jayabaya memiliki kesaktian utama yakni beliau mampu bertemu, berdialog langsung dengan wadag halusnya yang 100 persen persis wujud aslinya di dunia/alam fana. Sebagaimana diketahui wadag halus Jayabaya, atau wadag siapapun juga, dapat disebutkan keberadaan mereka dianggap berada di dimensi dunia paralel lain pada waktu yang sama.
Pertemuan dua makhluk yang sama dari dunia yang berbeda dapat dilakukan jika seseorang memiliki kemampuan meditasi/dzikir yang hebat, dan itu semua melalui latihan terus-menerus. Dan untuk mencapai tingkatan tinggi itu syaratnya antara lain kebersihan hati, jiwa, dan laku hidup yang baik di dunia.
Sebagai ilustrasi dan gambaran mengenai keterangan kami di atas bung Adi Anarki dapat menonton cerita Prabu Siliwangi yang tengah tayang di salah satu stasiun teve swasta. Dalam tayangan teve itu Prabu Siliwangi yang tengah meditasi mampu berdialog, dan bertemu dengan wadag halusnya.

Anonymous said...

(Maka tersedia jawaban sederhana berikut ini: Jayabaya memiliki kesaktian utama yakni beliau mampu bertemu, berdialog langsung dengan wadag halusnya yang 100 persen persis wujud aslinya di dunia/alam fana. Sebagaimana diketahui wadag halus Jayabaya, atau wadag siapapun juga, dapat disebutkan keberadaan mereka dianggap berada di dimensi dunia paralel lain pada waktu yang sama.
Pertemuan dua makhluk yang sama dari dunia yang berbeda dapat dilakukan jika seseorang memiliki kemampuan meditasi/dzikir yang hebat, dan itu semua melalui latihan terus-menerus. Dan untuk mencapai tingkatan tinggi itu syaratnya antara lain kebersihan hati, jiwa, dan laku hidup yang baik di dunia.) pertanyaannya apakah sama dengan tulisan2 pengalaman pribadi pada buku yg pernah saya baca berjudul "MENDAPATKAN KONTAK BATHIN DENGAN PARA DEWA" penulis Desi? terimakasih atas jawabannya.

Subowo bin Sukaris said...

Bung Anonymous terimakasih atas pertanyaan berikut ini, "Apakah sama dengan tulisan-tulisan pengalaman pribadi pada buku yang pernah bung Anonymous baca berjudul....."
Jawaban dari kami adalah data berikut ini yang merupakan kutipan langsung sebanyak dua paragraf terpisah pada buku Desi tersebut yang kami anggap sedikit banyak hampir menyamai, hampir mirip atau bisa jadi sangat persis dengan kesaktian Sri Aji Joyoboyo.

--"Dalam meditasi aku merasakan kenyamanan dan keringanan dalam tubuhku, tapi ada tekanan kuat pada ujung hidungku, tekanan itu perlahan lahan naik ke atas sampai ke cakra dahiku dan menyebar disana, setelah itu aku merasakan tanda komunikasi. Perlahan aku melihat kehadiran Buddha Sakyamuni dan Buddha Maitreya, aku juga melihat tubuhku memancarkan cahaya terang bersamaan dengan kehadiran Mereka." (Desi 2010, MENDAPATKAN KONTAK BATHIN DENGAN PARA DEWA)

--"Aku melihat seseorang yang kakinya sakit telah sembuh dan dia datang menemuiku, entah apa yang kami bicarakan. Hanya saja beberapa waktu kemudian dia datang ke tempatku bersama banyak orang lainnya, sepertinya dia sedang mengatur pekerjaan untuk membangun sesuatu. Setelah jadi baru terlihat kalau bangunan itu sebuah Vihara. Vihara itu sama persis dengan yang kulihat dalam meditasi saat aku mengetahui masa depanku. Aku juga melihat diriku dalam keadaan mengandung dan dari langit turun Bodhisattva masuk ke dalam perutku." (Desi 2010, MENDAPATKAN KONTAK BATHIN DENGAN PARA DEWA)

Sekian untuk sekali ini.

sugriwo said...

piye mbah.sghrwo......perkenalan murid dr SP. sugriwo asli ajaran semar penerus ajaran tugas dr pesan para wali dgn tokoh wayang....rohku bersatu dgn sugriwo dgn manusia.wahyu allah.yg dberikan lewat semar.
semar ....jauhnya tanpa batas....dketnya sampe menyentuh tp tak tersentuh.....

wahyu allah byk yg dturun.

semar itu setara nabi dan wali. bisa membedakan aura yg paling tinggi ilmunya ato siapa ilmu yg deket dgn allah.

semar tangan kanannya ato utusan yg di emaskan allah.....


alam goid tdak ada undang2nya.
tetapi dsalahgunakan oleh manusia tuk perbudakan.penbunuhan.mitenah.santet.padhal mereka ahli agama..semoga mbah subowo tdak seperti itu sy sebut. sebab ilmu makin hebat makin merunduk dgn allah.taat aturan agama.tau bner n tdak.hati selalu bersih.mengalah.sabar.ilmu yg sakti tdak djualbelikan,kesombongan.kekuasaan.

byk bukti mendptkan jbatan mereka gunakan dukun ato wongpinter.meraka tak kuat godaan.

byak ahli agama yg salah arah..shrusnya contoh.
byk gunakan rewangan2.nantinya setelah mati anda ganti perbudak.


saya berikan pandangan dkit.....
kita ada.asli. jaman nabi dan wali byak musuh alam nyata.

tetapi skrg...kita masih jihat dialam goid.......alam nyata kahanan skrg.
knp jihat.byak kyai.paranormal dll salah arah.

diantara it semar melanjtkan perjualan umat yg bner.
byak yg hancur mati krn dnasehati tak mau.selalu melawan.tetapi jgn harap masuk surga walo mereka puasa apapun caranya.

dlu ketika nabi berperang dgn pasukan sedkit dipadang pasir,malaikatpun membantu.

kitapun sama.apa lg yg merintahan semar.siap
nabi membunuhpun dmaafkan allah krn roh yg berkilau.
semarpun sama.mereka sudah dnasehati. knp kami dmusuhi? dgn tangan ato ajian dan waspada
dgn ringannya seperti kita menginjak semut.

bumi........planet2. jarak angkasapun dgengt.gaman tangan

tuk sodoraku semua.....
gunakan kepintaran.ilmu sesaktipun...........jgan dsombongkan.dpamerkan....tetapi gunakan dijalan seng becik.....


buat mbah wo.......gunakan ilmu tuk kebenaran agama islam sejati...supaya tdak ad sangkut paut antara jinsetan.rewangan....


sodaraku...bhwa semar sudah tiba...kita diamati.diawasi.....doalah krn tanah.air.udara dan alam sedang menunjukan kemampuanya


kita ada dibalik jaman pewayangan



saya sugriwo asli.roh sugrgwo........byak wahyu selain ak...



mari masuk ke twiter saya

@dewasugriwo


tetap waspodo

dendy aqiaagata said...

ats seijin hyang maha kuasa saya akan sedikit berkomentar . semua yg ada akan tidak ada dan sebaliknya. jadilah manusia yg memahami tanda alam .jadikanlah masa lalu sebagai pelajaran/pengalaman hidup agar tdk tersesat dalam jalanmu Hidup lakune wong mlaku kudu nganggo lelaku . manusia jawa jaman sekarang sudah melupakan nalurinya .banyak yg menuding manusia lain Kafir, dosa ,salah dsb nya. saya prihatin karena sebenarnya kita tdk tahu apa kita yg dikatakan jadilah satriya enkang mbelani kautamaning gesang ,ingat Hyang moho kuoso ,eling waspodo ,temen ,manembah gusti . buruk tdk berarti salah, jangan kaeliru mengartikan yg ada didepan kita ,dan sebaliknya.orang sekrang banyak yg berkiblat ke barat walaupun sebenarnya orang jaman dulu/ leluhur kita berkiblat ke timur . seperti Sunan kalijogo ketika mendapatkan wahyu serat kalimosodo.kenapa kita tdk meneruskan naluri kita sebagai jawa yg terhebat di jagat raya seperti leluhur kita yg sanggup menggegam dunia dg kemampuanya berkiblat ke timur . bahkan iblis pun takut ,menghindar dan lari dg kemampuan leluhur kita .namun sekarang saya hanya bisa ngelus dada melihat manusia berkiblat nafsu duniawi . Ber Tuhan kitab,kedung masjid ,sangkrah kyai,muji bondo ,lali jiwone , ngugemi jin setan,seneng ilat ulo ,kemrudong ajaran negoro liyo ,omongane semorgo , rumesik jiwo , rumongso iso rumongso , mbebener lakune , merem adile sakpodone , kekiter pangkat , drajat . sumonggo hananging Hyang moho kuoso mboten sare . jAlani hidup dg baik . sabdo palon itu baru tersenyum melihat aku nulis ini mudah-mudahan dijadikan perenungan jangan hanya ngamong ya boss amin.

PAK AHMAT DI LAMPUNG said...

Saya Pendatang Baru Di Room iNi.Ingin Mengucapkan Banyak Terimah Kasih.Untuk AKI,BARAKA.yAng Telah Membantu Saya Melunasi Semua Hutang2.Saya.Karna Berkat Bantuang Angka Ghoib Dari AKI,BARAKA.Yang Di Berikan Kepada Saya yAitu_{6927}_Akhir Nya Berhasil Saya Menangkan Di Putaran SGP.Alhamdulillah Saya Memenangkan Rp'127jta.Dan Saya Tidak Menyangka AKI,BARAKA.telah Merubah Nasib Saya Hanya Sekejap.Ini Adalah Benar Benar Kisah Nyata Dari Saya.Untuk Anda Yang Penuh Kepercayaan Dan Keyakinan.Dan Yang Ingin Merasakan Kemenangan 4D-Dalam 7X Putaran.Silahkan Anda Hubungi Langsung AKI,BARAKA.Di Nomor{_0_8_2_3_1_0_2_9_6_7_7_7_}Saya Sangat Yakin Bahwa Angka Ghoib Hasil Ritual AKI,BARAKA.dapat Merubah Nasib Anda Seperti Saya.Terimah Kasih.Thank'z Roomx Shobath ★

Anonymous said...

Nama saya marsum...saya orang karawang lahir selasa wage ...saya sering bermimpi di datangi para leluhur nusantara... menurut mbah makna apa atas mimpi itu?? Trimz

Anonymous said...

Assalamualaikum.wr.wb
Mbah saya adalah orang karawang yg lahir d selasa wage... saya bermimpi bahwa nenek lampir dan cucunya gerandong yg ada d misteri gunung merapi menjadi baik dalam menumpas kebathilan dan mengabdi pada saya.. setelah sebelumnya sore nya sebelum tidur saya kirim doa kepada leluhur2 nusantara ..kira2 apakah arti dari semua itu....

Anonymous said...

APA SEKARANG SUDAH MENGINJAK 500 TAHUN MBAH,DARI RUNTUHNYA MAJAPAHIT...

Anonymous said...

Permisi mbh,apakah sekarang sudah menginjak 500 thn dari runtuhnya majapahit..mohon di bales

Subowo bin Sukaris said...

Terimakasih atas komen bung Anonymous, berikut ini dua tulisan dari mbah mengenai substansi yang bung tanyakan, semoga bisa menjadi jawabannya.
Sabdo Palon, “Kejayaan Islam di Nusantara.”

Misteri Sabdo Palon dan bencana 2012

Simbah Paijo said...

Ratu adil" jokowi dodo dan JK melihat gambaran di atas dan dr komentar yang saya simak sejak 2011 di sini " mohon informasinya mbah tentang batara bayu dewa angin

Simbah Paijo said...

Satrio piningit itu apalkh jokowi dan JK mbak dan saya mau tanua batara bayu dewa angin apakh di jaman moderen masih ada wibawanya mbah

wayang bali said...

Saya Pendatang Baru Di Room Ini Ingin Mengucapkan Banyak Terimah Kasih.Kepada AKI,BARAKA.Yang Telah Membebaskan Saya Dari Jeritan Di Lilit Hutang.Karna Angka Ghoib Hasil Ritual Pemberian Dari AKI,BARAKA.4D Yaitu(_4366_)Akhirnya Berahasil Saya Menangkan.Alhamdulillah Saya Menang 72jta.Sekarang Saya Suda Bisa Menutupi Semua Hutang2 Saya.Dan Sisanya Saya Pakai Bermodal Untuk Membuka Usaha Sendiri.Saya Tidak Menyangka Ini Semua Bisa Saya Capai.Dan Sekarang Saya Suda Merasa Hidup Tenang Bersama Keluarga Besar Saya.Ini Adalah Benar Benar Kisah Nyata Dari Saya.Untuk Saudara Saudara Saya Yang Ingin Mendapatkan Angka Ghoib Hasil Ritual Jitu 2D.3D.4D.6D.Di Jamin 100% Tembus.Silahkan Anda Hubungi Langsung AKI,BARAKA.Di Nomor(_0_8_2_3_1_0_2_9_6_7_7_7_)Jika Anda Penuh Kepercayaan Dan Keyakinan Silahkan Anda Buktikan Sendiri Jika Anda Ingin Mengubah Nasib Anda Seperti Saya.Terimah Kasih.Thank'z Roomx Zhobath ★