August 3, 2012

Ramalan Joyoboyo "notonogoro"


Ramalan Joyoboyo, "notonogoro"

© mbah subowo bin sukaris

Gabungan lima suku kata "notonogoro" satu-satunya ramalan Joyoboyo yang paling sering diutak-atik dan digathuk-gathukkan oleh siapapun yang hendak memprediksi siapa calon kepala negara baru yang kelak memimpin negeri seluas bekas Majapahit/Hindia Belanda. 
     Notonogoro/notonegoro sebagai kata kesatuan memiliki makna "seorang tokoh yang berkemampuan menjadi kepala negara Nusantara yang adil dan dapat memakmurkan, mensejahterakan, dan menjaga keadilah bagi segenap kehidupan rakyatnya."
      Ramalan Joyoboyo "notonogoro" jika dianggap merupakan gabungan lima suku kata terakhir dari penggalan nama tokoh pemimpin, maka secara berurutan susunannya adalah berikut: No, To, No, Go, Ro. 
     Dalam aksara Jawa maka varian dari suku kata No ialah Nyo, lebih luas lagi agar tidak terkesan Javasentris maka varian lain yang tersedia adalah Na.
      Begitu pula dengan To, suku kata kedua "notonogoro" maka varian dalam aksara Jawa dari To ialah Tho, selanjutnya lebih luas lagi ialah Ta. Untuk suku kata ketiga dari notonogoro yakni No, idem dengan No suku kata pertama. 
      Suku kata keempat "go" yakni dalam aksara Jawa maka varian Go ialah  Ngo, Nggo, dan juga tentu saja Ga. Selanjutnya varian dari suku kata terakhir notonogoro yakni "Ro" dalam aksara Jawa Ro tidak ada bentuk lainnya, kecuali lebih luas lagi agar tidak Jawasentris adalah Ra.
      Orde Baru mulai berkuasa terhitung sejak 1967 dengan hasil Tap MPRS penuh rekayasa terhadap dokumen Supersemar, ujungnya Soeharto marak sebagai penjabat presiden. Dengan demikian MPRS juga telah "melengser keprabon"kan Bung Karno. 
      Orba sebagai kekuatan sosial politik yang dominan menggelar pesta demokrasi yang diadakan lima tahun sekali. Tak ada tokoh selain Pak Harto yang maju sebagai kontestan pilpres, alhasil Pak Harto selalu menjadi calon tunggal yang ujungnya dipilih oleh MPR dengan suara bulat. "Notonogoro" Joyoboyo pada waktu itu merupakan hal tabu dibicarakan oleh siapa saja, dan jangan coba-coba untuk berani meramalkan pemimpin Nusantara yang baru selain pilihan Orba. Maka yang tengah terjadi tiap pesta demokrasi lima tahunan tak seorang pun berani membuka pokok "notonogoro". 
      Mengapa "notonogoro" begitu menjadi momok bagi Orba yang tidak pernah membuka peluang munculnya calon kepala negara yang lain? Tentu saja agitasi dan propaganda Orba yang hebat itu yang konon meniru teknik propaganda Hitler, hasilnya sungguh luar biasa.... pada waktu itu yang terpampang di dunia politik adalah masa mencekam, menyeramkan, dan siapapun tidak boleh membuat sekadar ramalan munculnya tokoh yang potensial menjadi rival Soeharto -- yang fasis dan otoriter karena memberangus semua lawan-lawan politiknya. 
      Ramalan Joyoboyo "notonogoro" ini menjadi terjun bebas untuk dijadikan pokok oleh semua orang sejak era reformasi, atau sejak tumbangnya kekuasaan Soeharto pada 21 Mei 1998. 
      Tumbangnya Soeharto dengan cara mengakhiri kekuasaannya melalui penyerahan langsung kepada wakil presiden, memang tampaknya "sesuai" konstitusi. Soeharto yang punya nama berakhiran TO ini pernah terpilih dalam sidang MPR sebanyak enam kali berturut-turut begitu usai pemilu lima tahunan. Tumbangnya Soeharto yang merupakan lawan politik Bung Karno pada akhirnya membuat semua lawan politik Bung Karno itu terseret diadili oleh mahkamah sejarah.
      Soekarno yang memiliki No pada suku kata terakhir pada namanya itu telah mengawali kelahiran Republik Indonesia, dan memerintah di wilayah seluas jajahan Hindia-Belanda minus Irian Barat. Rakyat Papua sendiri yang serta-merta ikut berjuang menyokong pembebasan wilayah Irian Barat dari penjajahan Belanda. Dengan demikian sejak 1 Mei 1963  maka lunaslah Bung Karno memerintah luas wilayah yang sama persis seluas wilayah jajahan Hindia-Belanda.
      Peralihan kekuasaan dari Bung Karno yang jatuh ke tangan Soeharto adalah tidak sah menurut sebagian ahli hukum tatanegara karena "Supersemar" telah dimanipulasi dan direkayasa sedemikian rupa hingga menghasilkan apa yang disebut oleh para pakar asing sebagai "creeping coup d'etat".. Tatanegara yang dekat dengan istilah ramalan Joyoboyo "notonogoro" selama ini menghasilkan tokoh pemimpin antara lain Soekarno, Soeharto yang memiliki kelebihan dan kekurangan dalam diri masing-masing. Persamaannya tampaknya dapat dilihat dari segi bahwa keduanya ingin tetap bertahan dan berkuasa terus-menerus layaknya para raja-raja Jawa di masa silam.
      Berikut ini urutan nama-nama presiden RI yang telah memerintah dikaitkan dengan lima suku kata prediksi Joyoboyo "notonogoro", dan arti "notonogoro" yakni panotogoro, panotoprojo yang mampu memimpin praja atau pemerintahan di wilayah bekas Majapahit dan Hindia-Belanda.

1. Soekarno, Soeharto, S.B. Yudhoyono = No-To-No (Go-Ro)
2. B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri = kepala negara (notonogoro/notonegoro)

Siapakah yang kelak memenangkan pilpres 2014 yang akan datang? Walahualam bisawab...! Sesuai prediksi Joyoboyo "notonogoro" yang terdiri dari dua jalur  di atas ini, maka pada jalur utama dapat diprediksi bahwa pemenang pilpres 2014 adalah tokoh kontestan pilpres yang pada nama lengkapnya terakhir di dalamnya terdapat akhiran suku kata Go, Ga, Ngo, Nggo. 
      Walaupun kans yang terkuat adalah suku kata Go, masih terbuka peluang dan kesempatan bagi siapapun untuk meraih kemenangan. Dalam hal ini yang dimaksud di sini ialah bagi yang ikut menjadi kontestan pilpres 2014 jika pada nama akhirnya memiliki suku kata selain daripada Go yakni pada nama lengkap bagian belakangnya mengandung suku kata: No, To, dan Ro. 
      Ada bedanya antara No, To, dan Ro dengan Go, maka yang No, To, dan Ro jika meraih kemenangan dalam pilpres 2014 maka terdapat prediksi sederhana bahwa yang bersangkutan akan mampu mencapai tahap "purna bhakti" 5 tahun. Akan tetapi pada pilpres 2019 ia akan mengalami kekalahan. Sang kepala negara yang bersangkutan yang incumbent tidak akan bisa menangkan pilpres untuk masa periode kedua kalinya.
      Sedangkan prediksi di luar lima suku kata "notonogoro" atau menggunakan jalur alternatif lainnya, dalam hal ini "notonogoro" diartikan secara singkat "kepala negara", maka bagi barang siapapun yang kelak terpilih sebagai kepala negara RI pada 2014, terdapatlah prediksi sederhana bahwa masa pemerintahannya tidak dapat bertahan hingga "purna bhakti"  karena dihentikan di tengah jalan  alias tidak genap dan tuntas 5 tahun.

*****
by Subowo bin sukaris
related post
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: Friday, August 03, 2012

17 comments:

Anonymous said...

Dari 6 satriyo yg sdh ada ternyata bukan notonagoro tp Noto Ha(A)gomo Budi persis ucapan Sabdopalon bhw yad akan menyebarkan Agomo Budi di Nuswantoro ini yg kmd pd saatnya akan digunakan o/seluruh dunia, adapun penjelasannya sbb :
1. SoekarNO 2. SoehaTO 3. HAbibie 4. GUs dur 5. MEgawati 6. Susilo BAmbang Yudhoyono 7. ..DO.. (klo 1 suku kata) atau ...... DO.... ...... (3 suku kata), Kesimpulannya adl : bhw No 1 & 2 adl dr 2 huruf TERAKHIR, No 3/4/5 adl 2 huruf AWAL sedangkan Satriyo k 6 & 7 adl 2 huruf yg di TENGAH & (kemungkinan) DO/DU/DI/DA/DE krn didalam menulis A huruf jawa adl HA dst, nah bgm Kebenarannya ? .... wallahualam.

mbah Subowo bin Sukaris said...

Mengegongi komentar bung Anonymous yang menarik di atas, untuk memudahkan pembaca mengerti maka berikut ini kami tampilkan nama-nama populer (yang mungkin menjadi) capres yang sesuai dengan maksud di dalam komentar unik tersebut : (Ir. H.) JOKO WIdoDO, (Jenderal) PRAMONO EdhiE WIBOWO, (Prof. Dr. Moh.) MAHFUd MD, (SH, SU), dan (Mayjen) SAURIP KADI

Anonymous said...

Maaf mbah Bowo, yg anda sampaikan semuanya tidak masuk dlm kriteria diatas krn yg diambil hny 2 huruf ditengah dr sebuah nama (lengkap) mis praDOpo, warDIyo, deDEngkot dst(kalau 1 suku kata) namun kalau 3 suku kata mis bayu DAnan jaya, bondan DInu wiryo dst, itu menurut saya lho mbah, nah kebenarannya bgm mari kita tunggu saja toh max hny 2 th lagi kan mbah? hehehe....

mbah Subowo bin Sukaris said...

Ya, Mbah memang telah menyebutkan nama-nama yang tidak sesuai dengan kriteria bung Anonymous di atas. Berikut ini mbah sekali lagi menyodorkan satu nama yang cocok sebagai calon presiden ketujuh 1914 yang termasuk ke dalam kriteria bung Anonymous di atas khususnya untuk kriteria pada nama seseorang dengan jumlah nama hanya satu KATA (Prof. Dr. H.) BoeDIono (B.Sc., M.Ec.)

fieant said...

bukanya gus dur itu namanya abdulrahman wahid ya

Anonymous said...

Ro = Rhoma Irama :)

Anonymous said...

Ro = Rhoma Irama == T E R L A L U U U

Anang Dwi Cahyono said...

Anang Dwi Cahyono
-------------------
Doain Ya.....!!!!!!!!

Anonymous said...

Yang pasti bukan ARB khan ??
Kalo ane sih pilih Prabowo Subianto.
Era 2014 perlu figur pemimpin yang tegas dan keras untuk membereskan situasi Nusantara yang amburadul ini.
Baru nanti era 2019 kita bakal mulai bisa unjuk gigi lagi....
Semoga....

Anonymous said...

Klu saya, yang sudah benar adalah SukarNO, SuharTO, YudhoyoNO, adapun Habibie, Gus Dur dan mega pemimpin peralihan yang sementara buktinya mereka tidak sampai 5 tahun. Yang kita tunggu GO, menurut saya yang akan memimpin era ini adalah Goro Goro tidak ada Presiden yang sah kalaupun ada maka Goro Goro lah yang akan menggiring (memimpin) negara ini sampai muncul RO. RO ini sangat banyak namanyang berakhiran RO, RA, RAH dll, yang pasti orang ini sangat tidak disangka, kelihatannya orang biasa, tidak pernah terkespose namanya, TETAPI beliau memiliki kemampuan yang hebat berkat IslahNya, sampai menjadi pemimpin sehingga dunia menjadi geger, saya kira beliau ini berasal dari seberang, sebelah timur pulau Jawa. Dan Insya Allah sudah ada orangnya. Saya teringat dengan kisah Nabi Daud as, seorang petani biasa yang hidup di desa tiba tiba mendapatkan amanah untuk melawan raja Thalud yang sangat kuat dan bengis. TETAPI karena Daud adalah pilihanNya maka mampu mengalahkan sang raja.

Anonymous said...

Tahun 2015 adalah waktunya satrio pininggit naik tahta nusantara memimpin dunia....dia memang sudah ada dan berasal dari jawa paling timur,,,,,,,pesanya kembalilah kepada Yang Maha Kuasa.....jangan cinta dunia..karena bisa menenggelamkanmu......wassalam

wowo70 said...

sidikit nyumbang pikiran bolehkan mbah ? !! gini mbah kata NO TO NO GO RO kurang lebih arti menata negara. Jadi kalo menata negara itu yang tidak mudah balikin tangan gitu kan mbah. Jadi saat ini ramalan joyoboyo itu masih pada tataran menata (NOTO) belum sampe pd negara (NOGORO) jadi bisa kata No & To itu bisa berulang-ulang seperti ; presiden kita saat ini Susilo Bambang Yudoyo NO. NO bisa dari awal lagi seperti NO atau TO, ya kalo presiden tahun ini ya kalo gak NO ya TO seperti yg saat ini sudah bisa kita liat para kandidatnya misal Prabowo Subian TO, Wiran TO, Pramo NO Edi Wibowo, Ha TA (TO) Rajasa,. NO bisa juga diartikan ONO (jawa ada) GORO (goro-goro) persoalan, permasalahan atau bencana, seperti yang saat ini bisa kita liat. Trus utk JOKO WIDODO yg saat ini lagi hits ya sah-sah saja, tapi nurut saya itu gak masuk itungan ramalan Joyoboyo, kalopun jadi ya gak tau nanti apa jadinya negara ini, ya kita berdoa aja semoga negara kita tetap aman, makmur adil dan sejahtera .... MERDEKA 3 x !!!!!

elna volien said...

Maaf sebelumnya, sy hy ingin bergabung, kl menurut saya untuk saat ini calon presiden yg diinisialkan GO dan RO, mungkin blm muncul pd saat ini, dan akan datang masanya nt, tp kt tdk tahu kapan dan siapa.. tapi sy hy memperkirakan bahwa untuk inisial RO akan muncul dari keturunan Pak SBY bisa jadi cucunya Airlangga Baskoro adalah pemimpin selanjutnya dimasa akan datang. dan inisial GO bisa jg diambil dari nama Airlangga IAirlanggo).

elna volien said...

Maaf sebelumnya saya hanya sedikit berkomentar, kalau menurut saya inisial GO dan RO belum muncul pada kepemimpinan sekarang ini, akan ada masanya nanti akan muncul pemimpin yang dimaksudkan itu dan menurut saya pemimpin itu akan ada dari keturunan kel. SBY bisa jadi dari cucunya yang bernama Airlangga Baskoro dan inisial GO dan RO ada pada namanya Airlangga (Airlanggo) dan Baskoro (RO). maaf ini hanya perkiraan saya saja.

tim suksestuhan said...

hasil semedi aliran kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa.

makna dari “no to no goro” bukanlah menunjukkan akhiran dari nama nama PRESIDEN Indonesia, ataupun menunjukkan hubungan dengan nama PRESIDEN Indonesia. melainkan menunjukkan PRINSIP KEPEMIMPINAN dari orang yang dianggap oleh joyoboyo sebagai pemimpin bangsa Indonesia sekaligus pemimpin yang dipandang dunia, karena prinsip “no to no goro” nantinya akan digunakan oleh seluruh dunia dalam menjalankan roda pemerintahan.

makna dari “no to no goro” adalah : NO harTO NO GORO (tidak ada harta maka tidak ada keributan). atau dijabarkan bahwa “tidak ada kepemilikan maka tidak ada keributan” karena semua ini adalah milik TUHAN.

kenapa bisa mendunia prinsip “no to no goro” ini?

karena kedepannya sistem perekonomian dunia akan hancur. negara negara eropa Dan amerika (kapitalis) akan mengalami kehancuran ekonomi, berhubung ketidakmampuan dalam melunasi hutang negaranya.

akibatnya dunia akan bergejolak, disana sini banyak kemiskinan.

nah. . . . saat itulah muncul orang yang dimaksudkan joyoboyo, yaitu orang yang akan menggunakan prinsip “no to no goro”. Dan kebanyakan negara didunia (terutama negara yang telah hancur perekonomiannya) akan mencontoh prinsip tersebut sehingga mampu mengatasi masalah perekonomian negaranya.

itulah yang membuat harum nama bangsa Indonesia dimata dunia.

putra kusuma said...

Bisa kunjungi blog saya ya gan, www.blog-bysomeone.blogspot.com atau di sini http://adf.ly/mO7MR
mohon kritik dan sarannya

Anonymous said...

episode 1 No To Ne Go Ro
soekar_No
soehar_To
baharudi_N jusuf habiebie
abdurahman wahid (G_us dur)
megawati soekarno put-Ri
episode 2
susilo bambang yudoyo_No
prabowo subian_To