March 21, 2011

Sabdo Palon, "Kejayaan Islam di Nusantara."


Sabdo Palon, "Kejayaan Islam di Nusantara."


Limaratus tahun sejak masa keruntuhan kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Brawijaya, rejim Orde Baru berkuasa penuh di bumi Nusantara. Seiring kejayaan Orde Baru juga diiringi Islam berkembang sangat pesat dalam segala hal. Berbagai aliran atau mazhab dalam Islam atau apapun istilahnya ramai-ramai menunjang kejayaan Islam di bumi Pertiwi. Persatuan dan kesatuan umat Islam berjalan sangat baik sekali di masa Orde Baru yang otoriter. Tempat peribadatan bagi kaum muslim mendapatkan prioritas pembangunan tidak hanya di dalam negeri, akan tetapi juga sampai ke Bosnia Herzegovina. Majelis Ulama bertindak dan bersuara sesuai dengan keinginan penguasa Orba.
       Hampir tidak ada perseteruan berarti antara Islam fundamentalis melawan Islam Pluralis, Islam Syiah, Aliran Ahmadiyah, Khadiriyah, dan seterusnya. Pada waktu itu memang ada gerakan untuk mendirikan Negara Islam di Nusantara yang kemudian bermetamorfosa menjadi gerakan mendirikan kekhalifaan Islam atau lainnya. Yang dimaksud dengan Islam fundamentalis atau garis keras di atas secara awam ialah yang murni menjalankan Syareat Islam berdasarkan Al-Qur'anul Karim dan Hadist Nabi Muhammad s.a.w.
      Sabdo Palon, seorang penasihat spiritual Raja Majapahit terakhir, Brawijaya, sudah mengatakan tentang dia akan muncul kembali di masa kejayaan Islam di Nusantara 500 tahun sejak 1478, yakni saat beliau yang konon adalah Dang Hyang Tanah Jawi, atau pepunden Nusantara akan muncul kembali untuk menyebarkan ajaran beliau yang disebut "kawruh budi". Kemunculan Sabdo Palon tersebut tentu tidak tepat jika terjadi di masa kehancuran Islam, malahan sebaliknya, yakni di masa kebesaran Islam, karena Islam tidak mungkin hancur sendiri tanpa sebab-akibat sesaat tatkala Sabdo Palon sedang atau baru muncul kembali setelah menghilang selama 500 tahun.
      Maka tatkala Orde Baru sedang mengalami era keemasan, dan Islam juga sedang mendulang kejayaan, menjadi saat yang tepat bagi Sabdo Palon turun dari alam gaib (mayapada) kembali ke Bumi, ke alam marcapada. Hal tersebut sudah diucapkan Sabdo Palon di era Majapahit sebagai berikut:
Jangkep gangsal atus tahun,
Wit ing dinten punika,
Kula gantos kang agami,
Gama Buda kula sebar tanah Jawa.
Sinten tan purun nganggeya,
Yekti kula rusak sami,
Sun sajekken putu kula,
Berkasakan rupi-rupi,
Dereng lega kang ati,
Yen durung lebur atempur.

Kelak di masa depan limaratus tahun sejak hari ini saya akan mengubah agama negara Nusantara dengan agama Buddha dengan menyebarkan ke seluruh tanah Jawa. Barang siapa yang menghalangi usaha saya itu, maka siapa pun akan saya hancurkan menjadi santapan jin, setan, dan makhluk halus lainnya. Niat saya itu lurus dan belum lega hati saya jika mereka belum musnah dan hancur lebur.

Apa yang sudah menjadi titah Sabdo Palon tersebut kini (2011) mulai tampak dengan jelas, bahwa kaum jin dan setan sedang bekerja keras merasuki tubuh-tubuh para teroris, para fundamentalis, dan para lainnya. Mereka kesetanan membunuh sesama dan sesaudara kaum muslimin. Dan juga mereka yang kerasukan itu menyebarkan teror ke mana-mana, menganggap suatu pemikiran pihak tertentu bisa berupa ramalan kuno atau berupa apapun yang tidak disukai kelompoknya sebagai bukan ajaran Islam = sesat syirk zindiq khianat, dan bahkan membikin negara tandingan yang tidak masuk akal, ditambah lagi membikin semacam fatwa lebay yang tidak sesuai lagi dengan progressif jaman atau hukum perkembangan sejarah sehingga berbeda dengan inti atau saripati daripada Hadist Rasulullah yang Agung. Mengenai hal ini Bung Karno mengatakan, "Ambillah api daripada ajaran Islam itu, dan bukan mengambil abunya." Barangsiapa berbeda faham sedikit  apalagi banyak dengan si manusia yang sedang kerasukan seperti itu berarti cari perkara atau musuh.  Dan perkara yang paling besar ialah segala tindakan yang mengatasnamakan agama itu kelak akan menjadi bumerang bagi diri sendiri yang ibarat menggali lubang kubur sendiri. Kejayaan Islam di Nusantara yang diharapkan berlangsung sepanjang jaman itu mulai pudar digerogoti tindakan anarkis demi kepentingan kelompok tertentu yang ingin berkuasa  atau  merebut kuasa politik, dan tentu saja sebagai akibatnya menjadi sasaran empuk bagi serangan dari para setan dan makhluk halus lainnya yang selalu membantu manusia yang berkeinginan jahat.
      Kejayaan Islam di Nusantara saat ini tidak terbantahkan lagi, mulai dari rakyat jelata hingga kaum akademisi yang bergelar doktor ramai-ramai pata cengke berfikir seragam dan sepakat untuk terus melanggengkan keagungan Islam. Juga segala macam media massa dan multimedia menunjukkan hal yang seragam dan serupa untuk terus menjaga masa keemasan Islam di Nusantara.
        Di sisi lain Sabdo Palon yang tengah membangkitkan dari kubur dan kemudian mengerahkan mereka para makhluk halus, mulai dari jin, setan, genderuwo, wewe gombel, wedon, iblis, leak, kuntilanak, dan lain-lain untuk "menghancurkan manusia siapa pun tanpa kecuali yang tidak mau tunduk", apalagi menolak "kawruh budi" yang baik. 
      Manakah yang lebih unggul kelak dalam pertarungan ini: Islam yang sedang jaya atau Kawruh Budi yang baik? Jawabannya tentu dapat diketahui kelak seiring perjalanan dalam ruang dan waktu ke masa depan.

***
by Subowo bin sukaris

Tulisan bersinggungan : Sabdo Palon Lengkap
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: Monday, March 21, 2011

7 comments:

malang said...

saya hanya ingin pemilik web ini merenung kembali dan kita bersama2 merenung apa sebenarnya maksud dari sabdo palon ini...mnurut saya jika itu benar maka hanya dari Alloh,dan jika itu salah maka saya berlindung semata2 hanya kepada Alloh dari kesalaha saya,saya berfikir setelah membaca posting anda tentang sabdo palon,bahwa islam akan hilang dari nusantara,itu mungkin tidak benar,mohon di kaji ulang,mnurut saya justru sebaliknya islam akan dimurnikan kembali seperti semasa jaman nabi Muhammad,kenapa..?karena sabda Nabi itu adalah firman Alloh,sang yang widi..yang memiliki bumi,sang pencipta nusantara... dan adanya ramalan sang prabu joyoboyo adalah penguat sabda nabi... dulu ketika pertama islam datang ke nusantara merupakan islam yang hadir setelah wafatnya nabi besar muhammad.dan banyak pengaruh dari bangsa2 yang tercipta setelah ke khalifahan.. jadi sudah tidak murni lagi.. sebagai contoh kasus syeikh siti jenar,apa bener syeikh bene2 menyamakan dirinya dengan tuhan,ada yg bilang kalo pemenggalan kepala beliau adalah atas titah dari raja demak kala itu yang takut tersaingi akan didirikannya kerajaan islam baru,bener atau tidaknya kisah ini saya sendiri masih belum yakin,tetapi hal yang paling penting bahwa islam datang ke nusantara tidak dalam keadaan murni sejatinya islam,rohmatan lil 'alamiin...alias budi pekerti...tidak membedakan antara raja dan jelata,tetap ketakwaan yg membedakan diantara kita...orang yang bertakwa sudah pasti akan membawa rohmat untuk nusantara lebih dari sekedar beragama semata..karena akhlak budinya yang mulia memancarkan rohmat ke nusntara..bahkan ke semua jagad bumi... agama budi yg dimaksud sang prabu adala islam yang sejati.. bukan islam yang menggolongkan manusia di luar dari ketakwaannya seperti saat ini,dapat kita lihat banyak contoh umat islam yg jauh dari inti ajaran islam yaitu rahmatan lil 'alamin.. sang yang widi/Alloh SWT,menghendki tidak ada agama lagi setelah islam yg Dia terima.karena islam adalah penyempurna agama2 sebelumnya.. hingga akhir zaman nanti..mohon dikaji lagi ada benarnya apa tidak pendapat saya ini,agar tulisan anda tidak menyesatkan bagi saudara2 yg lain,intinya setiap ramalan sang prabu adalah penguat sabda nabi Muhammad,bukan sebaliknya..karena sabda nabi adalah firman Alloh tuhan semesta alam.tidak munggin nabi berbohong dengan sabdanya bahwa di akhir zaman nati islam akan dimurnikan kembali sebagai mana awalnya dulu.. dan itu sama saja dengan ajaran sang prabu, ajaran budi pekerti,justru lebih sempurna dari itu...sehingga tidak ada kezaliman lagi di muka bumi,sampai2 tidak ada yang mau menerima sedekah dari seseoramg muslim,karena semua umat sudah dalam keadaan sejahtera,siapakah satrio piningit..?itu jg harus di kaitkan denga sabda nabi... satrio piningit kalo tidak salah adalah sesosok pemimpin yang akan datang memimpin nusantara dengan arif dan bijaksana,bersama wakilnya yang berjenggot putih,dan satrio piningit bukan asli penduduk nusantara melainkan piningit atau yang di pingit untuk jadi seorang pemimpin,apa mungkin kalau sang pemimpin itu adalah imam mahdi,beserta wakilnya nabi isa,yg akan turun lagi ke bumi memimpin umat islam menuju kejayaan terakhir di muka bumi...?apa bener kalo inti ajaran islam itu tidak sama dengan kaweruh budi..?perlu ada kajian yang lebih mendalam untuk ini, agar kita tidah salah mengartikan dawuhe sang prabu.. agar kita tidak tersesat,karena tipudaya iblis itu terkadang tidak kita sadari...sebagai contoh setelah wafatnya nabi,ada banyak perselisihah yang timbul karena berselisih paham tentang ajaran islam itu sendir,bahkan tidak sedikit yang mau bertumpah darah anatara sesama muslim hingga saat ini, untuk membabtis pihaknyalah yang paling benar,padahal akhirnya hanya untuk mengumpulkan umat agar mau mengangkat dirinya sebagai pemimpin... maka merekalah yang pantas menurut saya untuk dijadikan santapan jin... seperti dawuhe sang prabu,hingga terwujudnya islam yang hakiki yang sejati kaweruh budi untuk semesta alam bukan hanya antar umat manusia saja...

ViS said...

pemilik blog yth,
bagaimana menerjemahkan "Gama Buda" jadi kawruh budi?
Yang jelas dan pasti, faktanya, th. 1974, agama Buddha diresmikan oleh Orba, setelah 500 th tidur..di nusantara.
dan sejak saat itu hingga kini, agama buddha semakin berkembang.

mbah Sghriwo said...

Terimakasih atas comment bung ViS, dan masukan tersebut telah menjadi koreksi bagi kami.

abu uwais al qarni said...

salam kasih kpd sdr2 saya di seberang..saya dan sebahagian teman2 di pondok(pesantren)mengikuti sejarah dan kisah sabdo palon dengan sehalus kajian..tidak mustahil,,malah dlm hadis qudsi ada menyebut akir zaman nanti..org beriman seperti setompok putih di atas seekor lembu yg berwarna hitam..wallahuaalam..kita bisa juga dengar..'hanya org2 beriman sahaja yg berjaya dan bilangan merka sangat sedikit..'perseteruan sang iblis,syaitan dan dajjal akan menghempas orang2 islam habis2san..dalam serang pemikiran dan dan bathin..walaupun islam nampak ramai dari segi bilangan..bilangan kuantiti dalam iman agar sedikit termasuk diri saya yg hina lagi senantiasa menganiaya dirinya..justeru sekali sumber walupun nak mitos tetapi mungkin ya..mungkin kita ambil waspada dan berhati-hati..mendoakan sesama kit orang2 islam dimana jua berada..pertahankan apa yg sudah duperjuangkan oleh Baginda Nabi SAW dan para sahabatnya sehingga nyawa kita melayang nanti(kematian).wallahuaalam

http://dekatterasing.blogspot.com said...

Saya rasa menemukan kesesuaian antara istilah Sabdo Palon itu dengan kata “Bumi” atau “Gunung” dalam Al Quran. Bahwa jiwa Sabdo Palon adalah sebagian dari sistem Bumi yang berTauhid namun tentu tidak menjalankan syariat manusia.

Karena bumi sebenarnya hidup:

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (Al Ahzab:72﴿

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (Al Baqarah:30﴿

Sabdo Palon mungkin ingin membantu membenahi praktek masyarakat Islam agar senantiasa ingat untuk memakmurkan dan menjaga kedamaian di permukaan bumi. Karena Islam sejatinya adalah agama yang diridloi Tuhan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam, tidak terkecuali bagi bumi.

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Al Quran yang sempurna kandungan kebenarannya.

wallohu a'lam

Andra Tiara said...

saat ini bnyk perbedaan,di nusantara korupsi merajalela,terancam asing yg mau merebut kekayaan alam dgn adu domba.didunia perang akan tjadi,komunis vs barat,syiah vs sunni,zaman fitnah dmana2 sdh berkembang.. yg ditunggu skrg adalah Imam mahdi. islam murni yg dibawa ke nusantara oleh kturunan lgs RAsul (ahlulbait) saat ini sdh tercampur oleh islam kalifah2,bahkan skrg fitnah2 mazab sgt kejam,wahabi,sunni,syiah..blm lg antar agama.. yah tguu sajalah Imam nya keluar..saat itulah seadil2nya pemimpin.

Anonymous said...

Sabdo Palon, mendeklarasikan sebagai Semar, diyakini dan dipahami sebagai manifestasi kultur Jawa - Jawan, dengan puncak ajaran "Welas Asih" dalam kontex pengertian "menerima dari Sang Hyang Wdhi dan memberi/berbuat kepada sesama", adalah sebuah kewajiban Manusia. Sepertinya tidak berbeda dengan yang ada dalam Agama Islam, dengan "Hablu Minnaullah dan Hablu Minannas" demikian juga di Agama Kristen/Nasrani dengan ajaran "Kasih".
Manusia beragama/berkeyakinan apapun adalah pilihan pribadi, namun yang lebih penting bagaimana seseorang dapat menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah yang Esa/hakiki, namun disatu sisi manusia mempunyai dinamika yang dipengaruhi atas keinginan/kepentingan, dll sehingga prinsip yang dipunyai justru keluar dari inti ajaran agama yang dipilihnya, atau dengan kata lain tidak konsisten mentaati perintah dan justru mendekatkan diri pada larangan Nya, walaupun dia dipandang sebagai ahli/tokoh ataupun pemuka agama masing2, bahkan telah menganggap diri paling benar dan baik dalam menjalankan agamanya, padahal sudah benar2 menyimpang dikarenakan keahliannya dirinya memperoleh pengikut/massa yang dapat dipergunakan untuk mencapai keinginan/ambisi pribadi. Demikian juga masa sulit dalam menjalani kehidupan, maka seseorang dapat menempuh segala cara yang menyimpang dari kaidah agama guna memperoleh kebutuhan nya.
Inilah kiranya yang dimaksud oleh Sabdo Palon, bahwa manusia yang telah melupakan, menjauhi inti ajaran ke Illahian akan diserahkan/dimasukkan dalam kelompok kekuasaan Jin, Iblis, yang tentu saja dilaknat oleh Allah. jadi marilah kita secara jernih untuk mencapai pengertian bahwa "Sabdo Palon" telah menyampaikan pesan bahwa bilamana manusia (beragama apapun) bila telah meninggalkan ketaatan terhadap "perintah Allah" akan menjadi incaran /santapan /kelompok Jin/Iblis.
jadi bukan "Sabdo Palon" akan menghancurkan Agama, apalagi dalam hal ini pengertiannya adalah bermusuhan dengan Agama Islam, tidak sama sekali.
Perlu juga kita menyadari bahwa "Kebenaran adalah mutlak milik dan dari Allah" sedang manusia hanya punya wewenang mengatakan "Baik dan buruk", itupun menurut anggapan bahwa baik secara individu ataupun kelompok masyarakat dalam wujud prinsip ataupun tradisi masing2.

Tafsir adalah bentuk pemahaman berdasar keyakinan, pemikiran, atas sebuah sumber, dan apakah tafsir ini mempunyai kebenaran sejati sesuai kehendak Allah??

Tafsir kelak dapat menghantarkan kita pada kebenaran dan juga kesalahan, Wallahu alam!!

Lalu kepada siapakah dan dengan apakah kita mengetahui kebenaran sejati? jawabnya adalah, setiap manusia diberi roh ke-Illahi/suci- an yang akan menuntun kita kepada kebenaran sejati, kebenaran milik Allah

Apa yang menjadi masalah?? adalah diri kita sendiri, apakah kita mau mantaati atau mengingkari setiap tuntunan Roh Illahi yang ada dalam diri kita, dimana senantiasa memberikan peringatan yang tak pernah salah melalui bathin/nurani dalam pribadi masing masing

Terdapat 3 hal yaitu "Nalar (mempunyai runutan), Netral (tidak mendahului dengan memastikan/vonis, dsb)dan Norma (memakai etika/batasan dan menyadari keberadaan diri dalam melakukan" yang kiranya dapat membantu kita untuk memperoleh ketenangan dan kejernihan dalam memahami kebenaran, semoga bermanfaat

Salam Damai, tenteram dan bahagia dalam Kuasa Kehendak dan Kemuliaan Allah