Rahasia Dinasti Majapahit

Rahasia Dinasti Majapahit

mbah subowo bin sukaris

Di antara 1221-1222 Arok akuwu Tumapel berhasil memenangkan perang di Ganter (nama sebuah desa di wilayah perbatasan Kediri-Malang) melawan pasukan Kediri yang membawahi wilayah Tumapel (sekitar Singosari, Malang). Arok memimpin pasukan Tumapel untuk melepaskan diri sebagai kerajaan taklukan, Arok marak sebagai akuwu Tumapel menggantikan Tunggul Ametung dengan suatu kudeta ala Jawa yang terselubung rapi, ia mendapat bantuan kawan-kawan setianya dan juga orang-orang Syiwa.
   Latar-belakang Arok yang hidup di hutan-hutan dan merampok orang-orang kaya dan para saudagar yang melintasi hutan itu. Harta rampokan itu ia timbun bersama disaksikan semua anggota pasukan liarnya. Tidak ada kesempatan bagi siapapun untuk menggunakan harta itu untuk kepentingan pribadi.
    Harta itulah sebagai modal untuk merebut kekuasaan tertinggi di Tumapel. Untuk beli senjata dan lain-lain. Arok berhasil memasuki istana musuhnya menyamar sebagai pasukan pembasmi kerusuhan yang sering terjadi di berbagai penjuru wilayah Tumapel.
    Hingga suatu hari Tunggul Ametung tewas. Dan rakyat berbondong-bondong datang untuk merayakan suka cita mereka karena terbebas dari penguasa yang kejam itu yang selama ini membebani rakyatnya dengan upeti-upeti yang sangat memberatkan kehidupan mereka.
Dengan persetujuan seluruh rakyat di wilayah kekuasaan Tunggul Ametung yaitu Tumapel, Arok sang maling itu diangkatlah menjadi pengganti Tunggul Ametung sebagai akuwu Tumapel. Sekaligus memperistri Dedes, janda Tunggul Ametung yang memang sudah lama saling kenal satu sama lain, sebagai sekutu rahasia di istana Tumapel.
Arok memperbesar kekuatan militernya, untuk menahan pasukan Kediri yang setiap saat akan datang memberikan hukuman karena kerajaan bawahan itu menentukan sendiri pilihannya, yaitu mengangkat Arok tanpa mendapat restu dari Kediri.
    Panglima perang Kediri, Mahesa Walungan adik daripada Dandang Gendis atau Krtajaya, akhirnya tewas setelah pertempuran Ganter yang berhasil diungguli Arok.
    Kediri surut pamornya, dan Arok mulai membangun Singosari dan marak menjadi Raja dengan gelar Sri Rajasa. Keturunan Arok si maling itulah yang akhirnya mendirikan Majapahit yang gemilang dengan kekuasaannya meliputi wilayah Nusantara ditambah Malaysia dan Philipina. Pasukan laut majapahit berlayar hingga benua hitam Afrika.
    Kelihaian, kecerdikan Arok untuk merebut takhta, harta, dan wanita dilakukannya dengan cara yang elegan dan brilyan. Hal itu terbukti dengan dukungan luas dari segenap kalangan masyarakat pada waktu itu: petani, pendeta, para pemburu dan sebagainya. Mereka semua menginginkan pemimpin baru yang bijak dengan cara tidak membebani kehidupan rakyat banyak dengan berbagai macam aturan dan pungutan pajak dan bebas dari kesewenangan terutama dari pasukan-pasukan militer yang punya disiplin tinggi agar selalu bersikap hormat terhadap rakyat.
    Arok memang seorang brandalan dan melakukan berbagai kejahatan, akan tetapi ia berbuat begitu demi membela rakyat yang tertindas oleh penguasa Tumapel dan Kediri yang sewenang-wenang. Arok tetap seorang pahlawan sejati di hati rakyat kecil karena ia tidak pernah menyakiti hati rakyatnya selama menjadi petualang maupun setelah menduduki singgasana.
   Raden Wijaya pendiri Trah Majapahit adalah salah seorang cucu keturunan Arok dan Dedes.
****