April 3, 2016

Ramalan Joyoboyo mengenai pemerintahan Ahok

Ramalan Joyoboyo mengenai pemerintahan Ahok

mbah subowo bin sukaris

Pada 2014, Ahok (Basuki T.P.) itu marak menduduki singgasana DKI 1 karena di paroh waktu menggantikan kedudukan yang ditinggalkan oleh Jokowi.
      Sama yang terjadi pada 2001, Megawati marak menduduki kursi RI 1 menggantikan paroh waktu singgasana yang ditinggalkan oleh Gus Dur yang turun panggung sebelum waktunya. Megawati (2014) yang mengusung/menunjuk Jokowi hingga marak menduduki kursi RI 1, dan dengan sendirinya membuat Ahok otomatis menduduki posisi Jokowi waktu itu, DKI 1.
      Ahok dan Mega sama-sama berposisi sebagai wakil dan naik daun meneruskan jabatan paroh waktu yang belum selesai ditinggalkan atasannya.
      Kelak Jokowi pada 2019 berjuang untuk jabatan RI 1 periode kedua, sedangkan Ahok pada 2017 harus berjuang menduduki DKI 1 untuk membuktikan bahwa dirinya memang layak secara penuh menduduki kursinya..
     Pertanyaannya ialah apakah baik pemerintahan Jokowi maupun Ahok akan sukses melanjutkan kekuasaan di masa depannya? Atau keduanya gagal, atau salah satu saja yang sukses.......
      Berikut ini ramalan Joyoboyo tentang (pemerintahan) Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) yang mewakili bangsa Tionghoa dan Jokowi (Ir. H. Joko Widodo) yang mewakili bangsa Jawa.

cina alang-alang keplantrang dibandhem nggendring
melu Jawa sing padha eling
sing tan eling miling-miling
mlayu-mlayu kaya maling kena tuding
eling mulih padha manjing 
(Joyoboyo abad XII M)

Bangsa Tionghoa yang mengalami tekanan darurat tetap berusaha berpindah-pindah akan tetapi dalam koridor wilayah Nusantara.
    Mereka berusaha mendekati orang Jawa (penduduk setempat) jika mereka (bangsa Tionghoa) tersadar terhadap kesalahan sendiri.
      Mereka yang tidak mau sadar diri atas kesalahan masing-masing terus merasa was-was bak seorang pencuri yang tertangkap basah, kemudian hidup dalam pelarian berpindah-pindah tempat tinggal.
      Mereka (bangsa Tionghoa) yang tidak bersalah apapun dan memutuskan tetap tinggal di tempat, akhirnya bersama bekerja dengan penduduk sekitarnya.

Menurut hemat kami, terlepas dari kekurangan dan kelebihan mereka masing-masing, Ahok dan Jokowi yang asal-muasalnya adalah dwitunggal dan contohnya tatkala bersinergi bahu-membahu memimpin DKI.
     Kemenangan Ahok pada pilgub 2017 sangat penting bagi pemerintahan pusat, dan semua upaya akan selalu didukung oleh Jokowi sejak saat ini.
     Posisi Ahok yang menduduki kursi DKI 1 yang berada di garis depan akan menjadi aman, sekaligus menjamin kekuatan inti pemerintahan Jokowi baik saat ini maupun di masa mendatang. Dan seandainya terjadi dengan kemenangan Ahok pada 2017 akan memuluskan jalan bagi Jokowi merebut periode 2, pada pilpres 2019.

*****
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 6:29 PM

No comments: