December 16, 2013

Benarkah JW satrio piningit?

Benarkah JW satrio piningit?

mbah subowo bin sukaris

Ratu Adil cq Satrio Piningit merupakan sebuah ramalan berabad-abad tentang sosok seorang manusia yang akan muncul ke dunia dan menjadi ratu adil bagi negara Nusa Antara. Konsep satrio piningit cq ratu adil dengan gamblang dicantumkan dalam syair “ramalan Joyoboyo” yang berasal dari abad keduabelas masehi.
     Dalam syair bahasa Jawa itu dijelaskan secara rinci mengenai sosok sang ratu adil cq satrio piningit -- dari mana dia datang, apa tandanya dia datang, bagaimana sifat, watak atau karakternya, dan lain sebagainya.
     Langsung saja kembali pada judul tulisan di atas, 2013 ini berita cetak, online maupun audio-visual yang melansir berbagai hasil survai oleh beberapa surveyor saat ini telah menampilkan seorang lelaki bernama JW yang jelas selalu menempati posisi ranking tertinggi sebagai calon potensial untuk menduduki jabatan presiden  RI ketujuh yang akan diselenggarakan pada pilpres 2014 mendatang. Dari hasil berbagai survei politik tersebut, pertanyaan yang terlintas adalah, “Apakah JW itu seorang Satrio Piningit yang ditunggu berabad itu atau bukan?”
      Untuk menjawab pertanyaan tersebut salah satu tolok-ukurnya berdasarkan ramalan Joyoboyo yang kemudian dicocokkan dengan fakta empiris/ilmiah pada diri JW.
      Di bawah ini dibuat semacam tabel perbandingan antara data ramalan Joyoboyo tentang Satrio  (bait panjang 159-173) dan fakta yang diketahui semua orang mengenai segala sesuatu tentang diri JW.

JW bukan satrio piningit dengan alasan :
1. JW bukan panglima perang/tokoh militer
2. JW bukan lola sebatang kara/ yatim-piatu  
3. JW bukan asuhan sabdo palon
4. JW bukan manusia setengah dewa
5. JW bukan peramal ulung
6. JW bukan alim ulama
7. JW tidak memiliki pasukan khusus yang terdiri dari makhluk halus
8. dst.

JW jelas si satrio piningit dengan alasan
1. JW menyerang tanpa pasukan alias blusukan seorang diri mendekati rakyat kebanyakan.
2. JW berasal dari wilayah sebelah timur gunung Lawu dan Bengawan Solo
3. JW tidak mau menunjukkan ambisi sebagai pemimpin (capres)
4. JW tidak korup, tidak mau menerima suap dari orang lain.
5. JW mampu mengatasi keruwetan orang banyak, dan mampu menguraikan masalah menjadi jelas dan gamblang, selanjutnya menemukan solusinya.
6. JW dipilih, atau disayangi dan dihormati media dan rakyat kebanyakan
7. JW selalu berpakaian sederhana
8. JW tidak mau menerima penghormatan berlebihan.
9. JW muncul tepat pada waktu yang diramalkan sesudah datangnya lintang kemukus pada akhir November 2013.
10. JW ramah dan murah senyum jika bertemu rakyat kebanyakan.
11. JW tidak merendahkan lawan politiknya yang telah dikalahkannya.
12. dst.


******
Subowo bin Sukaris
hasta mitra Updated at: 8:18 PM

1 comment:

Satria piningit said...

ALKITAB IBRANI 7 11-18
Satria Piningit Adalah Imam Yang Lebih Tinggi daripada JOKOWI
7:11 Karena itu, andaikata oleh imamat telah tercapai kesempurnaan--sebab karena imamat itu umat telah menerima Hukum Imamat -apakah sebab masih perlu seorang lain ditetapkan menjadi Imam Besar menurut peraturan Melkisedek dan yang tentang Imam Besar tidak dikatakan menurut hukum imamat manusia?
7:12 Sebab, jikalau imamat berubah, dengan sendiri akan berubah pula hukum imamat manusia itu.
7:18 Memang suatu hukum yang dikeluarkan dahulu dibatalkan, kalau hukum itu tidak mempunyai kekuatan dan karena itu tidak berguna,
7:13 Sebab Imam Besar, yang dimaksudkan di sini, termasuk dari suku lain; dari suku ini tidak ada seorangpun yang pernah melayani.
7:14 Sebab telah diketahui semua orang, bahwa Imam Besar berasal dari suku Jawa dan mengenai suku itu Musa tidak pernah mengatakan suatu apapun tentang imam-imam.
7:15 Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang Imam Besar menurut cara Melkisedek,
7:16 yang menjadi Imam Besar bukan berdasarkan hukum imamat manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa.
7:17 Sebab tentang Satria Piningit diberi kesaksian: "Engkau adalah Imam untuk selamanya, menurut peraturan Melkisedek."
7:19 --sebab Hukum Imamat Taurat sama sekali tidak membawa kesempurnaan --tetapi sekarang timbul pengharapan yang lebih baik, yang mendekatkan manusia kepada Allah.
7:20 Dan sama seperti hal ini tidak terjadi tanpa sumpah--memang Satria Piningit telah menjadi Imam tanpa sumpah,
7:21 tetapi Satria Piningit dengan disumpah, diucapkan oleh Tuhan yang berfirman kepada-Nya: "Tuhan telah bersumpah dan Tuhan tidak sesal: Satria Piningit adalah Imam untuk selamanya" –
7:22 demikianlah Satria Piningit adalah jaminan dari suatu perjanjian Imamat yang lebih kuat.
7:23 Dan dalam jumlah yang besar mereka dukung Satria Piningit yang telah menjadi Imam Besar, karena mereka dicegah dari maut untuk itu Satria Piningit tetap menjabat Imam Besar.
7:24 Tetapi, karena Satria Piningit tetap selamanya, Imamat Satria Piningit tidak dapat beralih kepada orang lain, sehingga Imamat Satria Piningit seumur langit
7:25 Karena itu Satria Piningit sanggup juga selamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Satria Piningit datang kepada Allah. Sebab Satria Piningit hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka.
7:26 Sebab Imam Besar yang demikianlah yang diperlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda yang terpisah dari orang bernoda dan lebih tinggi dari pada tingkat kuasa apapun,
7:27 yang tidak seperti imam lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk diri sendiri dan sesudah itu barulah untuk umatnya, beda hal itu dengan yang telah dilakukan Satria Piningit satu kali untuk selamanya, ketika Satria Piningit mempersembahkan diri sendiri sebagai Imam Besar.
7:28 Sebab Hukum Imamat Taurat menetapkan orang yang diliputi Tuhan menjadi Imam Besar, tetapi sumpah, yang diucapkan kemudian dari pada Hukum Imamat Taurat, menetapkan Anak Allah, Satria Piningit yang telah menjadi sempurna sampai selamanya. Amiin!